Prognosis Syringoma
Prognosis syringoma sangat baik. Syringoma adalah tumor jinak tanpa risiko menjadi ganas. Meskipun ada laporan syringoma ganas, biasanya muncul sebagai tumor baru, bukan dari syringoma yang sudah ada. Varian eruptif kadang bisa sembuh sendiri tanpa komplikasi dalam beberapa tahun, sedangkan lesi di wajah cenderung menetap tanpa pengobatan.[1]
Komplikasi
Syringoma merupakan tumor jinak kelenjar keringat ekrin yang umumnya tidak menimbulkan komplikasi medis serius, namun dapat menyebabkan morbiditas ringan terutama dari sisi kosmetik dan psikososial. Lesi yang multipel dan terletak di area wajah, khususnya periorbital, sering menimbulkan gangguan estetika yang dapat berdampak pada kepercayaan diri atau penurunan kualitas hidup.
Komplikasi lain yang perlu diperhatikan adalah kesalahan diagnosis banding, karena syringoma dapat menyerupai kondisi lain seperti milia, xanthelasma, atau tumor kulit jinak maupun ganas lainnya. Jika tidak dikenali dengan tepat, hal ini dapat menyebabkan penanganan yang tidak sesuai atau keterlambatan diagnosis kondisi lain yang lebih serius.
Komplikasi yang lebih sering justru berkaitan dengan terapi, karena penatalaksanaan syringoma bersifat elektif dan bertujuan kosmetik. Berbagai metode seperti eksisi, dermabrasi, atau laser dapat menimbulkan efek samping berupa hiperpigmentasi pasca-inflamasi, eritema persisten, infeksi sekunder, serta pembentukan jaringan parut termasuk parut hipertrofik atau keloid. Selain itu, angka kekambuhan syringoma juga relatif tinggi.[1,4]
Prognosis
Prognosis syringoma sangat baik. Syringoma adalah kondisi dermatologis jinak yang umumnya tidak meningkatkan mortalitas serta tidak memiliki implikasi sistemik pada sebagian besar kasus. Meskipun ada laporan syringoma ganas, biasanya muncul sebagai tumor baru, bukan dari syringoma yang sudah ada. Varian eruptif kadang bisa sembuh sendiri dalam beberapa tahun, sedangkan lesi di wajah cenderung menetap tanpa pengobatan.[1]