Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Kalsium Folinat
Penggunaan kalsium folinat pada kehamilan dikategorikan oleh FDA sebagai kategori C, tetapi TGA memasukkan dalam Kategori A. Pada ibu menyusui, belum diketahui apakah kalsium folinat diekskresikan ke ASI.[1,7,14]
Penggunaan pada Kehamilan
Kategori FDA C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.[1]
Kategori TGA A: Obat ini telah dikonsumsi oleh banyak wanita hamil dan wanita usia reproduktif, tetapi tidak menunjukkan peningkatan frekuensi malformasi atau dampak buruk secara langsung maupun tidak langsung pada janin.[7]
Di praktik klinis, kalsium folinat digunakan utamanya untuk rescue therapy methotrexate. Terapi methotrexate pada kehamilan sangat terbatas, dan hanya digunakan pada indikasi tertentu di mana manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Secara umum, pemberian kalsium folinat pada kehamilan bersamaan dengan methotrexate (terutama pada regimen multidose) maupun obat-obat lain yang bersifat sebagai antagonis folat tidak direkomendasikan.[1,3,11]
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Kalsium folinat pada dasarnya merupakan turunan asam folat yang secara alami terdapat dalam ASI, sehingga keberadaannya sendiri bukan merupakan hal yang asing bagi bayi yang menyusu. Namun, data mengenai kadar kalsium folinat yang masuk ke ASI setelah pemberian terapi pada ibu, kadar obat pada bayi, serta efeknya terhadap bayi yang mendapat ASI belum tersedia secara memadai.
Oleh karena itu, penilaian keamanan menyusui tidak hanya didasarkan pada kalsium folinat, tetapi juga harus mempertimbangkan obat yang diberikan bersamaan, terutama methotrexate atau fluorouracil yang memiliki potensi toksisitas tinggi.[1,14]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha