Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Retinol general_alomedika 2026-03-16T14:07:24+07:00 2026-03-16T14:07:24+07:00
Retinol
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Retinol

Oleh :
dr.Bedry Qintha
Share To Social Media:

Pengawasan klinis penggunaan retinol oral berfokus pada pencegahan dan deteksi dini hipervitaminosis A. Evaluasi awal sebaiknya mencakup penilaian status gizi, riwayat konsumsi suplemen lain yang mengandung vitamin A, fungsi hati, serta status kehamilan pada wanita usia reproduktif.

Selama terapi dosis tinggi atau jangka panjang, pasien perlu dipantau terhadap gejala toksisitas seperti sakit kepala persisten, mual, gangguan penglihatan, nyeri tulang dan sendi, kulit kering berlebihan, serta tanda hepatotoksisitas. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan fungsi hati dan kadar retinol serum dapat dipertimbangkan, terutama pada pasien dengan komorbid hepatik.

Pada wanita usia reproduksi, jelaskan mengenai risiko teratogenisitas terkait retinol. Sampaikan pula bahwa konsumsi kontrasepsi oral telah dikaitkan dengan peningkatan konsentrasi vitamin A serum.

Pada penggunaan topikal, pengawasan klinis terutama ditujukan pada tolerabilitas dan kepatuhan terhadap fotoproteksi. Evaluasi perlu menilai adanya eritema, deskuamasi, dermatitis iritan, atau eksaserbasi kondisi kulit seperti rosasea. Penyesuaian frekuensi aplikasi, konsentrasi, atau kombinasi dengan pelembap dapat dilakukan bila muncul iritasi signifikan.

Lakukan edukasi terhadap pasien mengenai penggunaan retinol secara bertahap (step up), yang mana retinol digunakan dalam dosis rendah dan frekuensi rendah dulu, sebelum dinaikkan secara perlahan. Jelaskan bahwa pasien bisa mencegah iritasi kulit dengan penggunaan pelembab dan pembersih wajah (cleanser) yang lembut. Penggunaan tabir surya penting untuk meminimalkan fotosensitivitas.[4,6,15-17]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Reren Ramanda

Referensi

4. National Center for Biotechnology Information (2026). PubChem Compound Summary for CID 445354, Retinol. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Retinol.
6. ASHP. Vitamin A ( Monograph). 2026. https://www.drugs.com/monograph/vitamin-a.html
15. Barbieri, JS. Acne Vulgaris Treatment and Management. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/1069804-treatment#d6
16. Milosheska D, Roškar R. Use of Retinoids in Topical Antiaging Treatments: A Focused Review of Clinical Evidence for Conventional and Nanoformulations. Adv Ther. 2022 Dec;39(12):5351-5375. doi: 10.1007/s12325-022-02319-7.
17. Griffiths TW, Watson REB, Langton AK. Skin ageing and topical rejuvenation strategies. Br J Dermatol. 2023 Oct 30;189(Suppl 1):i17-i23. doi: 10.1093/bjd/ljad282.

Kontraindikasi dan Peringatan Re...

Artikel Terkait

  • Waspada dalam Suplementasi Vitamin A
    Waspada dalam Suplementasi Vitamin A
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 02 September 2025, 22:13
Apakah Vit. A 2000 IU bisa dipakai untuk pasien campak?
Oleh: Anonymous
0 Balasan
Alo dokter izin bertanya, terkait anak usia 8 tahun yg menderita campak saya menyarankan utk pemberian vit A 200.000 iu utk 2 hari. Namun sedian tersedia vit...
Anonymous
Dibalas 07 November 2024, 14:25
Dosis vitamin A pada campak
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dok.Izin bertanya.Dalam hal pemberian vitamin A untuk campak pd anak usia dibawah 6 bulan. Sebanyak 50.000IU/ hari diberi 2 dosis.Sedgkan sediaan di pkm...
Anonymous
Dibalas 12 April 2023, 12:22
Pemberian vitamin A pada anak yang terkena campak
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Izin bertanyaSeornag anak usia 2 tahun terkena Campak, pasien sudah mendapatkan vitamin A 2 bulan yang lalu di posyandu,Apakah dalam terapi campak tetap...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.