Formulasi Retinol
Formulasi retinol adalah dalam bentuk sediaan topikal dan sediaan oral. Sediaan topikal mencakup retinol yang memerlukan resep, sediaan over the counter (OTC), serta sediaan yang digabungkan dalam produk skincare. Sediaan retinol oral berupa kapsul lunak vitamin A berwarna biru dan merah yang digunakan untuk suplementasi masal di Indonesia.[3,9]
Bentuk Sediaan
Retinol tersedia dalam bentuk oral dan topikal.[3,9]
Sediaan Oral
Kapsul lunak vitamin A di Indonesia berisikan retinol dan digunakan dalam program pemerintah untuk pencegahan masal defisiensi vitamin A. Suplementasi ini umumnya diberikan di Puskesmas dan Posyandu pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya.
- Kapsul biru berisikan retinol 100.000 IU, digunakan untuk bayi usia 6-11 bulan
- Kapsul merah berisikan retinol 200.000 IU, digunakan untuk anak 12-59 bulan dan ibu nifas.[3,12,13]
Selain itu, vitamin A dalam bentuk retinol juga banyak tersedia dalam kombinasi dengan vitamin dan mineral lainnya, seperti vitamin C dan vitamin D.[13]
Sediaan Topikal
Retinol juga tersedia dalam bentuk topikal, termasuk sediaan over the counter (OTC), yang populer digunakan untuk penanganan acne vulgaris dan tanda penuaan seperti keriput dan hiperpigmentasi.
Konsentrasi sediaan retinol bervariasi, yang mana retinol OTC umumnya memiliki konsentrasi mulai dari 0,1% hingga 1% dan bisa tersedia dalam bentuk retinol, retinaldehida, atau retinal. Konsentrasi retinol yang lebih tinggi umumnya memerlukan resep dokter atau digunakan di klinik di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Selain itu, ada pula sediaan retinol yang dikombinasikan dengan agen perawatan kulit lain, seperti asam hyaluronat dan niacin.[9]
Cara Penggunaan
Retinol sediaan oral sebaiknya dikonsumsi bersama makanan karena penyerapan vitamin A dipengaruhi oleh protein dan lemak dari makanan.[14]
Retinol topikal diaplikasikan tipis pada kulit yang kering (tidak lembap atau basah). Terapi umumnya dimulai secara bertahap, misalnya setiap dua atau tiga hari sekali pada konsentrasi rendah, kemudian frekuensi penggunaan dan konsentrasi retinol bisa ditingkatkan sesuai toleransi.
Pada penggunaan retinol topikal, penting untuk menganjurkan pasien agar menggunakan pelembap dan tabir surya harian untuk mengurangi iritasi dan fotosensitivitas. Cara lain mengurangi iritasi adalah dengan menggunakan pembersih wajah (cleanser) yang lembut, serta tidak menggosok wajah terlalu keras.[15-17]
Cara Penyimpanan
Retinol bersifat tidak stabil jika terpapar udara dan cahaya langsung. Retinol juga sebaiknya disimpan di tempat yang suhunya tidak melebihi 40°C. Suhu terbaik adalah antara 15-30°C.[4,6]
Penulisan pertama oleh: dr. Reren Ramanda