Konsumsi Natrium dan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Oleh :
dr.I.B. Komang Arjawa, Sp.JP, FIHA

Konsumsi natrium telah banyak dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi dan penyakit jantung koroner. Natrium yang terkandung dalam garam konsumsi merupakan salah satu mineral yang esensial diperlukan untuk menjaga homeostasis manusia. Selama jutaan tahun, nenek moyang manusia mengonsumsi kurang dari 0,25 gram garam per hari. Namun, konsumsi garam harian manusia modern mendekati 10 gram pada kebanyakan negara. Konsumsi natrium berlebih telah dikaitkan dengan akibat buruk pada tubuh melalui efeknya pada tekanan darah dan kerusakan sistem kardiovaskular.[1]

Konsumsi tinggi natrium dianggap sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat dan telah dikaitkan dengan 3 juta kematian dan 70 juta kecacatan. Konsumsi natrium dalam jumlah yang sangat tinggi telah dihubungkan dengan peningkatan risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular termasuk strokeatrial fibrilasi, dan gagal jantung.[2]

Konsumsi Natrium dan Risiko Penyakit Kardiovaskular-min

Natrium dan Fisiologis Tubuh

Natrium merupakan kation utama dari cairan ekstraseluler. Rerata kandungan natrium pada laki – laki dewasa adalah 92 gram dan setengahnya (46 gram) terletak di cairan ekstraseluler dengan konsentrasi 135-145 mmol/L. Sekitar 11 gram ditemukan di cairan intraseluler dengan konsentrasi sekitar 10 mmol/L dan sekitar 35 gram didapatkan di rangka tubuh. Gradien konsentrasi antara cairan ekstraseluler dan intraseluler dijaga oleh aktivitas pompa natrium-kalium yang mentransportasikan natrium dan kalium dari dalam dan keluar sel menggunakan energi dari ATP.[3]

Absorpsi natrium hampir seluruhnya terjadi pada bagian distal usus kecil dan kolon. Keseimbangan natrium tubuh berhubungan erat dengan komposisi air tubuh dan diregulasi dengan ketat oleh ginjal. Kalium yang difiltrasi oleh glomerulus direabsorpsi ulang di tubulus ginjal berkisar 0,5 % hingga 10 % bergantung kebutuhan.[3,4]

Natrium terlibat dalam menjaga homeostasis selular normal dan regulasi keseimbangan cairan dan elektrolit serta tekanan darah. Perannya krusial dalam menjaga volume ekstraselular, eksitabilitas sel otot dan sel saraf, serta transportasi nutrisi dan substrat melalui membran plasma.[3,5]

Mekanisme Kelebihan Natrium dan Kejadian Kardiovaskular

Peningkatan dari natrium plasma akan meningkatkan osmolaritas yang menyebabkan pergeseran cairan dari kompartemen intraselular ke ekstraselular. Peningkatan osmolaritas plasma juga menstimulasi sekresi vasopresin yang menyebabkan retensi cairan. Mekanisme tersebut mengembalikan natrium plasma pada konsentrasi awalnya tapi juga meningkatkan volume cairan ekstraselular yang pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan disfungsi endotel dan aktivasi platelet yang dapat menginduksi kerusakan organ target.[1]

Selain itu, kelebihan natrium juga dapat menimbulkan efek buruk pada sistem kardiovaskular terlepas dari peningkatan tekanan darah. Kelebihan natrium diduga meningkatkan stres oksidatif, fibrosis, dan inflamasi vaskular yang menjadi faktor predisposisi kerusakan organ target.[1,6]

Bukti Ilmiah Hubungan Konsumsi Natrium dan Kejadian Kardiovaskular

Sebuah studi yang melibatkan 63.559 partisipan dengan hipertensi dan 69.559 partisipan tanpa hipertensi melaporkan bahwa konsumsi natrium yang lebih tinggi berkaitan bermakna dengan peningkatan tekanan darah sistolik yang lebih tinggi pula. Pada pasien dengan hipertensi, peningkatan tekanan darah sistolik dilaporkan sebesar 2,08 mmHg per 1 gram peningkatan konsumsi natrium. Sementara itu, pada pasien tanpa hipertensi, peningkatan tekanan darah sistolik dilaporkan sebesar 1,22 mmHg per 1 gram peningkatan konsumsi natrium.[7]

Sebuah meta analisis dari 16 kohort prospektif dengan total 205.575 partisipan juga menemukan hal serupa. Dalam studi ini disimpulkan bahwa setiap peningkatan asupan natrium 100 mmol/hari berkaitan dengan peningkatan risiko stroke dan mortalitas stroke.[8]

Dalam sebuah studi (2021) yang menganalisis data dari 6 kohort prospektif, dilaporkan bahwa peningkatan konsumsi natrium berkaitan pula dengan peningkatan risiko kardiovaskular. Studi ini melibatkan total 10.709 partisipan sehat dan mengevaluasi hubungan antara konsumsi natrium dengan kejadian kardiovaskular berupa revaskularisasi koroner serta stroke dan infark miokard fatal ataupun nonfatal. Peningkatan ekskresi natrium, penurunan ekskresi kalium, dan rasio natrium-kalium lebih tinggi ditemukan berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular.[9]

Efek Pembatasan Konsumsi Natrium

Dalam sebuah studi simulasi di Kosta Rika (2021) ditemukan bahwa menurunkan asupan natrium akan berkaitan secara bermakna dengan penurunan mortalitas kardiovaskular. Studi ini menggunakan The Preventable Risk Integrated Model (PRIME) untuk memperkirakan jumlah kematian yang dapat dicegah atau ditunda pada populasi Kosta Rika dengan mengikuti pedoman nasional dan internasional untuk mengurangi konsumsi garam. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penurunan konsumsi natrium akan menurunkan atau menunda kematian akibat penyakit jantung koroner sebesar hampir 40%, hipertensi sebesar sekitar 30%, dan stroke sebesar 22%.[10]

Rekomendasi Konsumsi Natrium

Penurunan asupan natrium diperkirakan dapat menurunkan tekanan darah sistolik mencapai 5,8 mmHg pada subjek hipertensi dan 1,9 mmHg pada pasien normotensi. Penurunan konsumsi garam hingga 2,5 mg/hari dilaporkan berkorelasi dengan 20 % reduksi risiko kejadian kardiovaskular. Sedangkan dari panduan European Society of Cardiology (ESC) tahun 2021 untuk pencegahan kejadian kardiovaskular menyebutkan konsumsi garam direkomendasikan < 5 gram/hari.[11]

Selain itu, tidak didapatkan bukti kuat bahwa menurunkan kadar asupan natrium di bawah 3 gram/hari akan menurunkan penyakit atau kematian kardiovaskular dibandingkan dengan asupan 3-5 gram/hari. Bahkan beberapa peneliti menemukan bahwa asupan natrium kurang dari 3 gram/hari berhubungan dengan risiko kematian yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan konsumsi antara 3-5 gram/hari.[5]

Kesimpulan

Konsumsi natrium dalam jumlah yang lebih tinggi ditemukan berhubungan dengan hipertensi dan risiko kejadian kardiovaskular yang lebih tinggi. Pembatasan konsumsi natrium diharapkan dapat mencegah hal tersebut. Panduan ESC tahun 2021 untuk pencegahan kejadian kardiovaskular menyebutkan konsumsi garam yang mengandung natrium direkomendasikan kurang dari 5 gram/hari.

Referensi