Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Sirkumsisi general_alomedika 2026-09-17T10:30:15+07:00 2026-09-17T10:30:15+07:00
Sirkumsisi
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Pendahuluan Sirkumsisi

Oleh :
dr. Pika Novriani Lubis
Share To Social Media:

Sirkumsisi merupakan tindakan pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh preputium yang menutupi glans penis. Prosedur ini telah lama dilakukan di berbagai negara dengan indikasi medis maupun alasan agama, budaya, dan sosial.[1-3]

Sirkumsisi dapat dilakukan pada semua kelompok usia, mulai dari neonatus hingga dewasa. Indikasi medis sirkumsisi di antaranya fimosis, parafimosis, dan balanitis rekuren, maupun karena alasan agama, budaya, dan sosial.[1-3]

Sirkumsisi

Pada bayi dan anak, keputusan tindakan dilakukan oleh orang tua atau wali setelah memperoleh penjelasan mengenai manfaat, risiko, dan alternatif terapi. Sirkumsisi neonatal tidak direkomendasikan sebagai prosedur rutin pada semua bayi, tetapi dapat dipertimbangkan bila terdapat indikasi medis atau atas permintaan orang tua setelah bayi dipastikan dalam kondisi sehat dan stabil.[1-4]

Pada neonatus, tindakan umumnya lebih sederhana, waktu penyembuhan lebih singkat, serta angka komplikasi lebih rendah dibandingkan bila dilakukan pada usia yang lebih tua. Namun, pada semua kelompok usia, indikasi, kontraindikasi, teknik tindakan, dan pemilihan anestesi tetap harus dievaluasi secara individual untuk memperoleh hasil yang optimal dan meminimalkan komplikasi.[1-4]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

1. Ikatan Ahli Urologi Indonesia. Panduan Tata Laksana Urologi Pediatrik di Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Ikatan Ahli Urologi Indonesia; 2022. (Ikatan Ahli Urologi Indonesia)
2. European Association of Urology. EAU Guidelines on Paediatric Urology. 2025 Edition. Arnhem, The Netherlands: European Association of Urology; 2025.
3. American Academy of Pediatrics Task Force on Circumcision. Male circumcision. Pediatrics. 2012;130(3):e756-e785. doi:10.1542/peds.2012-1990.
4. World Health Organization, Joint United Nations Programme on HIV/AIDS. Manual for Male Circumcision Under Local Anaesthesia. Geneva: World Health Organization; 2009.

Indikasi Sirkumsisi

Artikel Terkait

  • Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
    Anestesi Umum vs Anestesi Lokal untuk Sirkumsisi Anak
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 13 Juli 2026, 09:42
Post sirkumsisi cauterisasi bengkak, apakah normal?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, izin bertanya. Pasien anak 9 tahun konsul post sirkumsisi H6 dengan bengkak di area jam 10-14. Apa normal TS? Mohon arahannya.
Anonymous
Dibalas 03 Maret 2026, 20:27
Fimosis pada bayi perlu dilakukan sirkumsisi?
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dokter,saya ingin menanyakan mengenai fimosis pada bayi. Apakah kondisi fimosis bayi ,selama tidak menimbulkan tanda infeksi,belum perlu dilakukan...
dr.Mesias
Dibuat 16 Oktober 2025, 14:52
Kasus jarang, preputium menutup gland penis. kasus apa ini?
Oleh: dr.Mesias
0 Balasan
Alo dokter, hari ini ketemu pasien dengan preputium menutup total gland penis . Apakah ts ada yg tahu kondisi demikian disebut apa?

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.