Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Kontraindikasi dan Peringatan Tamoxifen general_alomedika 2026-10-14T09:27:26+07:00 2026-10-14T09:27:26+07:00
Tamoxifen
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Kontraindikasi dan Peringatan Tamoxifen

Oleh :
dr. Ricky Dosan
Share To Social Media:

Kontraindikasi utama penggunaan tamoxifen adalah hipersensitivitas terhadap tamoxifen atau bahan lain dalam formulasi obat. Selain itu, pada ductal carcinoma in situ (DCIS) atau untuk menurunkan risiko kanker payudara pada perempuan berisiko tinggi, tamoxifen kontraindikasi pada pasien dengan riwayat deep-vein thrombosis (DVT) atau emboli paru. Peringatan penggunaan perlu mencakup peningkatan risiko keganasan uterus.[2,4]

Kontraindikasi

Kontraindikasi tamoxifen adalah hipersensitivitas terhadap tamoxifen atau bahan lain dalam formulasi obat.

Selain itu, pada penggunaannya untuk DCIS atau untuk menurunkan risiko kanker payudara pada perempuan berisiko tinggi, tamoxifen dikontraindikasikan pada pasien dengan riwayat deep-vein thrombosis (DVT) atau emboli paru (PE), serta pada pasien yang sedang membutuhkan terapi warfarin.

Untuk pasien yang sudah didiagnosis kanker payudara, riwayat tromboemboli tidak selalu menjadi kontraindikasi absolut, tetapi manfaat terapi harus dipertimbangkan secara hati-hati terhadap peningkatan risiko tromboemboli.[4]

Peringatan

Penggunaan tamoxifen perlu dipertimbangkan dan diberikan pengawasan khusus pada pasien-pasien yang memiliki keadaan berikut:

  • Polimorfisme CYP2D6
  • Metastasis tulang
  • Trombositopenia
  • Kolestasis, perlemakan hati, nekrosis hepar dan hepatitis
  • Leukopenia
  • Hiperlipidemia
  • Penurunan fungsi penglihatan, perubahan kornea dan trombosis vena retina
  • Flushing dan peningkatan nyeri pada tumor dan tulang, yang terkadang berkaitan dengan respon tumor yang baik
  • Terapi tamoxifen jangka panjang untuk pencegahan kanker payudara (meningkatkan risiko stroke, emboli paru, kanker endometrium, sarkoma uterus dan katarak).[2]

Peningkatan Risiko Keganasan Uterus

Peringatan penting terkait tamoxifen adalah peningkatan risiko keganasan uterus, terutama adenokarsinoma endometrium dan, lebih jarang, sarkoma uterus. Risiko ini lebih diperhatikan pada penggunaan jangka panjang, terutama lebih dari dua tahun. Oleh karena itu, pasien perlu menjalani pemeriksaan ginekologis secara rutin dan segera dievaluasi apabila mengalami perdarahan vagina abnormal, perubahan menstruasi, nyeri atau rasa tertekan pada panggul.

Pemeriksaan payudara, mammografi, dan pemeriksaan ginekologi juga dianjurkan sebelum terapi dan secara berkala selama terapi. Tamoxifen juga dapat menyebabkan perubahan non-keganasan pada uterus, seperti hiperplasia atau polip endometrium, serta dapat menyebabkan gangguan menstruasi atau amenore. Kista ovarium juga pernah dilaporkan pada sebagian perempuan premenopause.[4]

Risiko Tromboemboli

Tamoxifen juga perlu digunakan dengan kewaspadaan karena dapat meningkatkan risiko kejadian tromboemboli, termasuk DVT, emboli paru, dan stroke, yang pada beberapa kasus dapat berakibat fatal. Risiko ini dapat semakin meningkat bila tamoxifen digunakan bersamaan dengan kemoterapi.[4]

Risiko Hiperkalsemia

Pada pasien dengan kanker payudara metastatik yang mengalami metastasis tulang, tamoxifen juga dapat menyebabkan hiperkalsemia, sehingga kadar kalsium perlu diperhatikan dan pada kondisi berat terapi dapat perlu dihentikan.[4]

Efek pada Organ

Selain itu, tamoxifen dapat menimbulkan gangguan hati, mulai dari perubahan enzim hati hingga kondisi yang jarang tetapi berat seperti hepatitis, kolestasis, perlemakan hati, dan nekrosis hati. Karena itu, pemeriksaan fungsi hati secara berkala dianjurkan.

Efek pada mata juga perlu diperhatikan, karena tamoxifen dapat menyebabkan gangguan penglihatan, perubahan kornea, gangguan persepsi warna, retinopati, trombosis vena retina, serta peningkatan risiko katarak.

Tamoxifen juga dapat menyebabkan kelainan hematologis seperti trombositopenia, neutropenia, leukopenia, atau pansitopenia, sehingga pemeriksaan darah lengkap termasuk jumlah trombosit perlu dilakukan secara berkala.

Pada pasien dengan hiperlipidemia sebelumnya, kadar trigliserida dan kolesterol juga perlu dipantau karena tamoxifen dapat memperburuk hiperlipidemia.[4]

Kehamilan

Kehamilan merupakan aspek penting untuk diperhatikan karena tamoxifen dapat menyebabkan gangguan pada janin, termasuk keguguran, cacat lahir, dan kematian janin. Oleh sebab itu, status kehamilan perlu dipastikan sebelum memulai terapi pada perempuan yang memiliki potensi reproduksi.

Pasien harus diberi tahu untuk tidak hamil selama menggunakan tamoxifen dan selama 2 bulan setelah terapi dihentikan, serta dianjurkan menggunakan kontrasepsi nonhormonal yang efektif selama periode tersebut. Jika kehamilan terjadi selama terapi atau dalam sekitar dua bulan setelah penghentian, pasien perlu segera diberi konseling mengenai potensi risiko terhadap janin.[4]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

2. Medscape. Tamoxifen. 2026. https://reference.medscape.com/drug/nolvadex-soltamox-tamoxifen-342183
4. ASHP. Tamoxifen (Monograph). 2026. https://www.drugs.com/monograph/tamoxifen.html

Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...
Pengawasan Klinis Tamoxifen

Artikel Terkait

  • Keamanan Jangka Panjang Kehamilan Pasca Kanker Payudara
    Keamanan Jangka Panjang Kehamilan Pasca Kanker Payudara
  • Red Flags Nyeri Payudara
    Red Flags Nyeri Payudara
  • Red Flags Benjolan di Axilla
    Red Flags Benjolan di Axilla
  • Hubungan Fitoestrogen dengan Kanker Payudara
    Hubungan Fitoestrogen dengan Kanker Payudara
  • Perbandingan Breast Conserving Surgery dan Mastektomi bagi Pasien Kanker Payudara
    Perbandingan Breast Conserving Surgery dan Mastektomi bagi Pasien Kanker Payudara

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 18 Mei 2026, 11:12
Mamografi Rutin: Kebutuhan atau Berlebihan?!
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter.Pasien perempuan berusia 45 tahun datang untuk konsultasi terkait hasil mamografi. Pada hasil ditemukan adanya tumor jinak tetapi bukan kanker....
Anonymous
Dibalas 28 Desember 2025, 14:00
Diagnosis Banding Benjolan di Payudara pada 30 tahun
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Alo dokter, saya ada pasien usia 30 thnn...Keluhannya benjolan di payudara yg timbul mendadak, tidak nyeri, tidak demam...Saya palpasi mmng ada massa,...
Anonymous
Dibalas 29 Oktober 2025, 07:35
Rencana Terapi untuk Invasive Papillary Ca Mammae untuk Pasien usia 55 tahun
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter. Pasien setelah terdiagnosis tumor mammae T2N0Mx susp maligna dan dilakukan biopsi eksisi didapatkan hasil Invasive Papillary Ca Mammae. Mohon...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.