Efikasi dan Keamanan Liraglutide pada Individu Obesitas non Diabetes: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis - Telaah Jurnal Alomedika

Oleh :
dr.Eduward Thendiono, SpPD

The Efficacy and Safety of Liraglutide in The Obese, Non-Diabetic Individuals: A Systematic Review and Meta-Analysis

Pei Zhang, Yu Liu , Yuan Ren, Jie Bai, Guangzhen Zhang, Yuanshan Cui. The Efficacy and Safety of Liraglutide in The Obese, Non-Diabetic Individuals: A Systematic Review and Meta-Analysis. African Health Sciences. 2019;19(3): 2591-2599. doi: https://dx.doi.org/10.4314/ahs.v19i3.35

Abstrak

Latar Belakang: Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa liraglutide mampu memperbaiki toleransi glukosa maupun menurunkan berat badan pada individu dengan diabetes melitus tipe 2. Tetapi, saat ini belum ada meta-analisis yang mengulas tentang keamanan maupun efikasi liraglutide pada individu tanpa diabetes.

Tujuan: Tujuan dari studi ini adalah melakukan meta-analisis untuk mengetahui efikasi maupun keamanan liraglutide pada individu obesitas non-diabetes.

Metode: Kami melakukan tinjauan literatur untuk mengidentifikasi semua hasil publikasi percobaan acak terkontrol (RCT) tentang peran liraglutide dalam penatalaksanaan obesitas pada individu non-diabetes. Pencarian literatur bersumber pada database EMBASE, MEDLINE, dan Cochrane Controlled Trials Register.

Hasil: Hasil pencarian diperoleh lima publikasi dengan total 4754 pasien yang membandingkan liraglutide dengan plasebo. Hasil studi ini menemukan bahwa liraglutide efektif dan aman dalam tata laksana penurunan berat badan pada individu tanpa diabetes. Efikasi end point primer menunjukkan: mean weight loss (MD= -5,52; 95%CI= -5,93 hingga -5,11; p<0,00001), penurunan berat badan > 5% (OR= 5,46; 95%CI= 3,57 hingga 8,34; p<0,00001). Sedangkan efikasi end point sekunder: penurunan SBP (MD= -2,56; 95%CI= -3,28 hingga -1,84; p<0,00001). Penilaian keamanan meliputi proporsi individu yang mengundurkan diri akibat efek samping /AE (OR=2,85; 95%CI= 0,84 hingga 9,62; p=0,009), dengan nausea sebagai efek samping utama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa liraglutide dapat ditolerir dengan baik.

Kesimpulan: Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini mengindikasikan bahwa liraglutide tampaknya efektif dan aman sebagai penatalaksanaan penurunan berat badan pada individu non-diabetes yang mengalami obesitas.

shutterstock_135802118-min

Ulasan Alomedika

Obesitas telah menjadi epidemi global dalam beberapa dekade terakhir. Studi telah menunjukkan bahwa obesitas berkorelasi kuat dengan peningkatan risiko hipertensi, diabetes dan aterosklerosis, yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular, penyebab kematian utama di seluruh dunia. Oleh sebab itu, penatalaksanaan obesitas sudah menjadi prioritas dalam penurunan faktor resiko di atas.

Penatalaksanaan obesitas mencakup modifikasi gaya hidup, obat-obatan, hingga pembedahan bariatrik. Walaupun modifikasi gaya hidup mudah untuk dipraktekkan dalam keseharian, tetapi hal ini sulit untuk dipertahankan dalam jangka waktu yang lama. Saat ini masih sedikit obat-obatan yang dinilai efektif dan aman sebagai pengobatan obesitas karena efek samping dan efikasi nya tidak adekuat terutama untuk pemakaian jangka panjang. Walaupun pembedahan bariatrik dapat menurunkan berat badan secara signifikan, tindakan ini memiliki efek samping serius. Oleh sebab itu, masih diperlukan opsi pengobatan yang mampu menurunkan berat badan secara signifikan dan berkelanjutan dengan minim efek samping.

Saat ini sudah tersedia obat liraglutide. Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa liraglutide mampu menurunkan berat badan secara signifikan pada individu obesitas dengan diabetes tipe 2. Namun, hingga saat ini belum ada meta-analisis yang mengulas mengenai efikasi ataupun aspek keamanan liraglutide dalam penatalaksanaan obesitas pada individu non-diabetes.

Ulasan Metode Penelitian

Peneliti melakukan tinjauan literatur sistematis yang berfokus pada efek liraglutide terhadap penurunan berat badan pada individu obesitas non-diabetes. Sumber pencarian literatur hanya mengikutsertakan data studi RCT yang dipublikasi pada database EMBASE, Medline, dan Cochrane Controlled Trials Register hingga bulan Mei 2018. Penilaian risiko bias dilakukan dengan menerapkan pedoman Cochrane.

Data yang dikumpulkan kemudian dibandingkan untuk penilaian meta-analisis. End point primer yang dinilai adalah mean weight loss dan penurunan berat badan > 5%. Sedangkan end point sekunder adalah penurunan tekanan darah sistolik (SBP). Peneliti menerapkan metode mantel-Haenszel untuk fixed effect model atau metode DerSimonian dan Laird untuk random effect model dalam mengevaluasi mean difference (MD) untuk penilaian data kontinu dan risiko relatif dalam penilaian data dikotomi (dengan konfidens interval 95%). Penilaian inkonsistensi antardata studi menerapkan statistik I2.

Ulasan Hasil Penelitian

Pencarian database menemukan 285 artikel. Namun, hanya 5 RCT (total 4754 pasien) yang memenuhi kriteria inklusi, yang membandingkan penggunaan liraglutide dengan plasebo. Hasil penelitian menemukan bahwa untuk endpoint primer, liraglutide lebih superior daripada plasebo dalam menurunkan berat badan secara signifikan. Baik untuk mean weight loss (MD= -5,52; 95%CI= -5,93 hingga -5,11; p<0,00001) maupun penurunan berat badan > 5% (OR= 5,46; 95%CI= 3,57 hingga 8,34; p<0,00001). Sedangkan pada endpoint sekunder, liraglutide mampu menurunkan SBP secara signifikan daripada plasebo (MD= -2,56; 95%CI= -3,28 hingga -1,84; p<0,00001).

Dalam aspek keamanan, hasil penelitian menunjukkan proporsi individu yang mengundurkan diri akibat efek samping (Adverse Effect-AE) (OR=2,85; 95%CI= 0,84 hingga 9,62; p=0,009), dengan nausea sebagai efek samping utama (OR 5,04; 95%CI= 3,34 hingga 7,6; p<0,00001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa liraglutide dapat ditolerir dengan baik.

Kelebihan Penelitian

Kelebihan penelitian ini terletak pada penerapan metode meta-analisis yang hanya menilai data RCT yang dipublikasi pada database valid. Adapun hasil RCT yang dikumpulkan menunjukkan hasil yang paling update, dengan sebaran populasi dari eropa, amerika serikat, asia, afrika hingga australia. Penelitian ini telah menerapkan penilaian risiko bias maupun inkonsistensi data antar studi.

Limitasi Penelitian

Adapun limitasi penelitian ini terletak pada dua hal utama yakni jumlah artikel publikasi RCT yang masih kurang, dan data efikasi maupun keamanan yang dikumpulkan belum dapat dinilai untuk jangka panjang (durasi pada data RCT paling lama hanya 56 minggu). Selain itu, dari lima RCT yang dikumpulkan hanya satu RCT yang mendapat kualitas A (dengan intention to treat analysis) dan masih terdapat inkonsistensi data antar studi sehingga masih diperlukan tambahan data RCT berkualitas tinggi untuk mengurangi bias hasil publikasi.

Penerapan Hasil Penelitian di Indonesia

Terlepas dari limitasi penelitian yang ditemukan, hasil penelitian ini dapat diterapkan di Indonesia. Liraglutide sudah tersedia dengan harga yang relatif terjangkau di Indonesia (belum dicover oleh asuransi kesehatan nasional).

Pedoman National Institute for Health and Care Excellence (NICE) telah merekomendasikan pemberian liraglutide untuk individu obesitas dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥ 35 kg/m2 dan memiliki risiko tinggi penyakit kardiovaskuler.  Liraglutide telah mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) untuk penatalaksanaan individu obesitas dengan IMT≥ 30 kg/m2 atau IMT≥ 27 kg/m2 dengan salah satu weight related condition.

Referensi