Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • AlomedikaAI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Formulasi Prochlorperazine annisa-meidina 2026-07-21T11:51:16+07:00 2026-07-21T11:51:16+07:00
Prochlorperazine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Formulasi Prochlorperazine

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Formulasi prochlorperazine adalah sebagai sediaan oral dan injeksi. Untuk penggunaan oral, tablet biasanya dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Injeksi bisa diberikan melalui intramuskular dan intravena. Penyimpanan yang dianjurkan adalah pada suhu ruang sekitar 20–25°C.[1-3]

Bentuk Sediaan

Prochlorperazine tersedia dalam beberapa bentuk sediaan. Tablet oral tersedia dalam kekuatan 5 mg dan 10 mg. Larutan injeksi prochlorperazine edisilat tersedia dalam konsentrasi 5 mg/mL. Selain itu, ada pula sediaan supositoria rektal 25 mg.[2,3,5]

Cara Penggunaan

Prochlorperazine dapat diberikan melalui beberapa rute administrasi, yaitu oral, intramuskular (IM), intravena (IV), dan rektal, dengan pemilihan rute disesuaikan dengan kondisi klinis pasien.[2,5]

Pemilihan Sediaan Menurut Kondisi Klinis

Sediaan oral diberikan dalam bentuk tablet dan umumnya digunakan untuk terapi lanjutan atau kondisi yang tidak memerlukan efek segera. Pada pasien dengan gejala berat, terutama bila diperlukan kontrol gejala yang cepat atau pasien tidak dapat menggunakan obat per oral, dapat digunakan sediaan parenteral.

Untuk gangguan psikotik berat, terapi sering diawali dengan pemberian IM untuk memperoleh kontrol gejala yang lebih cepat, kemudian dilanjutkan dengan terapi oral setelah kondisi pasien stabil. Selain itu, prochlorperazine juga tersedia dalam bentuk supositoria rektal yang dapat menjadi alternatif pada pasien yang mengalami mual dan muntah berat sehingga tidak dapat menelan obat.[2,5]

Sediaan Oral

Pemberian sediaan prochlorperazine oral bisa dilakukan dengan atau tanpa makanan.[1]

Sediaan Injeksi

Sediaan injeksi prochlorperazine edisilat dapat diberikan melalui injeksi IM dalam (deep IM injection), injeksi IV langsung, atau infus IV. Injeksi IM dianjurkan diberikan secara dalam pada kuadran atas luar otot gluteus maximus, sedangkan pemberian subkutan tidak direkomendasikan karena berisiko menyebabkan iritasi lokal.

Untuk pemberian IV, larutan dapat diberikan tanpa pengenceran atau setelah diencerkan dalam larutan isotonik, namun harus diberikan secara perlahan dengan kecepatan tidak melebihi 5 mg/menit dan tidak boleh diberikan sebagai injeksi bolus cepat. Setelah pemberian IV, pasien dianjurkan tetap dalam posisi terlentang dan dipantau setidaknya selama 30 menit untuk mengurangi risiko hipotensi.

Pada pasien lanjut usia yang kurus atau mengalami penurunan massa otot, pemberian IM sebaiknya dihindari bila memungkinkan karena dapat menimbulkan nyeri serta menyebabkan absorpsi yang tidak menentu.[2,5]

Cara Penyimpanan

Prochlorperazine harus disimpan pada suhu ruang 20–25°C untuk seluruh bentuk sediaannya. Tablet oral disimpan pada suhu tersebut dan harus dilindungi dari cahaya untuk menjaga stabilitas obat. Sediaan injeksi juga disimpan pada suhu 20–25°C, terlindung dari cahaya, serta tidak boleh dibekukan karena pembekuan dapat memengaruhi kualitas dan stabilitas sediaan.

Sementara itu, supositoria rektal disimpan pada suhu 20–25°C dan harus tetap berada dalam kemasan pembungkusnya hingga saat akan digunakan untuk melindungi sediaan dari kerusakan fisik dan pengaruh lingkungan.[2]

Referensi

1. MIMS. Prochlorperazine. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/prochlorperazine?mtype=generic
2. ASHP. Prochlorperazine. 2025. https://www.drugs.com/monograph/prochlorperazine-systemic-sedative.html
3. National Center for Biotechnology Information (2026). PubChem Compound Summary for CID 4917, Prochlorperazine. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Prochlorperazine.
5. Din L, Preuss CV. Prochlorperazine. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537083/

Farmakologi Prochlorperazine
Indikasi dan Dosis Prochlorperazine

Artikel Terkait

  • Profilaksis Migraine: Pemilihan Pasien dan Jenis Terapi
    Profilaksis Migraine: Pemilihan Pasien dan Jenis Terapi
  • Hubungan Antara Migraine dan Stroke
    Hubungan Antara Migraine dan Stroke
  • Pilihan Terapi pada Migrain Menstrual
    Pilihan Terapi pada Migrain Menstrual
  • Aspirin Dosis Tinggi sebagai Terapi Migraine Akut
    Aspirin Dosis Tinggi sebagai Terapi Migraine Akut
  • Pedoman Tata Laksana Migraine 2024 - Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Tata Laksana Migraine 2024 - Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 8 jam yang lalu
Pelajari kesehatan pekerja perkantoran 🖥️! Daftar segera e-Course Presenteeism, Produktivitas Kerja, dan Pemeriksaan Kesehatan Pekerja Perkantoran
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Bekerja saat sakit bukan berarti produktif.Fenomena presenteeism sering tidak disadari, padahal dapat menurunkan produktivitas, meningkatkan...
Anonymous
Dibalas 22 Juli 2026, 11:35
Berapa maksimal dosis asiklovir anak
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO Dokter, dosis asiklovir anak itu MAKS 800mg/HARI, ATAU 800mg/ dosis?? Soalnya di perdoski 800mg/hari, tapi di guideline lain di internasional ataupun...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas kemarin, 08:30
⏰ WAKTU TERBATAS! Double Point dari 500 AP ➡️ 1.000 AP – Ikuti Channel Perlindungan Kulit Sensitif & Berjerawat‼️
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
ALO Dokter!Hanya berlaku 3 HARI !!! Segera ikuti Channel Perlindungan Kulit Sensitif dan Berjerawat di aplikasi Alomedika:Klik link ini (dari aplikasi/HP)...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.