Pengawasan Klinis Zidovudin
Pengawasan klinis yang perlu dilakukan terhadap penerima zidovudin atau zidovudine adalah hitung sel T CD4 setiap 3–6 bulan. Selain itu, dokter juga memantau viral load HIV dan ada tidaknya infeksi oportunistik secara berkala.
Pengawasan klinis bertujuan untuk memantau efektivitas obat untuk menghambat progresivitas HIV dan memantau efek samping. Zidovudin diketahui dapat mengganggu sumsum tulang, sehingga pemeriksaan darah lengkap mungkin diperlukan, terutama hitung jenis pada pasien dengan gangguan sumsum tulang. Periksa juga fungsi hepar setiap 6–12 bulan, karena efek samping bisa terjadi.
Perlu diketahui bahwa penggunaan zidovudin pada HIV sudah bukan lagi menjadi pilihan utama. Regimen terapi lini pertama pada HIV adalah kombinasi tenofovir, lamivudin, dan dolutegravir. Meski demikian, zidovudin masih digunakan sebagai regimen kombinasi alternatif, bersama dengan lamivudine dan efavirenz.[2-4,8]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha