Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Phenylbutazone annisa-meidina 2026-01-06T15:27:33+07:00 2026-01-06T15:27:33+07:00
Phenylbutazone
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Phenylbutazone

Oleh :
dr. Lina Yohanes, Sp.FK
Share To Social Media:

Pengawasan klinis pada penggunaan phenylbutazone mencakup evaluasi berkala fungsi ginjal dan hati karena metabolisme phenylbutazone bersifat hepatik dan obat ini dapat menyebabkan retensi natrium maupun perubahan aliran darah ginjal yang memperburuk gagal jantung atau gangguan ginjal yang sudah ada. Perlu diketahui bahwa penggunaan phenylbutazone sudah ditinggalkan karena banyak agen alternatif lain yang lebih aman.

Pengawasan juga mencakup evaluasi fungsi hematologi, misalnya dengan pemeriksaan darah lengkap, karena obat ini memiliki risiko tinggi menimbulkan diskrasia darah berat seperti agranulositosis, anemia aplastik, leukopenia, dan trombositopenia. Evaluasi berkala dapat diperlukan, terutama pada minggu-minggu awal terapi atau ketika muncul gejala seperti demam, infeksi, atau perdarahan spontan.

Pengawasan klinis lain adalah evaluasi tanda toksisitas gastrointestinal, termasuk nyeri epigastrium, perdarahan saluran cerna, atau anemia kronis yang mengarah pada ulkus atau gastritis akibat inhibisi prostaglandin.[5,6,11]

Referensi

5. National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 4781, Phenylbutazone. 2025. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Phenylbutazone.
6. Apotex INC. Product Monograph Apo-Phenylbutazone. Accessed 2025. https://pdf.hres.ca/dpd_pm/00007868.PDF
11. MIMS Indonesia. Phenylbutazone. 2025. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phenylbutazone?mtype=generic

Kontraindikasi dan Peringatan Ph...

Artikel Terkait

  • Hubungan antara Homosistein dengan Ankylosing Spondylitis – Telaah Jurnal Alomedika
    Hubungan antara Homosistein dengan Ankylosing Spondylitis – Telaah Jurnal Alomedika
Diskusi Terbaru
dr. Jansen Fernando.MKM
Dibalas kemarin, 09:00
Izin share poster edukasi "FATIGUE & WORK–LIFE BALANCE"
Oleh: dr. Jansen Fernando.MKM
1 Balasan
Izin share poster edukasi: K3👉 Jangan tunggu sampai tubuh benar-benar kelelahan. Kenali sinyal tubuh dan berikan waktu untuk pulih.Kerja aman, istirahat...
dr.Dwi Putri Nurulliza
Dibalas kemarin, 09:26
Info Lowongan Kerja Dokter Spesialis Gizi
Oleh: dr.Dwi Putri Nurulliza
2 Balasan
ALO Dokter, Dapatkan kesempatan berinteraksi dengan jutaan pengguna aktif ALODOKTER di seluruh Indonesia. Kerja dari mana saja, kapan saja, dengan gaji...
Anonymous
Dibalas 12 Oktober 2026, 11:35
Luka area genital pada wanita usia 47 tahun yang semakin nyeri setelah diobati mupirocin
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Saya mendapatkan pasien wanita 47 tahun mengeluhkan lecet pada vulva vagina (dilingkari merah pada gambar) setelah berhubungan dg suami. Terasa...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.