Penggunaan Statin untuk Pencegahan Gagal Ginjal Akut Akibat Kontras

Oleh dr. Josephine Darmawan

Studi terbaru menunjukkan bahwa statin dapat digunakan untuk mencegah gagal ginjal akut akibat kontras (contrast-induced acute kidney injury / CI-AKI). Meskipun menjanjikan, penggunaannya belum termasuk dalam pedoman klinis dan studi lebih lanjut masih diperlukan.

Materi kontras dalam pemeriksaan radiologi semakin banyak digunakan karena sangat memudahkan diagnosis. Hal ini juga menyebabkan peningkatan berbagai risiko dan efek samping kontras, salah satunya gagal ginjal akut (contrast-induced acute kidney injury / CI-AKI).[1,2]

CI-AKI merupakan salah satu penyebab gagal ginjal akut Penyakit ini didefinisikan sebagai kenaikan serum kreatinin atau penurunan laju filtrasi glomerulus dalam waktu 24-72 jam pasca pemberian materi kontras.[1,2] CI-AKI pada umumnya merupakan kondisi yang reversible atau self-limiting, tetapi dalam beberapa kasus dapat mengakibatkan insufisiensi renal permanen, penyakit ginjal kronis, hingga mortalitas.[1-3]

CI-AKI juga dapat membuat penderitanya memerlukan dialisis dan waktu rawat di rumah sakit yang lebih panjang, sehingga beban biaya medis meningkat. Hal ini menjadikan upaya pencegahan CI-AKI penting untuk diketahui oleh dokter.[3-5] Pemberian statin dinilai dapat mencegah gagal ginjal akut akibat penggunaan kontras, terutama pada pasien-pasien risiko tinggi. Akan tetapi, studi lebih lanjut mengenai hal ini masih diperlukan.[4-6]

statin

 

Pencegahan Gagal Ginjal Akut Akibat Kontras

Upaya terbaik untuk mencegah contrast-induced acute kidney injury (CI-AKI) adalah mencegah administrasi kontras yang tidak diperlukan.[1,5] Bila penggunaan kontras tidak dapat dihindari, hal-hal yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  • Penilaian risiko CI-AKI. Skor Mehran merupakan salah satu metode yang dapat digunakan (Tabel 1).[7]
  • Menghindari penggunaan obat-obat nefrotoksik
  • Hidrasi pemakaian salin isotonik dan/atau natrium bikarbonat pre- dan pasca- prosedur
  • Pemilihan materi kontras iso-osmolar atau hipo-osmolar
  • Menimalisir volume materi kontras yang digunakan
  • Pemeriksaan fungsi renal dalam waktu 1 minggu pasca administrasi kontras
  • Penggunaan N-acetylcysteine (NAC)

Statin merupakan salah satu jenis obat yang dapat diberikan untuk pencegahan CI-AKI. Penggunaan statin masih belum dimasukkan ke dalam pedoman klinis, tetapi tetap dapat dipertimbangkan khususnya pasca prosedur kardiologi seperti angiografi koroner atau percutaneous coronary intervention (PCI).[1,5-9]

Tabel 1. Skor Mehran

Indikator Keterangan Skor
Hipotensi TD sistolik <80 mmHg selama 1 jam dengan inotropik 5
Penggunaan pompa balon intra-aortik 5
Gagal jantung kongestif atau riwayat edema paru NYHA kelas III/IV 5
Usia > 75 tahun 4
Anemia hematokrit <39% pada pria atau <36% pada wanita 3
Diabetes melitus 3
Volume kontras per 100 mL 1
Estimasi laju filtrasi glomerulus eGFR 60-40 2
eGFR 40-20 4
eGFR <20 6

 

Skor Risiko CI-AKI
≤5 7.5%
6-10 14%
11-15 26%
>15 57%

Peranan Statin dalam Pencegahan CI-AKI

Gagal ginjal akut akibat kontras atau contrast-induced acute kidney injury (CI-AKI) diperkirakan terjadi karena berbagai faktor seperti: (1) iatrogenik, (2) vasokonstriksi renal, (3) hipoksia jaringan, (4) sitotoksisitas, (5) peningkatan stress oksidatif, dan (6) peningkatan viskositas darah.[1,2,5] Statin dinilai berperan dalam mencegah CI-AKI karena dapat mengurangi stress oksidatif dan inflamasi.[3,4,10,11] Statin juga memiliki efek pleiotropik, sehingga berfungsi sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Statin juga memiliki efek vaskular yang dinilai bermanfaat untuk fungsi ginjal.[4,10]

Paparan materi kontras pada vasa rekta dan sel-sel tubulus akan menyebabkan peningkatan produksi spesies reaktif oksigen dan aktivasi kaskade apoptosis. Hal ini  menyebabkan vasokonstriksi, hipoksia medula ginjal, dan toksisitas tubular, sehingga terjadi AKI. Statin berperan dalam eliminasi radikal bebas, mengurangi sitokin proinflamasi, dan dapat mengurangi efek materi kontras pada ginjal dengan cara inhibisi angiotensin-1 dan endotelin-1, sehingga perfusi ginjal menjadi lebih baik. Statin juga memiliki efek mencegah apoptosis sel renal.[3,4,10]

Bukti Klinis Penggunaan Statin untuk Prevensi CI-AKI

Sebuah meta analisis dari 150 uji klinis dengan total 4182 kasus CI-AKI menunjukkan bahwa statin merupakan salah satu modalitas terapi yang terbaik untuk mengurangi risiko CI-AKI pada pasien-pasien yang memerlukan pemakaian kontras. Studi ini membandingkan 12 modalitas intervensi pada pasien CI-AKI dan mendapatkan bahwa kombinasi statin dosis tinggi dan hidrasi pasien dengan atau tanpa pemberian N-acetylcysteine efektif dan merupakan pilihan terapi terbaik untuk mencegah CI-AKI.[12]

Meta analisis lain dari 9 uji klinis dengan total 5143 pasien juga menunjukkan bahwa premedikasi statin pada penggunaan kontras dapat mengurangi risiko CI-AKI secara signifikan (53%). Statin juga dapat memperbaiki fungsi renal dan juga tetap bermanfaat pada pasien yang mendapatkan NAC.[13]

Meta analisis dari Liu juga mendapatkan hal serupa bahwa premedikasi dengan atorvastatin 80 mg dapat mencegah risiko CI-AKI. Meskipun demikian, terdapat beberapa studi yang menunjukkan bahwa efektifitasnya minimal. [9]

Meta analisis lain dari 13 uji klinis dengan total 5825 pasien menunjukkan bahwa statin dosis tinggi (atorvastatin 40 mg atau ekuivalen) lebih baik dibandingkan statin dosis rendah dalam mencegah CI-AKI pada pasien-pasien yang menjalani angiografi koroner. Pemberian statin jangka pendek dalam dosis tinggi juga efektif dalam mencegah CI-AKI pada pasien-pasien risiko tinggi, seperti usia di atas 60 tahun, pasien sindrom koroner akut, dan pasien penyakit ginjal kronis.[8]

Meta analisis serupa dari Marenzi juga mendapatkan bahwa pemberian statin jangka pendek pra prosedural dapat mengurangi risiko CI-AKI secara signifikan (36%-63%) pada pasien-pasien sindrom koroner akut.[6]

Dari seluruh jenis statin, studi mendapatkan bahwa pada dosis ekuivalen, atorvastatin dan rosuvastatin didapatkan lebih baik dalam mencegah CI-AKI. Simvastatin juga bermanfaat tetapi efektivitasnya lebih rendah. Namun, studi ini masih merupakan studi pada hewan percobaan.[15]

Sudah banyak meta analisis yang menunjukkan manfaat statin dalam pencegahan CI-AKI. Meskipun demikian, pedoman klinis belum memasukkan statin ke dalam rekomendasi pencegahan CI-AKI. Hal ini dikarenakan studi mengenai penggunaan statin untuk mencegah CI-AKI masih memiliki beberapa kelemahan, seperti definisi CI-AKI yang beragam antar studi dan belum adanya standarisasi dosis, durasi, dan jenis simvastatin yang dapat digunakan. Oleh karenanya, penggunaan statin dalam pencegahan CI-AKI masih harus dipelajari lebih lanjut. [6,8,9,12-16]

Kesimpulan

Paparan materi kontras dapat menyebabkan berbagai efek samping, termasuk gagal ginjal akut (contrast-induced acute kidney injury / CI-AKI). Statin merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah hal ini. Studi yang ada juga menyimpulkan bahwa statin harus dipertimbangkan dalam rekomendasi.  Meskipun demikian, hal ini belum dimasukkan ke dalam pedoman klinis yang ada, karena studi-studi terkait masih memiliki berbagai kelemahan.

Hingga saat ini, metode preventif terbaik untuk CI-AKI adalah menghindari paparan kontras, analisis risiko pasien (risk assessment), hidrasi pasien, dan pemberian obat-obatan, seperti NAC dan natrium bikarbonat. Statin dosis tinggi dalam durasi pendek juga dapat dipertimbangkan untuk diberikan, khususnya pada pasien-pasien jantung dan risiko tinggi. Atorvastatin dan rosuvastatin dilaporkan memiliki efektivitas lebih baik dibandingkan simvastatin dalam pencegahan CI-AKI. Studi lebih lanjut masih perlu dilakukan untuk mendapatkan rekomendasi valid mengenai penggunaan statin dalam mencegah CI-AKI yang tepat dan seragam.

Referensi