Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pedoman Klinis Sirkumsisi general_alomedika 2026-09-17T10:40:52+07:00 2026-09-17T10:40:52+07:00
Sirkumsisi
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Pedoman Klinis Sirkumsisi

Oleh :
dr. Pika Novriani Lubis
Share To Social Media:

Pedoman klinis tindakan sirkumsisi bertujuan memastikan prosedur dilakukan secara aman, efektif, dan sesuai indikasi. Beberapa prinsip klinis yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan sirkumsisi meliputi:

  • Sebelum tindakan, dokter harus memberikan penjelasan mengenai tujuan, manfaat, risiko, komplikasi, serta alternatif terapi sehingga pasien atau orang tua dapat memberikan informed consent secara sadar.[1-3]
  • Sirkumsisi dilakukan berdasarkan indikasi medis, misalnya fimosis, parafimosis, dan balanitis Sirkumsisi juga dapat atas permintaan pasien maupun orang tua karena alasan agama, budaya, atau sosial.[1,2]
  • Pada bayi dan anak, keputusan tindakan dilakukan oleh orang tua atau wali. Anak yang telah mampu memahami prosedur sebaiknya tetap diberikan penjelasan sesuai usia dan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan (assent).[1-3]
  • Anestesi lokal merupakan pilihan utama pada sebagian besar tindakan sirkumsisi. Anestesi regional atau anestesi umum dapat dipertimbangkan pada kasus tertentu sesuai indikasi klinis.[1-4]

  • Lidokain tanpa epinefrin merupakan anestesi lokal yang paling sering digunakan. Penambahan epinefrin pada anestesi penis tidak dianjurkan karena berisiko menyebabkan iskemia jaringan.[1-4]

  • Pemilihan teknik sirkumsisi disesuaikan dengan usia pasien, kondisi anatomi penis, indikasi tindakan, pengalaman operator, serta ketersediaan fasilitas. Hingga saat ini belum terdapat bukti yang menunjukkan bahwa satu teknik secara konsisten lebih unggul dibandingkan teknik lainnya.[1,2]
  • Meskipun merupakan prosedur yang relatif aman, komplikasi seperti perdarahan, infeksi, dan nyeri tetap dapat terjadi. Oleh karena itu, identifikasi kontraindikasi, teknik operasi yang benar, serta pemantauan pascatindakan sangat penting untuk meminimalkan risiko komplikasi.[1-3,8]
  • Edukasi mengenai perawatan luka, aktivitas setelah tindakan, serta tanda bahaya yang memerlukan evaluasi segera harus diberikan kepada pasien atau orang tua untuk mendukung penyembuhan yang optimal.[1-3]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

1. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Panduan Tata Laksana Urologi Pediatrik di Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Ikatan Ahli Urologi Indonesia; 2022. (Ikatan Ahli Urologi Indonesia)
2. European Association of Urology. EAU Guidelines on Paediatric Urology. 2025 Edition. Arnhem, The Netherlands: European Association of Urology; 2025.
3. American Academy of Pediatrics Task Force on Circumcision. Male circumcision. Pediatrics. 2012;130(3):e756-e785. doi:10.1542/peds.2012-1990.
4. World Health Organization, Joint United Nations Programme on HIV/AIDS. Manual for Male Circumcision Under Local Anaesthesia. Geneva: World Health Organization; 2009.
8. Prabhakaran S, Ljuhar D, et al. Circumcision in the paediatric patient: A review of indications, technique and complications. J Paediatr Child Health. 2018;54(12):1299-1307. doi:10.1111/jpc.14206.

Edukasi Pasien Sirkumsisi

Artikel Terkait

  • Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
    Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 13 Juli 2026, 09:42
Post sirkumsisi cauterisasi bengkak, apakah normal?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, izin bertanya. Pasien anak 9 tahun konsul post sirkumsisi H6 dengan bengkak di area jam 10-14. Apa normal TS? Mohon arahannya.
Anonymous
Dibalas 03 Maret 2026, 20:27
Fimosis pada bayi perlu dilakukan sirkumsisi?
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dokter,saya ingin menanyakan mengenai fimosis pada bayi. Apakah kondisi fimosis bayi ,selama tidak menimbulkan tanda infeksi,belum perlu dilakukan...
dr.Mesias
Dibuat 16 Oktober 2025, 14:52
Kasus jarang, preputium menutup gland penis. kasus apa ini?
Oleh: dr.Mesias
0 Balasan
Alo dokter, hari ini ketemu pasien dengan preputium menutup total gland penis . Apakah ts ada yg tahu kondisi demikian disebut apa?

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.