Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Syringoma annisa-meidina 2026-06-10T15:38:30+07:00 2026-06-10T15:38:30+07:00
Syringoma
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Syringoma

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Patofisiologi syringoma diduga dimulai sebagai reaksi inflamasi ekrin primer, meskipun hal ini belum terbukti. Syringoma pada dasarnya adalah tumor jinak, meskipun ada varian ganasnya, yang disebut syringokarsinoma, kasus ini sangat jarang terjadi. Histogenesis syringoma kemungkinan besar terkait dengan elemen ekrin atau sel punca multipoten.[2]

Beberapa peneliti berpendapat bahwa syringoma tipe eruptif mungkin lebih merupakan respons hiperplasia saluran keringat akibat peradangan, bukan tumor kelenjar sejati. Begitu pula syringoma yang ditemukan di kulit kepala pada pasien alopesia sikatrikal sebenarnya adalah pertumbuhan berlebih sebagai reaksi terhadap jaringan parut.[4]

Peran Sistem Imun

Penelitian menunjukkan bahwa sel mast yang berperan penting dalam kondisi seperti rosacea, ditemukan dalam jumlah berlimpah pada syringoma. Keberhasilan penggunaan modulator sel mast, seperti adelmidrol topikal dan tranilast oral, semakin menguatkan peran sel mast dalam patogenesis. Hubungan antara sel mast dan fibrosis stroma, yang merupakan ciri khas syringoma, masih belum diteliti.[5]

Karakteristik Mikroskopik dan Peran Gen

Jika dilihat dengan mikroskop elektron, sel-sel saluran pada syringoma memiliki mikrovili pendek yang banyak, desmosome, tonofilamen di bagian dalam saluran, dan lisosom. Pola ekspresi sitokeratin menunjukkan bahwa syringoma cenderung berkembang menyerupai bagian saluran keringat di lapisan atas dermis dan bagian bawah lapisan epidermis (disebut puncak saluran keringat).[4]

Dengan pemeriksaan enzim imunohistokimia, ditemukan adanya enzim khas kelenjar ekrin, seperti leucine aminopeptidase, suksinat dehidrogenase, dan fosforilase. Temuan molekuler menunjukkan bahwa syringoma dapat diwariskan secara autosomal dominan dengan lokus pada kromosom 16q22. Syringoma menunjukkan positivitas terhadap antigen karsinoembrionik (CEA), antigen membran epitel (EMA), dan CK5.[3]

Peran Hormon

Diduga bahwa syringoma dipengaruhi oleh estrogen atau progesteron, karena lebih sering terlihat pada wanita dan memburuk selama kehamilan dan menstruasi. Menurut Wallace dan Smoller, delapan dari sembilan kasus syringoma menunjukkan hasil positif kuat pada inti dan sitoplasma terhadap reseptor progesteron.[3]

Klasifikasi Syringoma

Klasifikasi syringoma yang diusulkan oleh Friedman dan Butler adalah bentuk lokalisata, bentuk yang terkait dengan sindrom Down, bentuk generalisata yang mencakup syringoma multipel dan eruptif, dan bentuk familial. Bentuk langka lainnya seperti syringoma tipe plak, linear, dan mirip milia juga telah dilaporkan.[2-4,6]

Syringoma Lokal

Tipe lokal adalah yang paling umum, yang dikenal sebagai papula simetris di sekitar mata. Baik syringoma lokal dan eruptif umumnya sporadis, namun bentuk familial telah dilaporkan.[2-4,7]

Syringoma Generalisata (Eruptif)

Syringoma eruptif adalah varian syringoma langka yang muncul dalam jumlah banyak sebagai papula multipel berwarna seperti kulit atau sedikit berpigmen di dada anterior, leher, perut bagian atas, ketiak, dan daerah periumbilikal (sekitar pusar) sebelum atau selama masa pubertas. Syringoma eruptif dilaporkan lebih banyak dijumpai pada pasien dengan sindrom Down dan Ehlers-Danlos.[8,9]

Kasus familial syringoma eruptif sangat jarang dan diwariskan secara autosomal dominan. Sementara kasus syringoma eruptif generalisata, yang merupakan perluasan lesi melibatkan wajah, batang tubuh, tungkai atas dan bawah, lebih jarang lagi dijumpai.[7,9]

Syringoma lokal dan eruptif memiliki beberapa perbedaan mendasar selain lokasi dan luasnya lesi. Dari segi warna, syringoma lokal biasanya berwarna seperti kulit atau kekuningan, sedangkan syringoma eruptif berwarna cokelat akibat peningkatan melanin di epidermis basal yang disertai pigmen pada beberapa kasus.[7]

Secara histologis, pada syringoma lokal, untaian epitel lebih dominan dibandingkan duktulus, sementara pada syringoma eruptif justru sebaliknya, yaitu duktulus lebih mendominasi.[7]

Syringoma Familial

Syringoma familial adalah syringoma yang terjadi dalam kelompok keluarga dan diduga diturunkan secara autosomal, kemungkinan terkait dengan hilangnya heterozigositas pada kromosom 16q22. Syringoma familial cenderung lebih sering terjadi di lokasi anatomis yang tidak biasa, termasuk vulva, leher, dan telapak tangan, dibandingkan dengan kasus nonfamilial.[10]

Tipe Lain Yang Lebih Jarang

Pada tahun 1972, Headington et al. untuk pertama kalinya mendeskripsikan varian sel jernih dari syringoma, yaitu tipe yang sangat langka yang secara histologis dibedakan oleh adanya sel epitel duktal dengan sitoplasma jernih. Clear cell syringoma ini diduga berkaitan dengan kondisi diabetes. Gangguan metabolisme glukosa diyakini menjadi faktor pendorong akumulasi sitoplasma jernih yang melimpah di dalam sel neoplastik.[11,12]

Pada diabetes, aktivitas fosforilase menurun di hepatosit selama konsentrasi glukosa darah tinggi, sehingga diduga proses serupa terjadi di dalam syringoma. Studi histokimia dan enzimatik telah menunjukkan peningkatan kandungan glikogen intraseluler akibat defisiensi fosforilase dalam glikogenesis pada syringoma sel jernih. Belum diketahui apakah perbaikan kontrol glikemik sistemik dapat menyebabkan perbaikan atau resolusi lesi ini.[12]

Referensi

2. Płachta I., Kleibert M., Czarnecka AM., et al. Current diagnosis and treatment options for cutaneous adnexal neoplasms with apocrine and eccrine differentiation. International Journal of Molecular Sciences. MDPI AG; 2021. DOI:10.3390/ijms22105077
3. Deo PN., Pawar SR., Karandikar M., Deshmukh RS. Syringoma – a rare tumour: Case report and review of literature. Journal of Oral and Maxillofacial Pathology. Wolters Kluwer Medknow Publications; 2023; 27(4): 768–771. DOI:10.4103/jomfp.jomfp_415_23
4. Shea CR., Elston DM. Syringoma. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/1059871-overview
5. Kim TM., Cho S. Correlation of mast cell density and histopathological characteristics of syringoma: An immunohistochemical study. Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology. Scientific Scholar; 2025; 91(6): 776–782. DOI:10.25259/IJDVL_1893_2024
6. Aleissa M., Aljarbou O., Aljasser MI. Dermoscopy of Eruptive Syringoma. Skin Appendage Disorders. S. Karger AG; 2021; 7(5): 401–403. DOI:10.1159/000515443
7. Yahya H. Generalized Eruptive Syringoma in a Nigerian Woman: A Case Report and a Brief Literature Review. Nigerian Journal of Clinical Practice. Wolters Kluwer Medknow Publications; 2021. pp. 1252–1254. DOI:10.4103/njcp.njcp_438_19
8. Mohaghegh F., Amiri A., Fatemi Naeini F., Rajabi P., Soltan M. Acral Eruptive Syringoma: An Unusual Presentation with Misdiagnosis. Case Reports in Dermatological Medicine. Hindawi Limited; 2020; 2020. DOI:10.1155/2020/5416285
9. Yaldiz M., Cosansu C., Erdem MT., Dikicier BS., Kahyaoğlu Z. Familial eruptive syringoma. Hong Kong Medical Journal. Hong Kong Academy of Medicine Press; 2018. pp. 200–202. DOI:10.12809/hkmj144415
10. Reemaul J., Cumberbatch A., Edwards RJ. Familial Syringomas—A Case Report. Clinical Case Reports. Wiley; 2024; 12(12). DOI:10.1002/ccr3.9707
11. Eittidachachote T., Triyangkulsri K., Rutnin S., Suchonwanit P. Late-Onset Eruptive Clear Cell Syringoma: A Case Report and Literature Review. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology . Dove Medical Press Ltd; 2024; 17: 2823–2828. DOI:10.2147/CCID.S497426
12. Lin LY., Lee NG., Yoon MK., Stagner AM. Clear Cell Syringoma of the Eyelids, a Distinctive Histopathologic Variant Associated with Diabetes Mellitus. Ophthalmic Plastic and Reconstructive Surgery. Wolters Kluwer Health; 1 January 2023; 39(1): E20–E22. DOI:10.1097/IOP.0000000000002254

Pendahuluan Syringoma
Etiologi Syringoma

Artikel Terkait

  • Terapi Laser pada Xanthelasma
    Terapi Laser pada Xanthelasma
  • Terapi Terkini Xanthelasma Palpebrarum
    Terapi Terkini Xanthelasma Palpebrarum
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 22 Januari 2025, 07:12
Bintik pada Kelopak Mata Bertahun-Tahun
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Saya memiliki pasien perempuan berusia 27 tahun datang ke klinik dengan keluhan ada bintik di kelopak mata tidak terasa nyeri, cukup banyak....
dr.Yusman Akbar
Dibalas 03 September 2019, 07:38
Apakah bintik di wajah ini Xanthelasma dan bagaimana terapinya
Oleh: dr.Yusman Akbar
14 Balasan
Ijin bertanya sejawat semua, apakah ini xhantelasma atau apa yaa, terapi obat apakah bisa atau kauterisasi? Terimakasih atas masukan sejawat semua

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.