Prognosis Sindrom Zollinger-Ellison
Prognosis pada pasien dengan sindrom Zollinger-Ellison tanpa metastasis cukup baik, yang mana diagnosis dini umumnya menghasilkan kelangsungan hidup 15 tahun sebesar lebih dari 80%. Namun, tingkat kesembuhan jangka panjang diperkirakan kurang dari 20%. Lebih lanjut, komplikasi seperti perforasi abdomen bisa terjadi akibat ulkus peptikum yang timbul pada sindrom Zollinger-Ellison.[7]
Komplikasi
Komplikasi ulseratif yang paling serius meliputi perforasi abdomen, yang paling sering terjadi di duodenum dan jejunum. Ulkus peptikum yang terjadi pada sindrom Zollinger-Ellison juga bisa menyebabkan perdarahan gastrointestinal. Refluks asam yang berkepanjangan dapat menyebabkan striktur esofagus, yang bermanifestasi sebagai disfagia dan komplikasi refluks lainnya.[2,7]
Pada pasien dengan MEN-1/ZES, terdapat peningkatan risiko signifikan untuk mengembangkan karsinoid lambung akibat stimulasi kronis sel enterochromaffin-like oleh hipergastrinemia, dan meningkatkan risiko komplikasi gastric outlet obstruction (GOO). Selain itu, terapi PPI jangka panjang dapat menyebabkan defisiensi vitamin B12 sehingga memerlukan pemantauan rutin dan suplementasi.[3,7]
Prognosis
Prognosis sindrom Zollinger-Ellison cukup baik apabila belum terjadi metastasis, terutama bila diagnosis ditegakkan secara dini dan pasien mendapatkan pengendalian hipersekresi asam lambung serta terapi definitif yang sesuai.
Dengan tata laksana, angka harapan hidup meningkat secara bermakna, dengan lebih dari 80% pasien bertahan hidup hingga 15 tahun setelah diagnosis. Meskipun demikian, angka kesembuhan jangka panjang diperkirakan masih kurang dari 20% sehingga sebagian besar pasien memerlukan terapi antisekretori jangka panjang, bahkan seumur hidup, disertai pemantauan berkala.
Komplikasi berat seperti perforasi saluran cerna, GOO, atau striktur esofagus terjadi pada kurang dari 5% pasien. Prognosis menjadi lebih buruk pada pasien dengan metastasis, terutama metastasis ekstrahepatik, tumor derajat tinggi (G3), ukuran tumor yang lebih besar, serta usia yang lebih tua saat diagnosis.
Pasien dengan sindrom Zollinger-Ellison yang berhubungan dengan multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN-1) cenderung memiliki overall survival dan progression-free survival yang lebih baik dibandingkan kasus sporadik, meskipun keduanya tetap memerlukan pemantauan jangka panjang terhadap progresivitas penyakit.[7]