Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Farmakologi Phenylbutazone annisa-meidina 2026-01-06T15:07:02+07:00 2026-01-06T15:07:02+07:00
Phenylbutazone
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Farmakologi Phenylbutazone

Oleh :
dr. Lina Yohanes, Sp.FK
Share To Social Media:

Secara farmakologi, phenylbutazone memiliki aktivitas antiinflamasi, analgesik, antipiretik, dan sedikit urikosurik pada manusia. Efek ini terutama berhubungan dengan penghambatan sintesis prostaglandin melalui inaktivasi siklooksigenase dan prostasiklin sintase secara mediasi peroksida.

Obat ini cepat dan hampir sepenuhnya diserap dari saluran cerna, sangat terikat pada protein plasma, memiliki volume distribusi kecil, dan dieliminasi terutama melalui metabolisme hepatik. Metabolit aktif mencakup oxyphenbutazone dan γ-hydroxyphenylbutazone yang mendominasi di plasma, sementara C-glukuronida lebih banyak ditemukan di urin.[5]

Farmakodinamik

Phenylbutazone bekerja sebagai agen antiinflamasi, analgesik, dan antipiretik dengan mengurangi produksi mediator inflamasi, terutama prostaglandin. Phenylbutazone juga memiliki aktivitas urikosurik ringan, meskipun bukan mekanisme utamanya, dan dapat memengaruhi homeostasis renal sehingga berpotensi menyebabkan retensi natrium. Dahulu, obat ini digunakan dalam penanganan rheumatoid arthritis, ankylosing spondylitis, ataupun gout.

Phenylbutazone menghambat sintesis prostaglandin melalui inaktivasi siklooksigenase dan prostasiklin sintase yang dimediasi oleh peroksida (H₂O₂). Obat ini juga dapat mengalami reaksi ko-oksigenasi dalam sistem siklooksigenase untuk membentuk metabolit reaktif seperti 4-hydroxyphenylbutazone yang turut berkontribusi pada inaktivasi enzim tersebut.

Penghambatan konversi asam arakidonat menjadi endoperoksida prostaglandin menyebabkan penurunan PGE₂, PGF₂α, PGD₂, tromboksan A₂, dan prostasiklin, sehingga mengurangi inflamasi dan respons nyeri, tetapi juga menjelaskan efek samping seperti iritasi gastrointestinal dan perubahan regulasi aliran darah ginjal.[5]

Farmakokinetik

Dalam hal farmakokinetik, phenylbutazone memiliki waktu paruh eliminasi sangat panjang, yakni rerata ±70 jam. Phenylbutazone juga menunjukkan variasi inter- serta intraindividu yang besar, terutama dipengaruhi faktor genetik.[5]

Absorbsi

Phenylbutazone memiliki karakteristik absorpsi yang cepat dan hampir lengkap dari saluran cerna. Setelah pemberian oral tunggal 300 mg pada pria sehat yang berpuasa, konsentrasi puncak plasma rerata sekitar 43,3 µg/mL tercapai dalam waktu sekitar 2,5 jam.[5,6]

Distribusi

Phenylbutazone memiliki fraksi ikatan protein yang mencapai 98-99% pada pemberian dosis terapeutik. Phenylbutazone memiliki volume distribusi yang kecil.  Konsentrasi phenylbutazone lebih tinggi di plasma dari pada di organ.[1,9,10]

Metabolisme

Phenylbutazone dimetabolisme di hati terutama melalui reaksi oksidasi dan konjugasi, menghasilkan beberapa metabolit termasuk metabolit aktif oxyphenbutazone serta γ-hydroxyphenylbutazone, yang terbentuk melalui hidroksilasi cincin maupun rantai samping.

Proses metabolisme ini juga menghasilkan berbagai turunan lain seperti β-hydroxyphenylbutazone, γ-ketophenylbutazone, dan p,γ-dihydroxyphenylbutazone, disertai pembentukan konjugat glukuronida dari obat induk maupun metabolitnya. Studi multiple dose menunjukkan bahwa kadar plasma oxyphenbutazone dapat menurun pada dosis tinggi phenylbutazone, kemungkinan akibat induksi metabolisme lanjutan.[5]

Eliminasi

Phenylbutazone dieliminasi hampir sepenuhnya melalui metabolisme hepatik, dengan hanya sekitar 1% diekskresikan dalam bentuk tidak berubah melalui urin. Sekitar 10% dosis diekskresikan melalui empedu sebagai metabolit, sementara urin mengandung berbagai metabolit yang sebagian besar telah diidentifikasi, termasuk C-glukuronida yang terbentuk melalui ikatan langsung antara cincin pirasolidin dan asam glukuronat.

Setelah dosis tunggal, jalur eliminasi didominasi oleh pembentukan C-glukuronida, sedangkan oksidasi menjadi metabolit hidroksilasi lebih menonjol pada pemberian berulang. Metabolit aktif seperti oxyphenbutazone dan γ-hydroxyphenylbutazone terutama ditemukan dalam plasma. Waktu paruh eliminasi phenylbutazone rerata sekitar 70 jam.[5]

Referensi

1. Lees P, Toutain PL. Pharmacokinetics, pharmacodynamics, metabolism, toxicology and residues of phenylbutazone in humans and horses. The Veterinary Journal. 2013;196:294-303.
5. National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 4781, Phenylbutazone. 2025. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Phenylbutazone.
6. Apotex INC. Product Monograph Apo-Phenylbutazone. Accessed 2025. https://pdf.hres.ca/dpd_pm/00007868.PDF
9. Sioufi A, Colussi D, Caudal F, Schoeller JP, Massias P. Pharmacokinetics of phenylbutazone in healthy subjects after oral administration of single and multiple doses. Journal of Pharmaceutical Sciences. 1980;69(12):1413-16.
10. Aarbakke J. Clinical pharmacokinetics of phenylbutazone. Clinical Pharmacokinetics 3. 1978:369-380

Pendahuluan Phenylbutazone
Formulasi Phenylbutazone

Artikel Terkait

  • Hubungan antara Homosistein dengan Ankylosing Spondylitis – Telaah Jurnal Alomedika
    Hubungan antara Homosistein dengan Ankylosing Spondylitis – Telaah Jurnal Alomedika
Diskusi Terbaru
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 10 jam yang lalu
Dapat SKP Lebih Mudah, e-Course ber SKP Tersedia di Aplikasi ALOMEDIKA
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter. Dapatkan SKP lebih mudah dan praktis  dari genggaman Anda melalui e-Course ber-SKP yang tersedia di aplikasi Alomedika! Kini, dokter tidak perlu...
Anonymous
Dibalas kemarin, 22:28
Diagnosis penyakit kulit di hampir seluruh tubuh
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dokter. Saya memiliki pasien anak usia 2 tahun 10 bulan mengeluh muncul bintik2 pustul di badan dan tangan kanan, lalu keesokannya muncul di wajah dan...
Anonymous
Dibalas kemarin, 08:52
Diagnosis plak gatal hampir seluruh badan bertahun tahun
Oleh: Anonymous
3 Balasan
ALO dokter, izin tanyaPasien saya datang dengan keluhan gatal hilang timbul bertahun tahun tanpa pecetus yang jelas, gatal tidak dipengaruhi keringat....

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.