Prognosis Alergi Makanan
Secara umum, prognosis alergi makanan cukup baik, sebab mayoritas anak yang menderita alergi terhadap telur, susu, gandum, dan kedelai akan menjadi toleran. Komplikasi alergi makanan yang paling bahaya adalah anafilaksis, karena dapat menyebabkan kematian.[1,5-8]
Komplikasi
Alergi makanan dapat menimbulkan komplikasi akut yang berpotensi mengancam nyawa, terutama anafilaksis. Reaksi ini terjadi akibat pelepasan mediator inflamasi secara sistemik setelah pajanan alergen dan dapat menyebabkan edema jalan napas, bronkospasme, hipotensi, syok, hingga henti jantung bila tidak segera ditangani.
Risiko komplikasi berat meningkat pada pasien dengan riwayat anafilaksis sebelumnya, pasien dengan asma, keterlambatan pemberian epinefrin, atau pajanan alergen dalam jumlah besar. Selain itu, reaksi alergi berulang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan kunjungan ke unit gawat darurat, rawat inap, dan meningkatnya morbiditas.
Alergi makanan juga dapat memengaruhi status kesehatan dan kualitas hidup pasien. Pembatasan makanan yang terlalu ketat tanpa pengawasan dapat menyebabkan defisiensi nutrisi, gangguan pertumbuhan, anemia, dan malnutrisi. Pasien juga bisa mengalami kecemasan berlebihan terhadap makanan, ketakutan makan di luar rumah, isolasi sosial, hingga penurunan kualitas hidup keluarga.
Pada beberapa kasus, alergi makanan bisa berkaitan dengan penyakit atopik lain seperti dermatitis atopik dan asma. Risiko pajanan tidak disengaja akibat kontaminasi silang makanan juga bisa terjadi, yang dapat memicu reaksi berat secara mendadak.[1,5-8,13,17,26]
Prognosis
Alergi makanan yang dialami saat anak-anak, biasanya menghilang saat dewasa. Suatu penelitian membuktikan bahwa 50% pasien dengan alergi susu, telur, dan kedelai mengalami resolusi pada usia 8–12 tahun. Sekitar 20% bayi dan anak kecil mengalami resolusi alergi kacang saat mencapai usia sekolah. Bentuk-bentuk alergi yang tidak dimediasi IgE biasanya membaik dalam 1 tahun pertama kehidupan.
Perbaikan alergi pada anak-anak akan terus terjadi seiring bertumbuh dewasa. Meskipun demikian, kasus sporadik anafilaksis masih cukup sering terjadi. Reaksi alergi makanan yang berakibat fatal biasanya berhubungan dengan makanan laut bercangkang, seafood, kacang, dan ikan.[1,5-8]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha