Prognosis Retinopati
Prognosis retinopati sangat bergantung pada jenis, stadium penyakit, serta deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko sistemik, seperti diabetes melitus dan hipertensi. Secara umum, retinopati merupakan kondisi yang dapat berkembang progresif menuju kehilangan penglihatan berat bila tidak ditangani secara adekuat, tetapi intervensi yang tepat dapat memperlambat progresi dan memperbaiki hasil visual.[1,6]
Komplikasi
Komplikasi retinopati diabetik antara lain perdarahan vitreus, detachment retina, dan glaukoma. Sementara, komplikasi retinopati hipertensi antara lain oklusi arteri atau vena retina, emboli arteriole retina, glaukoma, edema makula cystoid, dan age-related macular degeneration.[6,12]
Komplikasi retinopati prematuritas antara lain miopia, katarak, neovaskularisasi iris, glaukoma, detachment retina, dan macular fold.[33,34]
Komplikasi retinopati sentral serosa antara lain neovaskularisasi koroid, detachment retina akut bulosa, dan atrofi epitel pigmen retina.[22]
Prognosis Retinopati Diabetik
Prognosis retinopati diabetik dipengaruhi pada fase mana ditemukan dan diterapi. Pasien dengan fase yang lebih lanjut umumnya memiliki progresivitas penyakit dan penurunan visus yang lebih cepat.[21]
Beberapa faktor prognosis yang berkaitan dengan penurunan visus yang signifikan pada retinopati diabetik antara lain adanya edema difus, kebocoran multipel, eksudat pada fovea, dan iskemia makula.[12]
Prognosis Retinopati Hipertensi
Retinopati hipertensi fase awal jarang menimbulkan penurunan visus yang signifikan. Penurunan visus biasanya terjadi karena edema papil kronis yang menyebabkan komplikasi atrofi papil atau detachment retina eksudatif yang menimbulkan perubahan pigmen pada retina.[6]
Prognosis Retinopati Prematur
Prognosis retinopati prematuritas dipengaruhi oleh kadar insulin-like growth factor 1 (IGF-1), pertambahan berat bayi postnatal, dan perubahan pada vaskularisasi retina. Gangguan visus pada retinopati prematuritas stage 4 dan 5 umumnya bersifat permanen dan tidak membaik walaupun dilakukan pembedahan.[31]
Prognosis Retinopati Sentral Serosa
Pasien retinopati sentral serosa umumnya (80‒90%) mengalami perbaikan spontan dengan visus yang kembali normal. Pasien dengan riwayat retinopati sentral serosa berisiko 40‒50% untuk terjadi rekurensi. Pasien dengan komplikasi atrofi epitel pigmen retina biasanya mengalami penurunan visus yang permanen.[22]
Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini