Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi dan Dosis Retinol general_alomedika 2026-03-16T14:08:39+07:00 2026-03-16T14:08:39+07:00
Retinol
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Indikasi dan Dosis Retinol

Oleh :
dr.Bedry Qintha
Share To Social Media:

Indikasi retinol adalah defisiensi vitamin A, serta untuk terapi acne vulgaris dan perawatan tanda penuaan kulit seperti keriput dan hiperpigmentasi. Dosis vitamin A dalam bentuk retinol oral yang digunakan dalam pencegahan defisiensi vitamin A masal di Indonesia adalah 100.000-200.000 IU. Sementara itu, dosis retinol topikal bervariasi, umumnya digunakan dalam konsentrasi 0,1-1% satu kali seminggu atau lebih.[3,6,12,13,16,17]

Defisiensi Vitamin A

Retinol diindikasikan untuk terapi dan pencegahan defisiensi vitamin A, termasuk manifestasi klinis seperti xerophthalmia. Suplementasi juga direkomendasikan pada pasien dengan gangguan absorpsi lemak atau kelainan penyimpanan dan transport vitamin A, seperti sindrom malabsorpsi dan abetalipoproteinemia.

Suplementasi vitamin A perlu mewaspadai risiko hipervitaminosis. Meski begitu, berdasarkan rekomendasi WHO, UNICEF, dan International Vitamin A Consultative Group (IVACG), suplementasi dosis tinggi diberikan secara periodik pada populasi berisiko tinggi di negara berkembang seperti Indonesia, serta diberikan segera pada kasus defisiensi vitamin A dengan xerophthalmia aktif karena risiko destruksi kornea yang mengancam penglihatan.[6]

Dosis Anak

Pada anak usia >8 tahun dengan defisiensi vitamin A, dosis awal retinol diberikan 100.000 IU/hari selama 3 hari, dilanjutkan 50.000 IU/hari selama 2 minggu, kemudian 10.000–20.000 IU/hari selama 2 bulan sebagai fase pemeliharaan untuk memulihkan cadangan hepatik dan kadar serum.[6]

Di Indonesia, retinol digunakan untuk pencegahan masal defisiensi vitamin A sebagai bagian dari program nasional. Obat ini diberikan pada balita setiap bulan Februari dan Agustus melalui Puskesmas dan Posyandu. Dosis yang digunakan adalah:

  • Retinol 100.000 IU untuk bayi usia 6-11 bulan (kapsul biru)
  • Retinol 200.000 IU untuk anak 12-59 bulan dan ibu nifas (kapsul merah).[3,12,13]

Tabel 1. Kebutuhan Asupan Harian Vitamin A pada Anak dan Dewasa

Usia Dosis Usia Dosis
Bayi ≤6 bulan 400 µg (1320 IU) Wanita 14-18 tahun 700 µg (2310 IU)
7-12 bulan 500 µg (1650 IU) Pria 14-18 tahun 900 µg (3000 IU)
1-3 tahun 300 µg (1000 IU) Wanita ≥19 tahun 700 µg (2310 IU)
4-8 tahun 400 µg (1320 IU) Pria ≥19 tahun 900 µg (3000 IU)
9-13 tahun 600 µg (2000 IU)

Sumber: dr. Bedry Qintha, Alomedika, 2026.[6]

Dosis Dewasa

Pada pasien dewasa dengan defisiensi vitamin A, regimen yang direkomendasikan serupa, yaitu 100.000 IU/hari selama 3 hari, diikuti 50.000 IU/hari selama 2 minggu, kemudian 10.000–20.000 IU/hari selama 2 bulan.[6]

Perhatian Khusus

Dosis tinggi tidak digunakan secara rutin. Terapi vitamin A juga harus mempertimbangkan risiko toksisitas hipervitaminosis A. Retinol juga perlu digunakan secara hati-hati pada ibu hamil karena adanya risiko paparan pada janin yang menyebabkan deformitas.[4,6]

Campak

Setiap anak yang terdiagnosis campak perlu mendapat 2 dosis vitamin A (retinol) secara oral dengan interval 24 jam. Pemberian retinol oral bertujuan untuk menurunkan risiko komplikasi okular dan mortalitas akibat campak.

Dosis yang dianjurkan adalah:

  • 000 IU untuk anak usia ≥12 bulan
  • 000 IU untuk usia 6–11 bulan
  • 000 IU untuk usia <6 bulan.

Tambahan dosis retinol oral bisa diberikan 2–4 minggu kemudian pada:

  • Anak dengan defisiensi vitamin A sebelumnya, atau
  • Anak yang mengalami komplikasi mata terkait campak.[18-20]

Acne Vulgaris

Retinol dan retinoid lainnya masih menjadi terapi pilihan pada penanganan acne vulgaris. Efek penggunaan retinoid pada acne adalah sebagai komedolitik, antiinflamasi, serta untuk menormalisasi hiperproliferasi dan hiperkeratinisasi folikular.

Sediaan retinol memiliki beberapa kekuatan, tetapi biasanya digunakan dari potensi terendah terlebih dulu dan bisa ditingkatkan perlahan sesuai kebutuhan. Beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan retinol 0,15% efektif dalam mengatasi hiperpigmentasi pasca acne.

Jika pasien menggunakan retinol, maka pembersih wajah atau cleanser yang dipakai sebaiknya yang bersifat lembut untuk mengurangi iritasi. Pasien juga perlu diminta untuk tidak menggosok wajah terlalu keras, serta tidak memecahkan jerawat dengan tangan. Tabir surya perlu digunakan untuk mengatasi efek fotosensitivitas akibat retinol.[15,21]

Photoaging

Retinol topikal digunakan dalam tata laksana photoaging karena mampu meningkatkan proliferasi dan diferensiasi epidermis serta merangsang sintesis asam hyaluronat, kolagen tipe I dan III, dan elastin. Efeknya adalah memperbaiki keriput halus, tekstur kulit, dan elastosis akibat paparan UV kronis. Berbagai uji klinis menunjukkan perbaikan parameter penuaan kulit setelah penggunaan retinol, meskipun banyak studi memiliki keterbatasan metodologis.

Konsentrasi retinol dalam produk topikal untuk wajah dan tangan umumnya berkisar 0,075–0,5%. Studi komparatif menunjukkan bahwa formulasi retinol 0,25–1% dapat memberikan efikasi yang setara dengan tretinoin 0,025–0,1% bila digunakan dengan protokol step-up (pemberian dimulai dari dosis rendah dan ditingkatkan bertahap) dan dikombinasikan dengan pelembap untuk meningkatkan tolerabilitas.[16,17,22]

 

Penulisan pertama oleh: dr. Reren Ramanda

Referensi

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Mediakom. 2024. https://kemkes.go.id/app_asset/file_content_download/171082666965f924ad8f8e89.10112943.pdf
4. National Center for Biotechnology Information (2026). PubChem Compound Summary for CID 445354, Retinol. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Retinol.
6. ASHP. Vitamin A ( Monograph). 2026. https://www.drugs.com/monograph/vitamin-a.html
12. Badan POM RI. Vitamin A. 2015. http://pionas.pom.go.id/obat/vitamin-0
13. Badan POM RI. Vitamin A C dan D untuk anak. 2015. http://pionas.pom.go.id/monografi/vitamin-d-c-untuk-anak
15. Barbieri, JS. Acne Vulgaris Treatment and Management. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/1069804-treatment#d6
16. Milosheska D, Roškar R. Use of Retinoids in Topical Antiaging Treatments: A Focused Review of Clinical Evidence for Conventional and Nanoformulations. Adv Ther. 2022 Dec;39(12):5351-5375. doi: 10.1007/s12325-022-02319-7.
17. Griffiths TW, Watson REB, Langton AK. Skin ageing and topical rejuvenation strategies. Br J Dermatol. 2023 Oct 30;189(Suppl 1):i17-i23. doi: 10.1093/bjd/ljad282.
18. WHO. Measles. December 2019. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/measles
19. Stinchfield PA, Orenstein WA. Vitamin A for the management of measles in the United States. Infectious Disease in Clinical Practice. 2020;28(4):181-187. Doi: 10.1097/IPC.0000000000000873
20. IDI. Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan kesehatan primer. 2017.
21. Callender VD, Baldwin H, Cook-Bolden FE, Alexis AF, Stein Gold L, Guenin E. Effects of Topical Retinoids on Acne and Post-inflammatory Hyperpigmentation in Patients with Skin of Color: A Clinical Review and Implications for Practice. Am J Clin Dermatol. 2022 Jan;23(1):69-81. doi: 10.1007/s40257-021-00643-2.
22. Zasada M, Budzisz E. Randomized parallel control trial checking the efficacy and impact of two concentrations of retinol in the original formula on the aging skin condition: Pilot study. J Cosmet Dermatol. 2020 Feb;19(2):437-443. doi: 10.1111/jocd.13040.

Formulasi Retinol
Efek Samping dan Interaksi Obat ...

Artikel Terkait

  • Waspada dalam Suplementasi Vitamin A
    Waspada dalam Suplementasi Vitamin A
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 02 September 2025, 22:13
Apakah Vit. A 2000 IU bisa dipakai untuk pasien campak?
Oleh: Anonymous
0 Balasan
Alo dokter izin bertanya, terkait anak usia 8 tahun yg menderita campak saya menyarankan utk pemberian vit A 200.000 iu utk 2 hari. Namun sedian tersedia vit...
Anonymous
Dibalas 07 November 2024, 14:25
Dosis vitamin A pada campak
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dok.Izin bertanya.Dalam hal pemberian vitamin A untuk campak pd anak usia dibawah 6 bulan. Sebanyak 50.000IU/ hari diberi 2 dosis.Sedgkan sediaan di pkm...
Anonymous
Dibalas 12 April 2023, 12:22
Pemberian vitamin A pada anak yang terkena campak
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Izin bertanyaSeornag anak usia 2 tahun terkena Campak, pasien sudah mendapatkan vitamin A 2 bulan yang lalu di posyandu,Apakah dalam terapi campak tetap...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.