Pengawasan Klinis Phenylbutazone
Pengawasan klinis pada penggunaan phenylbutazone mencakup evaluasi berkala fungsi ginjal dan hati karena metabolisme phenylbutazone bersifat hepatik dan obat ini dapat menyebabkan retensi natrium maupun perubahan aliran darah ginjal yang memperburuk gagal jantung atau gangguan ginjal yang sudah ada. Perlu diketahui bahwa penggunaan phenylbutazone sudah ditinggalkan karena banyak agen alternatif lain yang lebih aman.
Pengawasan juga mencakup evaluasi fungsi hematologi, misalnya dengan pemeriksaan darah lengkap, karena obat ini memiliki risiko tinggi menimbulkan diskrasia darah berat seperti agranulositosis, anemia aplastik, leukopenia, dan trombositopenia. Evaluasi berkala dapat diperlukan, terutama pada minggu-minggu awal terapi atau ketika muncul gejala seperti demam, infeksi, atau perdarahan spontan.
Pengawasan klinis lain adalah evaluasi tanda toksisitas gastrointestinal, termasuk nyeri epigastrium, perdarahan saluran cerna, atau anemia kronis yang mengarah pada ulkus atau gastritis akibat inhibisi prostaglandin.[5,6,11]