Kontraindikasi dan Peringatan Kalsium Folinat
Kontraindikasi kalsium folinat adalah penggunaan pada anemia megaloblastik yang disebabkan oleh defisiensi vitamin B12 dan penggunaan pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap kalsium folinat maupun komponen obat lainnya. Peringatan diperlukan terkait risiko penurunan efikasi jika digunakan terlambat pada kasus overdosis antagonis asam folat.[1,3,8,11]
Kontraindikasi
Penggunaan kalsium folinat dikontraindikasikan pada:
- Riwayat hipersensitivitas terhadap metabolit aktif maupun komponen obat lainnya
Anemia megaloblastik maupun anemia lain yang disebabkan defisiensi vitamin B12. Pemberian kalsium folinat dapat menyamarkan kondisi anemia yang disebabkan oleh defisiensi vitamin B12. Dengan pemberian kalsium folinat, mungkin didapatkan perbaikan dari temuan laboratoris tetapi tidak memperbaiki manifestasi neurologis.[1]
Peringatan
Beberapa peringatan utama dalam penggunaan kalsium folinat terkait dengan interaksinya terhadap obat-obatan lain. Terdapat juga beberapa peringatan khusus yang perlu diperhatikan.
Peningkatan Frekuensi Serangan Kejang
Pemberian kalsium folinat terkait dengan risiko peningkatan frekuensi serangan kejang pada pasien epilepsi yang mengonsumsi phenobarbital, phenytoin, primidone, dan succinimide, terutama pada anak-anak.[1,3,8,11]
Peningkatan Efek Toksisitas 5-fluouracil
Kalsium folinat dapat meningkatkan efek toksisitas dari 5-fluorouracil (5-fluorouracil). Pemberian terapi kombinasi kalsium folinat dengan methotrexate maupun 5-fluorouracil harus berada di bawah supervisi klinisi yang berpengalaman dengan agen kemoterapi.[1,3,4,8,11]
Peringatan Terkait Dosis dan Cara Pemberian
Pemberian kalsium folinat per oral pada dosis di atas 25 mg tidak direkomendasikan terkait absorpsi yang tidak maksimal secara enteral pada dosis di atas 25 mg. Oleh karena itu, pemberian parenteral direkomendasikan. Penggunaan kalsium folinat parenteral hanya melalui intramuskular dan intravena. Pemberian melalui intratekal tidak dianjurkan karena dapat bersifat fatal.
Pada kasus overdosis methotrexate, pemberian kalsium folinat dianjurkan sesegera mungkin. Pemberian yang terlambat bisa menurunkan efikasi kalsium folinat dalam mengatasi efek toksisitas.
Pemberian kalsium folinat secara parenteral tidak boleh melebihi 160 mg/menit untuk mengurangi efek hiperkalsemia.
Pemberian kalsium folinat >1000 mg/m2 dapat menyebabkan aritmia jantung terkait dengan hiperkalsemia.[1,3,4,8,11]
Efek Samping Berat
Stevens-Johnson syndrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) pernah dilaporkan pada pasien yang mendapat kalsium folinat bersamaan dengan obat-obat yang diketahui dapat menyebabkan penyakit ini. Kalsium folinat belum bisa dieksklusikan sebagai penyebab SJS dan TEN.[1,3,4]
Pemberian Berlebihan Kalsium Folinat
Kalsium folinat tidak memiliki aktivitas sitotoksik dan secara general bersifat aman dengan efek samping yang ringan. Overdosis dari kalsium folinat pada umumnya tidak berbahaya. Asam folat merupakan vitamin yang larut air sehingga dengan cepat akan terkonversi dan terbuang melalui urine. Belum dilaporkan adanya sekuela pada pasien yang mengonsumsi di atas dosis rekomendasi.
Namun, pemberian kalsium folinat yang berlebihan dapat menetralisir efek kemoterapi dari antagonis folat seperti methotrexate. Terapi pada overdosis kalsium folinat bersifat suportif dan simptomatis.[1,3,13]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha