Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi Pembuatan Surat Kematian general_alomedika 2025-05-07T13:49:40+07:00 2025-05-07T13:49:40+07:00
Pembuatan Surat Kematian
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Indikasi Pembuatan Surat Kematian

Oleh :
dr. Monik Alamanda
Share To Social Media:

Pembuatan surat kematian dilakukan oleh dokter untuk menyatakan kematian dan juga menyatakan penyebab kematian seseorang. Surat kematian berfungsi sebagai bukti kematian legal yang diakui oleh hukum. Surat ini dapat digunakan untuk kepentingan izin penguburan, pembuatan akta kematian, dan pembuatan surat-surat lain.[2,3]

Saat menyerahkan surat kematian, dokter juga perlu menyampaikan berita kematian dengan jelas dan penuh empati. Jelaskan mengenai etiologi kematian yang tertulis dalam surat.

Surat kematian juga dibuat dan dilaporkan untuk mendapatkan data statistik kematian yang dapat berguna untuk berbagai studi medis dan dapat berkontribusi dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat di suatu wilayah atau negara.[3]

Surat kematian di Indonesia terdiri dari lima lembar dengan warna putih, biru, kuning, merah, dan hijau. Lembar pertama dan kedua adalah surat keterangan kematian (SKK). Sedangkan lembar ketiga, keempat, dan kelima adalah formulir keterangan medis penyebab kematian (FKPK).[3]

 

Referensi

2. World Health Organization. Medical Certification of Cause of Death: Instructions for Physicians on Use of International Form of Medical Certificate of Cause of Death. 4th ed. Geneva: WHO Publications Centre USA. 1979.
3. Badan Litbang Kemkes RI. Pedoman Pengisian Surat Keterangan Kematian dan Formulir Keterangan Penyebab Kematian. Kementerian Kesehatan RI.

Pendahuluan Pembuatan Surat Kema...
Kontraindikasi Pembuatan Surat K...

Artikel Terkait

  • Menyampaikan Berita Kematian Kepada Keluarga Pasien
    Menyampaikan Berita Kematian Kepada Keluarga Pasien
  • Cara Penyampaian Kabar Buruk pada Orang dengan Penyakit Terminal
    Cara Penyampaian Kabar Buruk pada Orang dengan Penyakit Terminal
  • Cara Menyampaikan Kabar Buruk pada Pasien
    Cara Menyampaikan Kabar Buruk pada Pasien
Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 47 menit yang lalu
Nyeri Dada Sesekali pada Wanita 43 Tahun. EKG-nya Tampak Biasa—Lalu Apa?
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter. Seorang wanita berusia 43 tahun datang dengan keluhan nyeri dada yang muncul sesekali. EKG dilakukan dan tidak menunjukkan gambaran yang jelas...
dr.Nurh Syada
Dibalas kemarin, 08:09
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Influenza Outbreak 2026 : From Epidemiology to Clinical Management - Kamis, 5 November 2026 Jam : 10.00 - 11.30 WIB
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter.Daftar disini: https://www.alomedika.com/webinar/influenza-outbreak-2026-from-epidemiology-to-clinical-management?type=single   Link LMS:...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 19 Oktober 2026, 15:54
Diet yang tepat untuk hiperurisemia? - Temukan jawabannya di e-course berSKP "Hiperurisemia: Dari Diagnosis hingga Terapi Medik Gizi"
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Asam urat tinggi, langsung suruh pasien pantang makanan tinggi purin? Apakah sesederhana itu?Hiperurisemia sering tidak bergejala, tetapi dapat...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.