Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Retinopati general_alomedika 2025-12-18T12:13:31+07:00 2025-12-18T12:13:31+07:00
Retinopati
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Retinopati

Oleh :
dr.Saphira Evani
Share To Social Media:

Patofisiologi retinopati didasari oleh perubahan vaskular retina, edema makula, kerusakan epitel retina, atau kelainan lain sesuai dengan penyakit yang mendasari. Retina merupakan jaringan saraf khusus pada mata yang berperan penting dalam proses transduksi visual, sehingga retinopati dapat menyebabkan kebutaan.[1,5-9]

Retina mengandung dua jenis utama sel fotoreseptor, yaitu sel batang (rod) yang berfungsi pada kondisi cahaya rendah (scotopic vision), serta sel kerucut (cone) yang berperan dalam penglihatan warna dan ketajaman visual. Makula adalah bagian kecil di retina yang memiliki kepadatan sel kerucut sangat tinggi dan bertanggung jawab terhadap penglihatan sentral serta ketajaman visual yang optimal.[1]

Retina sangat rentan terhadap kerusakan karena memiliki kebutuhan metabolik dan konsumsi oksigen yang tinggi serta kandungan asam lemak tak jenuh ganda yang besar, sehingga mudah mengalami stres oksidatif dan cedera iskemik. Oleh karena itu, kerusakan vaskular merupakan mekanisme utama pada berbagai jenis retinopati dan menjadi penyebab penting gangguan penglihatan yang dapat dicegah.[1]

Patofisiologi Retinopati Diabetik

Retinopati diabetik merupakan bentuk retinopati tersering, di mana secara klinis diklasifikasikan menjadi retinopati diabetik nonproliferatif (NPDR) dan proliferatif (PDR). 

Hiperglikemia kronik memicu perubahan mikrovaskular retina melalui aktivasi jalur polyol, pembentukan advanced glycation end products, aktivasi protein kinase C, dan jalur hexosamine, yang menyebabkan disfungsi endotel, peningkatan permeabilitas pembuluh darah, serta oklusi kapiler.[1,10]

Perubahan mikrovaskular tersebut bermanifestasi sebagai mikroaneurisma dan kebocoran vaskular yang menjadi ciri NPDR, serta dapat menimbulkan edema makula dan penurunan tajam penglihatan. Seiring progresi penyakit, iskemia retina meningkatkan ekspresi vascular endothelial growth factor (VEGF), yang memicu neovaskularisasi patologis pada PDR. Pembuluh darah baru yang rapuh ini meningkatkan risiko perdarahan vitreus dan gangguan penglihatan berat.[1]

Selain komponen vaskular, retinopati diabetik juga melibatkan proses inflamasi, stres oksidatif, dan kerusakan neuroretina. Hiperglikemia memicu leukostasis, disrupsi blood-retina barrier, disfungsi sel glia, serta peningkatan produksi sitokin proinflamasi.[5,10] 

Pada tahap lanjut, proses ini berkontribusi terhadap neurodegenerasi retina melalui apoptosis neuron dan peningkatan reactive oxygen species, sehingga retinopati diabetik kini dipahami sebagai penyakit neurovaskular kompleks yang menjadi dasar pengembangan terapi yang lebih komprehensif di masa depan.[5,10]

Patofisiologi Retinopati Hipertensi

Retinopati hipertensi terjadi akibat tekanan darah tinggi kronis atau akut yang menyebabkan perubahan struktur dan fungsi pembuluh darah retina. Vasokonstriksi berkepanjangan dapat merusak endotel vaskular dan berujung pada fase sklerotik, yang mencerminkan kerusakan vaskular permanen dan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sistemik.[1,6]

Patofisiologi Retinopati Prematuritas 

Retinopati prematuritas atau retinopathy of prematurity (ROP) merupakan penyebab penting kebutaan pada bayi prematur dengan berat badan lahir rendah. Kondisi ini berkaitan erat dengan stres oksidatif dan paparan oksigen suplemental. Perubahan kadar oksigen memengaruhi ekspresi vascular endothelial growth factor (VEGF), yang berperan dalam pembentukan pembuluh darah retina abnormal dan neovaskularisasi patologis.

VEGF juga memegang peranan sentral pada berbagai retinopati lain. Keadaan hipoksia merangsang peningkatan VEGF yang memicu angiogenesis, namun proses ini sering kali menghasilkan pembuluh darah yang rapuh dan tidak fungsional, sehingga berkontribusi terhadap perdarahan dan edema retina.[1,7,8]

Patofisiologi Retinopati Sentral Serosa 

Gangguan sirkulasi koroid diduga mengawali patofisiologi retinopati sentral serosa. Disfungsi otonom yang ditandai dengan peningkatan aktivitas simpatis dan penurunan aktivitas parasimpatis, menimbulkan gangguan homeostasis pembuluh darah koroid.

Kondisi ini menyebabkan hiperperfusi, peningkatan permeabilitas, dan akumulasi cairan subretina. Namun, patofisiologi awal yang menyebabkan kelainan pada koroid tersebut belum diketahui pasti.[9]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini 

Referensi

1. Stone WL, Patel BC, et al. Retinopathy. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK541131/
5. Wang W, Lo ACY. Diabetic retinopathy: pathophysiology and treatments. Int J Mol Sci. 2018;19:1816.doi:10.3390/ijms19061816.
6. Tripathy K, Modi P, et al. Hypertensive Retinopathy. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK525980/
7. Subramanian KNS. Retinopathy of prematurity. Medscape. 2022. https://emedicine.medscape.com/article/976220-overview#a5
8. Smith LEH. Pathogenesis of retinopathy of prematurity. Growth Hormone & IGF Research. 2004;14:140-144. doi:10.1016/j.ghir.2004.03.030.
9. Manayath GJ, Ranjan R, et al. Central serous chorioretinopathy: current update on pathophysiology and multimodal imaging. Oman J Ophthalmol. 2018;11(2):103-112. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5991069/
10. Morya AK, Ramesh PV, et al. Diabetic retinopathy: A review on its pathophysiology and novel treatment modalities. World J Methodol. 2024 Dec 20;14(4):95881. doi: 10.5662/wjm.v14.i4.95881.

Pendahuluan Retinopati
Etiologi Retinopati

Artikel Terkait

  • Cedera Optik Akibat Paparan Sinar Laser
    Cedera Optik Akibat Paparan Sinar Laser
  • Membedakan Penyebab Emergensi dan Nonemergensi dari Flashes dan Floaters
    Membedakan Penyebab Emergensi dan Nonemergensi dari Flashes dan Floaters
  • Skrining Retinopati Diabetik: Kapan dan Bagaimana?
    Skrining Retinopati Diabetik: Kapan dan Bagaimana?
  • Peran Vitamin A, DHA, dan Lutein dalam Memperlambat Progresivitas Retinitis Pigmentosa
    Peran Vitamin A, DHA, dan Lutein dalam Memperlambat Progresivitas Retinitis Pigmentosa
  • Injeksi Anti-VEGF untuk Terapi Retinopati Diabetik
    Injeksi Anti-VEGF untuk Terapi Retinopati Diabetik

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Gani Kurniawan
Dibalas 10 September 2025, 08:25
Pelayanan Vitrektomi / Retinopati diabetika pada pasien JKN
Oleh: dr.Gani Kurniawan
1 Balasan
ALO Dokter,kali ini saya akan share terkait Pelayanan Vitrektomi / Retinopati diabetika pada pasien JKN. Semoga dapat membantu Casemix dan Dokter Spesialis...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 26 April 2024, 08:05
Terapi Laser VS Anti-Vascular Endothelial Growth Factor pada Retinopati Diabetik - Artikel SKP Alomedika
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter.Saat ini, telah berkembang terapi injeksi anti-vascular endothelial growth factor (anti-VEGF) sebagai alternatif, selain laser fotokoagulasi atau...
Anonymous
Dibalas 20 Desember 2022, 14:06
Skrining retinopati pada penyakit kronis - Mata Ask the Expert
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO dr. Utami Noor. S, Sp.MIjin bertanya dok, pada pasien dengan hipertensi dan diabetes mellitus, sebaiknya kapan saja dilakukan skrining penglihatan dan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.