Formulasi Prochlorperazine
Formulasi prochlorperazine adalah sebagai sediaan oral dan injeksi. Untuk penggunaan oral, tablet biasanya dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Injeksi bisa diberikan melalui intramuskular dan intravena. Penyimpanan yang dianjurkan adalah pada suhu ruang sekitar 20–25°C.[1-3]
Bentuk Sediaan
Prochlorperazine tersedia dalam beberapa bentuk sediaan. Tablet oral tersedia dalam kekuatan 5 mg dan 10 mg. Larutan injeksi prochlorperazine edisilat tersedia dalam konsentrasi 5 mg/mL. Selain itu, ada pula sediaan supositoria rektal 25 mg.[2,3,5]
Cara Penggunaan
Prochlorperazine dapat diberikan melalui beberapa rute administrasi, yaitu oral, intramuskular (IM), intravena (IV), dan rektal, dengan pemilihan rute disesuaikan dengan kondisi klinis pasien.[2,5]
Pemilihan Sediaan Menurut Kondisi Klinis
Sediaan oral diberikan dalam bentuk tablet dan umumnya digunakan untuk terapi lanjutan atau kondisi yang tidak memerlukan efek segera. Pada pasien dengan gejala berat, terutama bila diperlukan kontrol gejala yang cepat atau pasien tidak dapat menggunakan obat per oral, dapat digunakan sediaan parenteral.
Untuk gangguan psikotik berat, terapi sering diawali dengan pemberian IM untuk memperoleh kontrol gejala yang lebih cepat, kemudian dilanjutkan dengan terapi oral setelah kondisi pasien stabil. Selain itu, prochlorperazine juga tersedia dalam bentuk supositoria rektal yang dapat menjadi alternatif pada pasien yang mengalami mual dan muntah berat sehingga tidak dapat menelan obat.[2,5]
Sediaan Oral
Pemberian sediaan prochlorperazine oral bisa dilakukan dengan atau tanpa makanan.[1]
Sediaan Injeksi
Sediaan injeksi prochlorperazine edisilat dapat diberikan melalui injeksi IM dalam (deep IM injection), injeksi IV langsung, atau infus IV. Injeksi IM dianjurkan diberikan secara dalam pada kuadran atas luar otot gluteus maximus, sedangkan pemberian subkutan tidak direkomendasikan karena berisiko menyebabkan iritasi lokal.
Untuk pemberian IV, larutan dapat diberikan tanpa pengenceran atau setelah diencerkan dalam larutan isotonik, namun harus diberikan secara perlahan dengan kecepatan tidak melebihi 5 mg/menit dan tidak boleh diberikan sebagai injeksi bolus cepat. Setelah pemberian IV, pasien dianjurkan tetap dalam posisi terlentang dan dipantau setidaknya selama 30 menit untuk mengurangi risiko hipotensi.
Pada pasien lanjut usia yang kurus atau mengalami penurunan massa otot, pemberian IM sebaiknya dihindari bila memungkinkan karena dapat menimbulkan nyeri serta menyebabkan absorpsi yang tidak menentu.[2,5]
Cara Penyimpanan
Prochlorperazine harus disimpan pada suhu ruang 20–25°C untuk seluruh bentuk sediaannya. Tablet oral disimpan pada suhu tersebut dan harus dilindungi dari cahaya untuk menjaga stabilitas obat. Sediaan injeksi juga disimpan pada suhu 20–25°C, terlindung dari cahaya, serta tidak boleh dibekukan karena pembekuan dapat memengaruhi kualitas dan stabilitas sediaan.
Sementara itu, supositoria rektal disimpan pada suhu 20–25°C dan harus tetap berada dalam kemasan pembungkusnya hingga saat akan digunakan untuk melindungi sediaan dari kerusakan fisik dan pengaruh lingkungan.[2]