Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Sindrom Zollinger-Ellison annisa-meidina 2026-08-20T15:10:07+07:00 2026-08-20T15:10:07+07:00
Sindrom Zollinger-Ellison
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan
  • Panduan e-Prescription

Prognosis Sindrom Zollinger-Ellison

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Prognosis pada pasien dengan sindrom Zollinger-Ellison tanpa metastasis cukup baik, yang mana diagnosis dini umumnya menghasilkan kelangsungan hidup 15 tahun sebesar lebih dari 80%. Namun, tingkat kesembuhan jangka panjang diperkirakan kurang dari 20%. Lebih lanjut, komplikasi seperti perforasi abdomen bisa terjadi akibat ulkus peptikum yang timbul pada sindrom Zollinger-Ellison.[7]

Komplikasi

Komplikasi ulseratif yang paling serius meliputi perforasi abdomen, yang paling sering terjadi di duodenum dan jejunum. Ulkus peptikum yang terjadi pada sindrom Zollinger-Ellison juga bisa menyebabkan perdarahan gastrointestinal. Refluks asam yang berkepanjangan dapat menyebabkan striktur esofagus, yang bermanifestasi sebagai disfagia dan komplikasi refluks lainnya.[2,7]

Pada pasien dengan MEN-1/ZES, terdapat peningkatan risiko signifikan untuk mengembangkan karsinoid lambung akibat stimulasi kronis sel enterochromaffin-like oleh hipergastrinemia, dan meningkatkan risiko komplikasi gastric outlet obstruction (GOO). Selain itu, terapi PPI jangka panjang dapat menyebabkan defisiensi vitamin B12 sehingga memerlukan pemantauan rutin dan suplementasi.[3,7]

Prognosis

Prognosis sindrom Zollinger-Ellison cukup baik apabila belum terjadi metastasis, terutama bila diagnosis ditegakkan secara dini dan pasien mendapatkan pengendalian hipersekresi asam lambung serta terapi definitif yang sesuai.

Dengan tata laksana, angka harapan hidup meningkat secara bermakna, dengan lebih dari 80% pasien bertahan hidup hingga 15 tahun setelah diagnosis. Meskipun demikian, angka kesembuhan jangka panjang diperkirakan masih kurang dari 20% sehingga sebagian besar pasien memerlukan terapi antisekretori jangka panjang, bahkan seumur hidup, disertai pemantauan berkala.

Komplikasi berat seperti perforasi saluran cerna, GOO, atau striktur esofagus terjadi pada kurang dari 5% pasien. Prognosis menjadi lebih buruk pada pasien dengan metastasis, terutama metastasis ekstrahepatik, tumor derajat tinggi (G3), ukuran tumor yang lebih besar, serta usia yang lebih tua saat diagnosis.

Pasien dengan sindrom Zollinger-Ellison yang berhubungan dengan multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN-1) cenderung memiliki overall survival dan progression-free survival yang lebih baik dibandingkan kasus sporadik, meskipun keduanya tetap memerlukan pemantauan jangka panjang terhadap progresivitas penyakit.[7]

Referensi

2. Anton Alekseevich T., Artem Sosovich K., Gunel Mardankyzy I., et al. Zollinger-Ellison Syndrome: An Overview. Journal of Neonatal Surgery ISSN. 2025 pp. 164–176. https://www.jneonatalsurg.compg.164ORCID:https://orcid.org/0009-0009-7903-0272
3. Metelski J., Metelska A., Sereda D., Nieścior H., Szwed M. Zollinger-Ellison Syndrome - review. Journal of Education, Health and Sport. 2022; 12(8): 523–532. DOI:10.12775/JEHS.2022.12.08.055
7. Roy PK. Zollinger-Ellison Syndrome. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/183555-overview?icd=login_success_email_match_norm

Penatalaksanaan Sindrom Zollinge...
Edukasi dan Promosi Kesehatan Si...

Artikel Terkait

  • Latihan Pernapasan Diafragma untuk Penatalaksanaan Gastroesophageal Reflux Disease
    Latihan Pernapasan Diafragma untuk Penatalaksanaan Gastroesophageal Reflux Disease
  • Peran Obat Sitoprotektor pada GERD dan Gastritis
    Peran Obat Sitoprotektor pada GERD dan Gastritis
  • Dispepsia – Panduan E-Prescription Alomedika
    Dispepsia – Panduan E-Prescription Alomedika
  • Penyebab dan Manajemen Hematemesis pada Anak
    Penyebab dan Manajemen Hematemesis pada Anak
  • Makanan Alternatif untuk Pasien GERD: Menjelajahi Potensi Nasi Jagung dan Nasi Singkong
    Makanan Alternatif untuk Pasien GERD: Menjelajahi Potensi Nasi Jagung dan Nasi Singkong

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 12 Desember 2025, 08:01
GERD Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Nasinya yang Salah!
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!Segera ikuti penjelasan dr.Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK terkait gizi penderita GERD dengan klik link ini:...
Anonymous
Dibalas 23 Agustus 2025, 09:46
Pemberian omeprazole untuk ibu hamil
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO Dokter. Saya memiliki ibu hamil 3 bln yang menderita gerd, apakah diberikan omeprasole aman?
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 20 November 2025, 11:28
Ubah Pola Makan GERD: Pilih Serat Tinggi, Kurangi Glukosa!
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
6 Balasan
ALO Dokter!Manajemen GERD tidak hanya terapi medikamentosa, tetapi juga berfokus kepada manajemen non-medikamentosa. Salah satu modifikasi gaya hidup yang...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.