Pasien dengan nilai D-dimer tinggi bisakah divaksinasi - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, izin bertanya, seorang wanita akan melakukan vaksinasi, lalu berinisiatif memeriksa kadar D Dimer, diketahui nilainya adalah 1581 ng/ml. Saat ini...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien dengan nilai D-dimer tinggi bisakah divaksinasi

    02 Juli 2021, 08:42

    Alo dokter, izin bertanya, seorang wanita akan melakukan vaksinasi, lalu berinisiatif memeriksa kadar D Dimer, diketahui nilainya adalah 1581 ng/ml. Saat ini user tidak mengalami keluhan apapun, tapi pernah punya riwayat keguguran dua kali.

    Apakah user boleh menjalani vaksinasi?

    Terimakasih sebelum nya.

02 Juli 2021, 09:32
Alodokter,
Bantu berdiskusi ya dok..
Sepertinya utk nilai D-dimer tinggi dan adanya riwayat keguguran merupakan salah satu faktor resiko dari trombosis pasca vaksin, terutama jika pasien akan divaksin dg AZ, shg sebaiknya bs konsultasi dg dr Sp.PD terlebih dahulu dok..
Terimakasih..
02 Juli 2021, 09:32
Terimakasih atas informasinya ya dok
02 Juli 2021, 09:33

Alo dr. Nurul, 

Izin berdiskusi, ya, Dok. 

Mungkin untuk saat ini adalah belum ada yang tahu apakah diperbolehkan atau tidak. 

Namun, untuk pemeriksaan laboratorium D-dimer banyak sekali yang harus dipertimbangkan. Salah satunya adalah assay D-dimer apa yang digunakan untuk pemeriksaan tersebut. 

Beberapa kondisi dapat menyebabkan peningkatan nilai D-dimer secara fisiologis. Hal ini belum tentu patologis. Beberapa hal yang dapat menyebabkan peningkatan D-dimer seperti usia pasien, statu kehamilan, pemakaian kotrasepsi oral, maupun komorbiditas. (salah sub-seksi artikel alomedika membahas hal ini: https://www.alomedika.com/efektivitas-ddimer-untuk-mengeklusi-venous-thromboembolism)

 
Sebaiknya, mungkin, coba melakukan assesment secara klinis untuk penyakit tromboemboli seperti riwatat DVT atau emboli paru atau mempunyai riwayat keluarga yang memiliki penyakit tromboemboli (defisiensi proteis S, C, positif lupus anticiagulan, atau factor V leiden)
 
Sebagai anjuran, mungkin perlu dipertimbangkan ini saat melakukan decision making. Kejadi risiko tromboemboli (walaupun keajadiannya sangat langka) ditemukan pada vaksin AstraZeneca (vaksin adenovirus vector ), yang hingga saat ini, belum pernah dilaporkan pada vaksin Sinovac. (sumber: https://www.alomedika.com/vaksin-covid-19-perkembangan-hingga-saat-ini)
 
 
Sebaiknya D-dimer tidak digunakan untuk mendiagnosis pasien, maupun sebagai pemeriksaan prognostik.  Jika digunakan untuk penegakkan diagnosis DVT atau PE- gunakan dengan bantuan assesment tool seperti Wells Criteria.  (sumber: https://www.alomedika.com/perc-rule-untuk-emboli-paru , https://www.alomedika.com/cme-skp-penggunaan-sistem-skoring-pada-emboli-paru)
 
Mungkin ada tambahan dari teman-teman sejawat? 
02 Juli 2021, 09:35
Terimakasih banyak atas masukannya dr. Renate ☺