Pentingnya Menjaga Kebersihan Tangan untuk Mencegah Infeksi Nosokomial

Oleh dr. Hunied Kautsar

Kebersihan tangan (Hand Hygiene) adalah istilah umum untuk segala upaya dalam membersihkan tangan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Secara garis besar, Hand Hygiene dibagi menjadi dua, yakni:

  1. mencuci tangan; membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir
  2. menggosok tangan; membersihkan tangan dengan cairan antimikroba dengan konsentrasi ethanol 80% [1]

Menjaga kebersihan tangan adalah kewajiban setiap dokter dan petugas kesehatan karena kebersihan tangan adalah faktor utama dalam upaya pencegahan infeksi terkait pelayanan kesehatan.

Langkah-langkah membersihkan tangan. Sumber: Openi, 2014 Langkah-langkah membersihkan tangan. Sumber: Openi, 2014

"5 Moments of Hand Hygiene"

Untuk memudahkan dokter serta tenaga kesehatan lainnya dalam  mengingat kapan saja harus membersihkan tangan, diciptakan istilah "5 Moments of Hand Hygiene" [2] yang terdiri dari:

1. Sebelum menyentuh pasien

  • Menyentuh pasien dalam bentuk apapun; berjabat tangan dengan pasien, membantu pasien bergerak, memakaikan baju atau kacamata untuk pasien
  • Aktivitas personal; memandikan pasien, membantu pasien memakai baju atau kacamata, menyisir rambut pasien
  • Observasi non-invasif; mengecek nadi, suhu badan atau tekanan darah, palpasi abdomen, auskultasi dada
  • Prosedur non-invasif; memakaikan sungkup oksigen atau nasal cannula, memakaikan slings/braces
  • Persiapan dan administrasi obat oral
  • Memberi makan dan perawatan intraoral lainnya seperti menyikat gigi atau membersihkan gigi palsu pasien

2. Sebelum melakukan prosedur

  • Insersi jarum ke kulit pasien atau ke alat medis invasif; venipuncture, IV flush, injeksi subkutan atau intramuskular
  • Persiapan dan administrasi obat melalui alat medis invasif; medikasi melalui IV, pemberian makanan dengan NGT
  • Administrasi obat yang bersentuhan langsung dengan membran mukosa; tetes mata, insersi obat supositoria
  • Insersi alat medis invasif; ETT, trakeostomi, pemasangan kateter
  • Pemeriksaan dan tindakan yang bersentuhan dengan kulit yang tidak intak atau membran mukosa; membalut luka, prosedur operasi, tes colok dubur

3. Setelah melakukan prosedur atau adanya risiko terkena cairan tubuh pasien

  • risiko terkena cairan tubuh pasien; memegang kantong urin, memegang tempat tidur pasien, memegang wadah spesimen, kontak langsung maupun tidak langsung dengan sputum (melalui gelas atau tissue)

4. Setelah menyentuh pasien

5. Setelah menyentuh daerah sekitar pasien

  • menyentuh tempat tidur pasien, kursi dan meja di sekitar pasien, monitor alat, barang pribadi pasien.

Selain dari lima waktu diatas, menjaga kebersihan tangan juga perlu dilakukan ketika:

  • setelah melepas sarung tangan (masih ada resiko kebocoran sarung tangan dan resiko kontaminasi ketika melepaskan sarung tangan)
  • sebelum dan sesudah bekerja
  • sebelum dan sesudah makan/minum
  • sebelum dan sesudah menggunakan keyboard
  • setelah mengunjungi daerah terinfeksi
  • setelah menggunakan toilet
  • setelah mengusap hidung

Indikasi

Berdasarkan beberapa riset [3,4] penggunaan cairan antimikroba (hand rub) berbahan dasar alkohol lebih baik jika dibandingkan dengan penggunaan sabun dan air karena:

  • memerlukan waktu yang lebih singkat dalam penggunaannya
  • dapat mengurangi jumlah bakteri yang lebih besar jika dibandingkan dengan penggunaan sabun dan air [5]

  • efek iritasi kulit yang lebih ringan
  • lebih mudah diakses oleh dokter dan tenaga kesehatan karena dapat ditempatkan di lingkungan dokter dan pasien serta dapat dikemas dalam botol yang bisa dibawa oleh dokter dan tenaga kesehatan
  • lebih murah dalam hal biaya [6,7]

  • hand rub dapat digunakan sesering mungkin ketika tangan terlihat bersih

Pencucian dengan sabun antimikroba dan air mengalir harus dilakukan ketika terdapat kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya dan jika diduga terjadi kontak dengan spora bakteria seperti Clostridium difficile, non-enveloped virus (rotavirus, norovirus, polio, Hepatitis A), dan parasit tropikal. [2]

Langkah-langkah Melakukan Handrub

  • Tuangkan cairan antimikroba dengan jumlah yang cukup untuk membasahi seluruh permukaan telapak tangan
  • Gosok kedua telapak tangan
  • Telapak tangan kanan menggosok punggung tangan kiri dengan jari tangan kanan di sela-sela jari tangan kiri dan sebaliknya
  • Gosok kedua telapak tangan dengan jari-jari saling bertautan (untuk membersihkan sela-sela jari)
  • Gosok jari-jari sisi dalam kedua tangan dengan posisi tangan saling mengunci
  • Gosok ibu jari kiri dengan cara diputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya
  • Gosok dengan memutar ujung jari kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya
  • Tangan anda sekarang sudah bersih

Langkah-langkah Melakukan Cuci Tangan (Handwash)

  • Basahi tangan dengan air mengalir
  • Ambil sabun dengan jumlah yang cukup untuk menutupi seluruh permukaan telapak tangan
  • Gosok kedua telapak tangan
  • Telapak tangan kanan menggosok punggung tangan kiri dengan jari tangan kanan di sela-sela jari tangan kiri dan sebaliknya
  • Gosok kedua telapak tangan dengan jari-jari saling bertautan (untuk membersihkan sela-sela jari)
  • Gosok jari-jari sisi dalam kedua tangan dengan posisi tangan saling mengunci
  • Gosok ibu jari kiri dengan cara diputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya
  • Gosok dengan memutar ujung jari kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya
  • Bilas dengan air mengalir
  • Keringkan tangan dengan tissue atau handuk sekali pakai
  • Gunakan tissue atau handuk sekali pakai untuk mematikan keran air
  • Tangan anda sekarang sudah bersih

Untuk membantu mengingat urutan cuci tangan, dapat dihafalkan TePung Selaci Puput yang merupakan mnemonic dari:

  • Telapak Tangan

  • Punggung Tangan

  • Sela-sela Jari

  • Kunci jari-jari sisi dalam kedua tangan

  • Putar ibu jari tangan kiri dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya

  • Putar ujung jari tangan kanan yang dirapatkan pada telapak tangan kanan dan sebaliknya

Peletakan Cairan Antimikroba Berbahan Dasar Alkohol

  • Di ujung tempat tidur setiap pasien
  • Pada troli bergerak yang berisi obat atau alat kesehatan
  • Area yang memiliki tingkat mobilisasi staff kesehatan yang tinggi (ruang obat, ruang suster)
  • Ruang pemeriksaan, ruang pasien rawat jalan
  • Pintu masuk ke setiap bangsal, klinik rawat jalan dan departemen
  • Area publik; ruang tunggu, area resepsionis, di samping pintu lift. [2]

Penggunaan Sarung Tangan

Penggunaan sarung tangan tidak menggantikan kegiatan membersihkan tangan

Indikasi penggunaan sarung tangan:

  • Mengurangi resiko kontaminasi dokter dan tenaga kesehatan dari darah dan cairan tubuh lainnya
  • Mencegah transmisi dari mikroorganisme infeksius dari tangan dokter dan petugas kesehatan ke lingkungan, ke pasien dan juga dari satu pasien ke pasien lainnya.
  • Digunakan ketika melakukan prosedur invasif
  • Digunakan ketika melakukan kontak dengan daerah steril
  • Digunakan ketika melakukan kontak dengan kulit yang tidak intak dan membran mukosa
  • Digunakan ketika melakukan aktivitas yang dinilai memiliki resiko paparan darah, cairan tubuh, sekresi dan ekskresi cairan lainnya. [2]

Sarung tangan diganti ketika:

  • Selesai melakukan perawatan pada satu pasien dan akan melakukan perawatan ke pasien lain
  • Selesai melakukan prosedur di satu bagian tubuh pasien dan akan melakukan prosedur di bagian tubuh lainnya (di pasien yang sama) untuk mencegah kontaminasi silang (cross-contamination) dari bagian tubuh pasien
  • Interaksi dengan pasien melibatkan alat-alat kesehatan yang dapat dipindahkan dari satu ruangan ke ruangan lain [2]

Membersihkan tangan harus dilakukan:

  • Sebelum memakai sarung tangan
  • Segera setelah melepas sarung tangan
  • Produk untuk membersihkan tangan (hand rub dan sabun) tidak boleh dipakai ketika memakai sarung tangan.

Efek Samping

  • Efek samping yang mungkin terjadi dari pemakaian cairan antimikroba berbahan dasar alkohol adalah dermatitis kontak alergi namun itupun sangat jarang terjadi.
  • Hand rub yang tersedia kini tidak akan menyebabkan iritasi dan kulit kering jika dipakai dengan benar karena sudah mengandung emolien (pelembab). Namun, jika ada luka terbuka atau kulit yang terkelupas akan tetap terasa perih jika menggunakan hand rub berbahan dasar alkohol. [8]

  • Tidak seperti cairan antiseptik atau antibiotik, pemakaian hand rub berbahan dasar alkohol tidak akan menyebabkan resistensi bakteri. [8]

Rekomendasi Lain

Selain mencuci tangan dan pemakaian cairan antimikroba, dokter dan tenaga kesehatan perlu memperhatikan kebersihan kuku jari dengan selalu menjaga panjang kuku tidak lebih dari 0,5cm dan hindari pemakaian cat pewarna kuku.

Referensi