Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Tamponade Jantung adira-deandra-chairie 2023-06-23T14:49:58+07:00 2023-06-23T14:49:58+07:00
Tamponade Jantung
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Tamponade Jantung

Oleh :
dr. Mia Amelia Mutiara Salikim
Share To Social Media:

Etiologi tamponade jantung adalah akumulasi cairan perikardium (efusi perikardium). Efusi dapat berupa serosa, pus, darah, sumbatan, atau gas, yang dapat terjadi pada keganasan, inflamasi, trauma, ruptur jantung, atau diseksi aorta.[1,2]

Etiologi

Pada praktik klinis, etiologi paling sering meliputi intervensi kardiak perkutan (mencapai 36% dari seluruh kasus), keganasan (mencapai 23%), penyebab infeksi atau inflamasi (mencapai 15%) dan komplikasi mekanis dari infark miokardium (mencapai 12%). Penyebab mengancam nyawa dari tamponade jantung adalah diseksi aorta, dilaporkan terdapat 76 dari 308 kasus (24,7%) merupakan diseksi aorta akut tipe A.[1]

Jenis keganasan yang paling sering menyebabkan tamponade jantung adalah kanker paru, kanker payudara, kanker esofagus, melanoma, leukemia, dan limfoma. Mesothelioma, fibrosarkoma, dan limfangioma juga dapat menyebabkan keganasan perikardium, meskipun kasusnya sangat jarang.[5]

Faktor Risiko

Faktor risiko tamponade jantung adalah penderita gagal ginjal stadium akhir, riwayat gagal jantung kongestif, infeksi tuberkulosis atau HIV, penyakit autoimun, atau keganasan. Sementara, risiko tamponade jantung iatrogenik lebih tinggi pada pasien perempuan dan penggunaan antikoagulan.

Kesalahan dalam Tindakan Operasi

Terdapat faktor risiko akibat kesalahan dalam tindakan operasi. Distraksi, kurangnya keterampilan tindakan, serta dokter yang melakukan tindakan lebih dari satu prosedur adalah contoh yang dapat meningkatkan risiko kesalahan tersebut.[7]

Jenis Kelamin Perempuan

Wanita memiliki angka insidensi tamponade jantung hampir dua kali lipat dari laki-laki. Hal ini terjadi karena memiliki ukuran atrium kiri yang lebih kecil, sehingga meningkatkan risiko perforasi akibat pungsi transseptal pada tindakan ablasi kateter.[6]

Penggunaan Antikoagulan

Risiko tamponade jantung iatrogenik meningkat dengan penggunaan antikoagulan oral maupun antikoagulan intraprosedur. Tamponade jantung terjadi pada 2,5‒11% pasien yang menggunakan antikoagulan oral.[8,9]

Referensi

1. Imazio M, De Ferrari GM. Cardiac tamponade: an educational review. Eur. Heart J. Acute Cardiovasc. Care 2021;10:102–9.
2. Adler Y, Charron P, et al. 2015 ESC Guidelines for the diagnosis and management of pericardial diseases: The Task Force for the Diagnosis and Management of Pericardial Diseases of the European Society of Cardiology (ESC)Endorsed by: The European Association for Cardio-Thoracic Surgery (EACTS). Eur. Heart J. 2015;36:2921–64.
6. Cappato R. Catheter Ablation of Atrial Fibrillation. JACC Clin. Electrophysiol. 2020;6:646–8.
7. Alsenan AK, Al Dhneem HN, et al. Iatrogenic Causes of Cardiac Tamponade Resulting From Surgical Procedures: An Overview. Cureus 2023;15:e33773.
8. Adamczyk M, Wasilewski J, et al. Pericardial tamponade as a complication of invasive cardiac procedures: a review of the literature. Postępy W Kardiologii Interwencyjnej Adv. Interv. Cardiol. 2019;15:394–403.
9. Sheikh AB, Shah I, et al. Hemopericardium in the Setting of Direct Oral Anticoagulant Use: An Updated Systematic Review. Cardiovasc. Revasc. Med. 2022;39:73–83.

Patofisiologi Tamponade Jantung
Epidemiologi Tamponade Jantung
Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas kemarin, 14:54
Ikuti Channel “Perlindungan Kulit Sensitif dan Berjerawat” & Raih 500 Alomedika Point
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Ikuti langkah ini, ya: Klik link (dari aplikasi/HP) berikut: https://alomedika.page.link/qmhW Lalul klik “+Ikuti”Dapatkan informasi terkini...
Anonymous
Dibalas kemarin, 12:56
Kasus kulit pada anak 5 tahun yang timbul warna tidak rata di sekitar mulut dan hidung
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter. Izin berdiskusi dokter.Seorang anak laki-laki, usia 5 tahun, mengeluhkan timbul warna tidak rata di sekitar mulut dan hidung membentuk bulatan....
dr.Handalia Elmazane
Dibalas 23 April 2026, 08:18
Bercak putih pada anak 6 tahun
Oleh: dr.Handalia Elmazane
4 Balasan
Alo dokter. Saya mempunyai pasien anak usia 6 tahun, dengan keluhan timbul bercak putih di dagu sekitar 3 minggu ini. Tidak ada gatal, lama kelamaan bercak...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.