Kontraindikasi dan Peringatan Phenylbutazone
Phenylbutazone kontraindikasi pada pasien dengan riwayat reaksi hipersensitivitas terhadap obat ini, diskrasia darah, ulkus peptikum aktif, atau disfungsi hati dan ginjal yang signifikan. Peringatan penggunaan phenylbutazone adalah terkait risiko toksisitas serius, termasuk supresi sumsum tulang, reaksi hipersensitivitas berat, dan komplikasi gastrointestinal serta renal.[4-6]
Kontraindikasi
Phenylbutazone dikontraindikasikan pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), serta pada kondisi dengan risiko tinggi komplikasi hematologis seperti agranulositosis atau anemia aplastik.
Kontraindikasi lain adalah pada pasien dengan ulkus peptikum aktif, perdarahan gastrointestinal, gangguan fungsi hati atau ginjal berat, gagal jantung kongestif, atau hipertensi yang tidak terkontrol, mengingat potensinya memperburuk retensi cairan dan toksisitas organ.[6,11]
Peringatan
Perlu diketahui bahwa penggunaan phenylbutazone sudah semakin ditinggalkan karena profil keamanan yang buruk dan banyaknya alternatif terapi lain yang lebih aman. Phenylbutazone membawa risiko toksisitas serius, termasuk diskrasia darah berat, reaksi hipersensitivitas berat, serta komplikasi gastrointestinal seperti ulkus dan perdarahan.
Obat ini juga dapat mengganggu fungsi ginjal melalui retensi natrium dan perubahan aliran darah ginjal, meningkatkan risiko edema, hipertensi, atau eksaserbasi gagal jantung, terutama pada pasien dengan penyakit ginjal atau kondisi komorbid lain.
Selain itu, phenylbutazone memiliki potensi interaksi obat yang luas karena ikatan protein plasmanya yang sangat tinggi serta kemampuannya menginduksi enzim mikrosomal, sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan pada pasien yang menggunakan antikoagulan, memperkuat efek hipoglikemik sulfonilurea atau insulin, serta mengubah kadar obat lain yang sangat terikat protein.[4-6,11]