Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Atrial Flutter general_alomedika 2023-08-18T15:18:39+07:00 2023-08-18T15:18:39+07:00
Atrial Flutter
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Atrial Flutter

Oleh :
dr. Mia Amelia Mutiara Salikim
Share To Social Media:

Atrial flutter adalah aritmia jantung yang ditandai dengan frekuensi atrium 240-400 detak/menit disertai tanda-tanda blokade konduksi nodus atrioventrikular. Atrial flutter terbentuk karena adanya macroreentrant atrial tachycardia (MAT) yang berjalan di sekitar anulus trikuspid, lalu ke arah superior di sepanjang septum atrium, ke inferior dinding atrium, melewati isthmus kavotrikuspid.

Temuan yang dijumpai pada elektrokardiografi (EKG) adalah adanya aktivitas elektrikal atrium reguler yang berkelanjutan. Gambaran paling sering berupa pola sawtooth tanpa garis isoelektrik di antara kompleks QRS.[1]

Sumber: Openi, 2009. Sumber: Openi, 2009.

Atrial flutter terbagi menjadi tipikal atau atipikal berdasarkan area asalnya. Atrial flutter tipikal atau dependen cavotricuspid isthmus (CTI) merupakan tipe yang paling sering dijumpai. Irama ini berasal dari atrium kanan pada tingkat anulus katup trikuspid. Non-dependen CTI MRAT atau atrial flutter atipikal merupakan gelombang flutter pada EKG di luar sirkuit tipikal.[1,2]

Gejala pada pasien dengan atrial flutter umumnya menggambarkan penurunan dari curah jantung. Keluhan paling sering adalah palpitasi, fatigue, dyspnea, dan nyeri dada. Pemeriksaan EKG sangat penting dalam menegakan diagnosis. Transthoracic echocardiography (TTE) dapat bermanfaat mengevaluasi adanya kelainan struktur jantung yang mungkin mendasari timbulnya atrial flutter.[3]

Tata laksana atrial flutter bergantung pada kondisi hemodinamik pasien. Upaya dalam kontrol laju ventrikel atau mengembalikan pasien ke irama sinus sangat penting.   elektrikal dapat dipertimbangkan pada pasien dengan hemodinamik tidak stabil. Antikoagulan, ablasi, dan antiaritmia merupakan pilihan terapi lainnya.[1-3]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Sunita

Referensi

1. Ziccardi MR, Goyal A, Maani CV. Atrial Flutter. StatPearls, 2022; https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK540985/
2. Brugada J, Katritsis DG, Arbelo E, Arribas F, Bax JJ, Blomström-Lundqvist C, et al. 2019 ESC Guidelines for the management of patients with supraventricular tachycardiaThe Task Force for the management of patients with supraventricular tachycardia of the European Society of Cardiology (ESC): Developed in collaboration with the Association for European Paediatric and Congenital Cardiology (AEPC). Eur. Heart J. 2020;41:655–720.
3. Rosenthal L. Atrial Flutter: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. Medscape, 2022; https://emedicine.medscape.com/article/151210-overview

Patofisiologi Atrial Flutter
Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 13 jam yang lalu
Jangan Tunda dapat SKP! Segera ikuti e-Course - Pengenalan dan Penanganan Delirium di Fasilitas Kesehatan Primer
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
3 Balasan
ALO Dokter.Pasien datang dengan kebingungan dan gelisah, apa yang diagnosa Dokter pikirkan?Delirium merupakan gangguan kognitif mendadak yang kerap muncul...
Anonymous
Dibalas 22 Januari 2026, 10:55
Cairan serosanguinous pasca op apakah perlu dievakuasi?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter, pasien dengan luka jahitan pasca ekstraksi lipoma, pada luka jahitannya tidak ada tanda2 infeksi, dan mengeluarkan cairan merah muda...
Anonymous
Dibalas 22 Januari 2026, 11:51
Diare akut disertai perut melilit hebat pada dewasa
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter saya mendapatkan pasien wanita berusia 30 tahun dengan keluhan utama bab cair >10x. BAB berupa cairan menyemprot dengan ampas sedikit seperti...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.