Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Farmakologi Copper T general_alomedika 2022-12-01T09:40:44+07:00 2022-12-01T09:40:44+07:00
Copper T
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Farmakologi Copper T

Oleh :
dr. Tanessa Audrey Wihardji
Share To Social Media:

Farmakologi copper-T baik sebagai kontrasepsi prafertilisasi maupun sebagai kontrasepsi darurat pasca fertilisasi.

Farmakodinamik

Farmakodinamik copper-T dibedakan untuk penggunaan prafertilisasi dan pasca fertilisasi.

Prafertilisasi

Prafertilisasi, copper-T bekerja melalui 2 mekanisme, inhibisi migrasi dan viabilitas sperma pada daerah serviks dan endometrium, serta perusakan ovum sebelum terjadi fertilisasi.

Copper-T meningkatkan konsentrasi tembaga pada mukus servikal sehingga menghambat pergerakan sperma. Pada endometrium, copper-T meningkatkan efek spermisidalnya melalui proses aktivasi respon inflamasi kronik. Kedua proses ini menyebabkan jumlah spermatozoa yang ditemukan pada tuba falopi menyusut drastis.

Sebuah studi menemukan bahwa jumlah spermatozoa yang mencapai tuba falopi 2 jam setelah inseminasi pada wanita dengan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) berkisar 0-4 spermatozoa dibandingkan tanpa AKDR berkisar 10-11 spermatozoa.

Copper-T juga berperan merusak atau menghancurkan ovum sebelum terjadi fertilisasi. Copper-T memiliki efek ovosidal tertinggi dibandingkan jenis AKDR lainnya.[2,11]

Pasca Fertilisasi

Copper-T juga dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat pada 5 hari pertama pasca senggama. Copper-T untuk kontrasepsi darurat bekerja melalui 3 mekanisme: perusakan embrio sebelum sampai di uterus, mencegah implantasi, serta mencegah terjadinya kehamilan ektopik.[3]

Peningkatan konsentrasi tembaga di tuba falopi ternyata tidak hanya memiliki efek ovosidal tetapi juga dapat menghancurkan ovum yang sudah terfertilisasi yang masih berada di tuba falopi.

Ketika embrio sudah bermigrasi dari tuba falopi, copper-T juga dapat bekerja mencegah implantasi embrio melalui proses aktivasi respon inflamasi kronik pada kavum uteri. Aktivasi proses inflamasi ini membuat blastosis tidak dapat melakukan implantasi.[2]

Efektifitas

Copper-T dapat mempertahankan efektivitasnya hingga 12 tahun pemakaian, namun pada prakteknya dibatasi hanya untuk 8-10 tahun pemakaian.[12]

 

 

Direvisi oleh: dr. Dizi Bellari Putri

Referensi

2. Stanford JB, Mikolajczyk RT. Mechanism of action intrauterin device: Update and estimation of postfertilization effects. Am J Obstet Gynecol. 2002 December.
3. World Health Organization. Emergency contraception 2021. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/emergency-contraception.
11. Alvarez F, Gulloff E, Brache V, Fernandez E, Hess R, Salvatierre AM. New insights on the mode of action of intrauterine contraceptive devices in women. Fertil Steril. 1988;(49): p. 768-73.
12. Kaneshiro B, Aeby T. Long-term safety, efficacy, and patient acceptability of the intrauterine Copper T-380A contraceptive device. Int J Womens Health. 2010 August 9.

Pendahuluan Copper T
Formulasi Copper T

Artikel Terkait

  • Metode Kontrasepsi Darurat
    Metode Kontrasepsi Darurat
  • Peresepan Morning After Pill Secara Aman
    Peresepan Morning After Pill Secara Aman
  • Kontrasepsi Oral – Panduan e-Prescription Alomedika
    Kontrasepsi Oral – Panduan e-Prescription Alomedika
  • Kontrasepsi Darurat – Panduan e-Prescription Alomedika
    Kontrasepsi Darurat – Panduan e-Prescription Alomedika
  • Risiko Stroke pada Pengguna Kontrasepsi Hormonal
    Risiko Stroke pada Pengguna Kontrasepsi Hormonal

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 02 November 2026, 13:35
Lonjakan Flu 2026! Diskusi dengan ahlinya, yuk, Dok!
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Super flu?!? Flu tak membunuh sendiri!Stop steroid, waspadai infeksi sekunder, dan perbarui tata laksana.Segera Daftar!Webinar “Influenza Outbreak...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 16 jam yang lalu
Ikuti MOOC/e-Course BerSKP - Pendekatan Klinis pada Prematuritas serta Kelainan Kongenital
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!🤱Deteksi dini dan penanganan yang tepat berperan penting dalam mencegah komplikasi pada bayi prematur dan bayi dengan kelainan kongenital. Upaya...
Anonymous
Dibalas 02 November 2026, 10:49
Pasien 7 tahun dengan nyeri telinga dan telinga penuh serumen, apakah perlu dirujuk atau diberi tetes telinga?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO dokter, saya ada kasus anak usia 7 th keluhan bapilnas dan telinga nyeri. Saat saya periksa, telinga penuh serumen (tp bkn serumen prop) hingga MT sukar...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.