Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Komplikasi Manajemen Luka Kronik adira-deandra-chairie 2024-05-10T09:16:28+07:00 2024-05-10T09:16:28+07:00
Manajemen Luka Kronik
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Komplikasi Manajemen Luka Kronik

Oleh :
dr.Putra Rizki Sp.KO
Share To Social Media:

Komplikasi manajemen luka kronis disesuaikan dengan tindakan atau pengobatan yang diberikan, yaitu komplikasi terkait antibiotik, debridemen, terapi luka tekanan negatif, dan terapi oksigen hiperbarik.

Komplikasi Terkait Antibiotik

Komplikasi pemberian terapi antibiotik dapat terjadi pada beberapa sistem, seperti:

  • Sistem hematologi: anemia
  • Sistem kardiovaskular: henti jantung mendadak, interval QT memanjang
  • Sistem renal: nefrotoksik yang meningkatkan risiko gagal ginjal
  • Sistem hepatobilier: liver injury[1,6]

Komplikasi Terkait Debridemen

Komplikasi yang mungkin terjadi selama dan setelah tindakan debridemen adalah iritasi lokal dan perdarahan.[10]

Komplikasi Terkait Terapi Luka Tekanan Negatif

Beberapa komplikasi yang muncul akibat tindakan terapi luka tekanan negatif adalah nyeri, perdarahan, infeksi akibat retensi busa, dan erosi atau nekrosis akibat pemberian tekanan yang berlebihan.[5,9]

Komplikasi Terkait Terapi Oksigen Hiperbarik

Beberapa komplikasi yang mungkin muncul selama terapi oksigen hiperbarik antara lain lesi barotrauma, keracunan oksigen, serta efek pada mata, seperti miopia dan katarak.[5,13]

Referensi

1. Falanga V, Isseroff RR, et al. Chronic wounds. Nat Rev Dis Prim. 2022;8(1):50
5. Labib AM, Winters R. Complex Wound Management. StatPearls Publishing. 2023.
6. Wright J, Paauw DS. Complications of antibiotic therapy. Med Clin North Am. 2013;97(4):667–79, xi.
9. Normandin S, Safran T, et al. Negative Pressure Wound Therapy: Mechanism of Action and Clinical Applications. Semin Plast Surg. 2021;35(3):164–70.
10. Manna B, Nahirniak P, Morrison CA. Wound Debridement. StatPearls Publishing. 2023.
13. Ortega MA, Fraile-Martinez O, et al. A General Overview on the Hyperbaric Oxygen Therapy: Applications, Mechanisms and Translational Opportunities. Medicina (Kaunas). 2021;57(9).

Teknik Manajemen Luka Kronik
Edukasi Pasien Manajemen Luka Kr...

Artikel Terkait

  • Manfaat Antiseptik Octenidine yang Ramah Jaringan pada Manajemen Luka
    Manfaat Antiseptik Octenidine yang Ramah Jaringan pada Manajemen Luka
  • Rasionalisasi Pemberian Antibiotik Profilaksis pada Luka
    Rasionalisasi Pemberian Antibiotik Profilaksis pada Luka
  • Debridemen Luka Berkala pada Penatalaksanaan Luka Kronik
    Debridemen Luka Berkala pada Penatalaksanaan Luka Kronik
  • Efektivitas Madu dalam Perawatan Luka
    Efektivitas Madu dalam Perawatan Luka
  • Pemilihan Benang Absorbable vs Non-Absorbable untuk Mendapatkan Bekas Luka yang Baik
    Pemilihan Benang Absorbable vs Non-Absorbable untuk Mendapatkan Bekas Luka yang Baik

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 07 Januari 2026, 13:24
Sudahkah Dokter Gunakan Antiseptik Octenidine yang Lebih Ramah Jaringan?
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Pernahkah Dokter memakai octenidine sebagai antiseptik dalam perawatan luka? Berdasarkan penelitian telah diketahui bahwa octenidine merupakan...
Anonymous
Dibalas 29 Desember 2025, 13:18
penyembuhan luka pada kasus lipoma post eksisi
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO dokter. Izin bertanya dok, kemarin saya melakukan tindakan eksisi lipoma di regio suprascapular, tidak sengaja terkena pembuluh darah sekitar, eksisi...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 22 Desember 2025, 15:13
Luka Tak Sembuh Lebih dari 1 Bulan: Bisakah Menggunakan Povidone Iodine?
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Apa Dokter sering menemukan pasien dengan luka yang tidak kunjung membaik setelah melewati terapi yang intensif? Bisa jadi itu tanda luka kronis,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.