Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Komplikasi Sirkumsisi general_alomedika 2026-09-17T10:39:13+07:00 2026-09-17T10:39:13+07:00
Sirkumsisi
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Komplikasi Sirkumsisi

Oleh :
dr. Pika Novriani Lubis
Share To Social Media:

Angka kejadian komplikasi sirkumsisi rendah bila dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih. Komplikasi yang terjadi dapat berupa komplikasi ringan yang dapat ditangani secara konservatif hingga komplikasi berat yang memerlukan tindakan bedah lanjutan.[1-3,8]

Komplikasi akibat Anestesi

Komplikasi akibat anestesi lokal jarang terjadi, tetapi tetap perlu diwaspadai. Beberapa komplikasi yang dapat timbul meliputi:

  • Methemoglobinemia, terutama pada penggunaan anestesi topikal tertentu
  • Ruam atau reaksi alergi lokal
  • Reaksi hipersensitivitas berat, seperti angioedema dan anafilaksis

  • Toksisitas anestesi lokal akibat penyuntikan intravaskular yang tidak disengaja[1-4]

Komplikasi Dini

Komplikasi dini umumnya terjadi dalam beberapa hari pertama setelah tindakan dan sebagian besar dapat ditangani secara konservatif.

Perdarahan

Perdarahan merupakan komplikasi yang paling sering dijumpai setelah sirkumsisi. Sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat diatasi dengan penekanan langsung atau hemostasis yang adekuat. Perdarahan yang menetap perlu menimbulkan kecurigaan terhadap adanya gangguan koagulasi yang sebelumnya belum terdiagnosis.[1-3,8]

Infeksi

Infeksi luka operasi umumnya bersifat ringan dan dapat ditangani dengan perawatan luka yang baik disertai antibiotik topikal atau antibiotik oral bila diperlukan. Risiko infeksi dapat diminimalkan melalui teknik aseptik yang baik selama tindakan.[1-3]

Nyeri

Nyeri pascaoperasi umumnya ringan hingga sedang dan dapat dikontrol dengan analgesik, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai usia dan kondisi pasien.[1-3]

Retensi Urin

Retensi urin dapat terjadi akibat nyeri, edema, atau balutan yang terlalu ketat. Kondisi ini biasanya membaik setelah penyebabnya diatasi.[1,2]

Komplikasi Jangka Panjang

Komplikasi jangka panjang umumnya berhubungan dengan penyembuhan luka atau teknik operasi. Komplikasi jangka panjang di antaranya:

  • Stenosis meatus uretra (meatal stenosis) yang paling sering dilaporkan
  • Adhesi penis (penile adhesion) dan skin bridge

  • Sisa preputium berlebihan (redundant foreskin) atau hasil kosmetik yang kurang memuaskan
  • Chordee akibat eksisi preputium yang berlebihan
  • Fistula uretrokutaneus atau hipospadia iatrogenik
  • Torsio penis
  • Fimosis sekunder, terutama pada pasien dengan buried penis atau penile web

  • Nekrosis glans hingga amputasi glans penis (sangat jarang)[1-3,8]

Komplikasi berat, termasuk kematian, sangat jarang terjadi dan umumnya berkaitan dengan perdarahan masif, infeksi berat, atau komplikasi anestesi. Dengan seleksi pasien yang tepat, teknik operasi yang baik, serta perawatan pascaoperasi yang adekuat, sebagian besar komplikasi dapat dicegah.[1-4,8]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

1. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Panduan Tata Laksana Urologi Pediatrik di Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Ikatan Ahli Urologi Indonesia; 2022. (Ikatan Ahli Urologi Indonesia)
2. European Association of Urology. EAU Guidelines on Paediatric Urology. 2025 Edition. Arnhem, The Netherlands: European Association of Urology; 2025.
3. American Academy of Pediatrics Task Force on Circumcision. Male circumcision. Pediatrics. 2012;130(3):e756-e785. doi:10.1542/peds.2012-1990.
4. World Health Organization, Joint United Nations Programme on HIV/AIDS. Manual for Male Circumcision Under Local Anaesthesia. Geneva: World Health Organization; 2009.
8. Prabhakaran S, Ljuhar D, et al. Circumcision in the paediatric patient: A review of indications, technique and complications. J Paediatr Child Health. 2018;54(12):1299-1307. doi:10.1111/jpc.14206.

Teknik Sirkumsisi
Edukasi Pasien Sirkumsisi

Artikel Terkait

  • Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
    Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 13 Juli 2026, 09:42
Post sirkumsisi cauterisasi bengkak, apakah normal?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, izin bertanya. Pasien anak 9 tahun konsul post sirkumsisi H6 dengan bengkak di area jam 10-14. Apa normal TS? Mohon arahannya.
Anonymous
Dibalas 03 Maret 2026, 20:27
Fimosis pada bayi perlu dilakukan sirkumsisi?
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dokter,saya ingin menanyakan mengenai fimosis pada bayi. Apakah kondisi fimosis bayi ,selama tidak menimbulkan tanda infeksi,belum perlu dilakukan...
dr.Mesias
Dibuat 16 Oktober 2025, 14:52
Kasus jarang, preputium menutup gland penis. kasus apa ini?
Oleh: dr.Mesias
0 Balasan
Alo dokter, hari ini ketemu pasien dengan preputium menutup total gland penis . Apakah ts ada yg tahu kondisi demikian disebut apa?

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.