Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Tetracaine
Penggunaan tetracaine pada kehamilan dikategorikan sebagai kategori C oleh FDA tetapi oleh TGA dikategorikan sebagai kategori B2. Pada ibu menyusui, tetracaine tidak diketahui diekskresikan atau tidak melalui ASI.
Penggunaan pada Kehamilan
Kategori C (FDA): Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Kategori B2 (TGA): Obat yang hanya digunakan oleh sedikit wanita hamil dan wanita usia reproduktif, tanpa ditemukan adanya peningkatan frekuensi malformasi atau efek buruk secara langsung ataupun tidak langsung terhadap janin. Studi pada binatang percobaan tidak cukup banyak dilakukan, namun data yang ada menunjukkan tidak adanya bukti peningkatan kejadian kelainan pada janin.
Sejumlah kecil obat dapat masuk ke sirkulasi sistemik akibat absorpsi melalui pembuluh darah konjungtiva dan mukosa nasal. Walau demikian, hingga saat ini, tidak ada kasus kelainan pada janin ataupun keluaran buruk pada kehamilan yang dilaporkan setelah penggunaan tetes mata tetracaine pada wanita hamil.[1,3]
Sebuah penelitian yang melibatkan 23 wanita hamil menunjukkan tidak terdapat hubungan antara penggunaan tetracaine pada trimester pertama kehamilan dengan kelainan pada janin. Namun data yang ada tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa tidak terdapat risiko pada kehamilan akibat penggunaan tetes mata tetracaine ini.[1]
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Tidak diketahui apakah obat ini diekskresikan melalui ASI, namun karena sebagian besar obat diekskresikan di ASI maka penggunaan tetes mata tetracaine pada ibu hamil perlu diawasi. Walaupun bukti yang ada cukup terbatas, pemberian anestesi topikal pada ibu hamil dan menyusui dapat dipertimbangkan apabila terdapat indikasi yang sesuai.
Namun penggunaan jangka panjang harus dihindari. Untuk mengurangi jumlah obat yang masuk sirkulasi sistemik melalui mukosa nasal, dapat dilakukan penekanan pada ujung medial mata (muara saluran air mata menuju hidung) selama 2 menit setelah pemberian obat.[1,3]