Kontraindikasi dan Peringatan Retinol
Kontraindikasi retinol adalah pemberian pada pasien dengan kelebihan vitamin A atau hipervitaminosis. Peringatan penggunaan diperlukan pada ibu hamil dan menyusui, karena penggunaan melebihi dosis yang dianjurkan bisa menyebabkan efek buruk pada janin dan bayi.[4,6]
Kontraindikasi
Kontraindikasi penggunaan retinol sistemik adalah kehamilan karena risiko teratogenisitas yang signifikan, termasuk malformasi kraniofasial, kardiak, dan sistem saraf pusat akibat gangguan regulasi gen embrional.
Retinol juga dikontraindikasikan pada pasien dengan hipervitaminosis A atau riwayat toksisitas vitamin A. Obat ini juga tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap retinol atau komponen lain dalam sediaan.[4,6]
Peringatan
Pada penggunaan oral, retinol harus diberikan dengan kewaspadaan karena risiko toksisitas bergantung dosis. Hipervitaminosis A dapat terjadi akut maupun kronis, yakni toksisitas akut pada dosis tunggal melebihi 25.000 IU atau toksisitas kronik pada dosis melebihi 4000 IU/kg/hari selama 6-15 bulan. Pemantauan dianjurkan pada pasien dengan gangguan hati, gangguan ginjal, konsumsi alkohol berlebih, atau terapi bersamaan dengan retinoid lain.
Wanita usia reproduktif perlu mendapat konseling mengenai potensi teratogenisitas dan batas asupan harian retinol. Jelaskan pentingnya menghindari penggunaan bersamaan dengan suplemen lain yang mengandung vitamin A untuk mencegah akumulasi toksik.
Pada penggunaan topikal, retinol dapat menyebabkan iritasi kulit berupa eritema, rasa terbakar, kulit kering, dan deskuamasi, terutama pada fase awal terapi. Oleh karena itu, dianjurkan inisiasi bertahap dan penggunaan pelembap untuk meningkatkan tolerabilitas. Retinol juga meningkatkan fotosensitivitas sehingga pasien harus menggunakan tabir surya.[4,6,14,17,22]
Penulisan pertama oleh: dr. Reren Ramanda