Keamanan dan Efikasi Vaksin COVID-19 BNT162b2 mRNA—Telaah Jurnal Alomedika

Oleh :
dr. Gisheila Ruth Anggitha

Safety and Efficacy of the BNT162b2 mRNA COVID-19 Vaccine

Polack FP, Thomas SJ, Kitchin N, Absalon J, Gurtman A, Lockhart S. Safety and Efficacy of the BNT162b2 mRNA COVID-19 Vaccine. N Engl J Med. 2020. DOI:10.1056/NEJMoa2034577.

Abstrak

Latar Belakang: Infeksi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyebabkan COVID-19 menyerang lebih dari 10 juta pasien di seluruh dunia. Vaksin yang aman dan efektif sangat dibutuhkan.

Metode: Dalam studi yang bersifat multinasional, placebo-controlled, observer-blinded, dan percobaan yang penting, peneliti melakukan pengacakan terhadap individu usia 16 tahun ke atas untuk menerima dua dosis dengan rasio 1:1, dengan jarak 21 hari, dibagi menjadi grup plasebo dan vaksin BNT162b2 (30µg per dosis). BNT162b2 adalah vaksin RNA dengan formula nanopartikel lipid dan nukleotida termodifikasi yang mengkode lonjakan protein membrane-anchored SARS-CoV-2 full-length yang stabil. Luaran klinis primer penelitian ini adalah efikasi vaksin terhadap hasil laboratorium terkonfirmasi COVID-19 dan keamanannya.

Kemenkes ft Alodokter Alomedika 650x250

Hasil: Total 43.548 partisipan menjalani pengacakan, dan 43.448 partisipan yang menerima injeksi: 21.720 dengan BNT162b2 dan 21,728 dengan plasebo. Terdapat 8 kasus COVID-19 dengan onset setidaknya 7 hari setelah dosis kedua pada pasien yang mendapatkan vaksin BNT162b2 dan 162 kasus pada pasien yang mendapatkan vaksin plasebo; BNT162b2 95% efektif dalam mencegah COVID-19 (95% CI, 90.2 sampai 97.6).

Efikasi vaksin (secara umum 90–100%) diamati di seluruh subgrup ditentukan oleh usia, jenis kelamin, ras, etnis, indeks massa tubuh dasar, dan riwayat komorbid. Di antara 10 kasus COVID-19 berat dengan onset setelah dosis pertama, 9 terjadi pada grup plasebo dan 1 pada grup BNT162b2. Keamanan profil vaksin BNT162b2 ditandai dengan nyeri ringan hingga sedang pada lokasi penyuntikan, kelelahan, dan nyeri kepala. Insidensi reaksi efek samping yang serius itu rendah dan serupa pada grup vaksin dan plasebo.

Kesimpulan: Regimen dua dosis vaksin BNT162b2 memberikan proteksi 95% terhadap COVID-19 pada pasien usia 16 tahun ke atas. Keamanan selama rata-rata 2 bulan serupa dengan vaksin virus lainnya.

shutterstock_1815377693-min

Ulasan Alomedika

Coronavirus disease 2019 atau COVID-19 telah menyerang lebih dari 70 juta orang di dunia. Pasien usia tua, pasien yang memiliki penyakit komorbid, dan tenaga kesehatan merupakan orang-orang yang memiliki risiko tinggi untuk menderita penyakit ini. Oleh karena itu, vaksin yang aman dan efektif sangat dibutuhkan pada pandemi ini. Pada studi ini, peneliti melaporkan temuan keamanan dan efikasi vaksin BNT162b2 (30 µgram per dosis) dalam mencegah COVID-19 pada orang berusia 16 tahun ke atas.

Ulasan Metode Penelitian

Studi ini meneliti keamanan dan efektivitas vaksin COVID-19, yaitu vaksin BNT162b2 yang diberikan dalam 2 dosis dengan selang waktu 21 hari yang dibandingkan dengan plasebo. Penelitian ini menetapkan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas sehingga memiliki potensi bias yang minimal. Kriteria inklusi penelitian ini adalah orang dewasa usia 16 tahun ke atas yang sehat atau memiliki kondisi medis kronis yang stabil, termasuk human immunodeficiency virus (HIV), hepatitis B, atau hepatitis C. Kriteria eksklusinya adalah pasien dengan riwayat COVID-19, pasien yang sedang menjalani terapi imunosupresif, dan pasien yang mengalami kondisi imunokompromais saat penelitian berlangsung.

Partisipan dikelompokkan secara acak menjadi dua grup, yaitu grup yang mendapatkan vaksin BNT162b2 30 µg dan grup yang mendapatkan plasebo, dengan rasio 1:1. Penyamaran atau blinding juga dilakukan terhadap petugas di lokasi yang bertanggung jawab mengevaluasi keamanan vaksin. Petugas tidak diberitahukan pasien mana yang mendapat vaksin atau plasebo. Observasi dilakukan selama 30 menit setelah vaksinasi.

Luaran klinis primer keamanan penelitian ini adalah reaksi efek samping lokal dan sistemik, penggunaan analgesik atau antipiretik dalam 7 hari setelah mendapatkan vaksin atau plasebo, serta reaksi efek samping sampai 1 bulan setelah dosis kedua dan selama 6 bulan setelah dosis kedua.

Luaran klinis primer efektivitas penelitian ini adalah efektivitas vaksin BNT162b2 terhadap kasus terkonfirmasi COVID-19 dengan onset setidaknya 7 hari setelah dosis kedua pada partisipan yang tidak terbukti secara serologis/virologis terinfeksi SARS-CoV-2 sampai dengan 7 hari setelah dosis kedua. Selain itu, penelitian ini juga menilai efikasi vaksin pada partisipan yang terbukti maupun yang tidak terbukti memiliki infeksi COVID-19 sebelumnya. Luaran sekundernya adalah efikasi vaksin BNT162b2 terhadap pasien dengan COVID-19 berat.

Ulasan Hasil Penelitian

Sebanyak total 43.448 partisipan mendapatkan injeksi, dengan 21.720 mendapatkan vaksin BNT162b2, dan 21.728 mendapatkan vaksin plasebo.

Efek Samping:

Secara umum, grup vaksin BNT162b2 lebih banyak mengalami reaksi lokal dibandingkan vaksin plasebo. Nyeri ringan hingga sedang merupakan reaksi lokal yang umum dilaporkan pada grup vaksin BNT162b2, sedangkan nyeri berat hanya terjadi pada <1% pasien. Nyeri lebih jarang terjadi pada pasien berusia >55 tahun (71% pasien) daripada pasien yang lebih muda (83).

Efek samping berupa kemerahan dan pembengkakan pada tempat suntikan lebih jarang dilaporkan. Secara umum, reaksi lokal yang terjadi bersifat ringan hingga sedang dan sembuh dalam waktu 1–2 hari.

Reaksi efek samping sistemik dilaporkan lebih sering terjadi pada penerima vaksin berusia lebih muda (16–55 tahun) dibandingkan dengan usia tua (>55 tahun), dan lebih sering terjadi setelah dosis vaksin yang kedua. Reaksi yang paling banyak dikeluhkan adalah kelelahan (59%) dan nyeri kepala (52%) pada pasien berusia 16–55 tahun. Reaksi sistemik berat dilaporkan <2% pada grup vaksin, baik setelah dosis pertama maupun kedua. Namun, kelelahan (3,8%) dan nyeri kepala (2%) lebih banyak terjadi setelah dosis kedua.

Demam (suhu tubuh ≥38°) dilaporkan terjadi setelah pemberian dosis kedua pada 16% penerima vaksin berusia lebih muda dan 11% penerima vaksin berusia tua. Kejadian sistemik berupa demam dan menggigil terjadi dalam 1–2 hari setelah vaksinasi dan sembuh secara spontan.

Berdasarkan analisis reaksi efek samping, grup vaksin BNT162b2 dilaporkan lebih banyak mengalami keluhan daripada grup plasebo (27% vs 12%). Tidak ada kematian yang berhubungan dengan pemberian vaksin BNT162b2 maupun plasebo berdasarkan investigasi penelitian. Pemantauan keamanan vaksin akan diteruskan sampai 2 tahun setelah pemberian vaksin dosis kedua.

Efektivitas:

Terdapat 8 kasus terkonfirmasi COVID-19 dengan onset minimal 7 hari setelah pemberian dosis kedua pada grup vaksin BNT162b2 dan 162 kasus pada grup plasebo. Kasus ini sesuai dengan efikasi vaksin 95% (95% CI 90,3 sampai 97,6). Di antara partisipan atau tanpa infeksi Sars-Cov-2 sebelumnya terdapat 9 kasus konfirmasi COVID-19 7 hari pasca dosis kedua pada grup vaksin dan 169 kasus pada grup plasebo, sesuai dengan efikasi vaksin 94,6% (95% CI 89,9 sampai 97,3).

Berdasarkan hasil penelitian ini, regimen dua dosis vaksin BNT162b2 (30 µg diberikan dalam dua dosis dengan jarak 21 hari) terbukti aman dan 95% efektif terhadap COVID-19. Vaksin BNT162b2 memenuhi luaran klinis primer dengan >99,99% probabilitas dari efikasi vaksin yang sebenarnya lebih besar dari 30%. Vaksin ini memenuhi syarat minimal kriteria FDA untuk otorisasi. Reaksi efek samping vaksin jarang terjadi dan bersifat transien (1-2 hari).

Kelebihan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian multinasional dan memiliki sampel yang besar. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa vaksin BNT162b2 memiliki 95% efikasi dan aman digunakan merupakan hasil yang diharapkan dan dibutuhkan untuk mencegah penularan COVID-19. Luaran klinis primer dan sekunder penelitian ini jelas dan menghasilkan dampak klinis yang signifikan.

Kekurangan Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Efek samping yang diobservasi kurang lebih hanya selama dua bulan setelah vaksinasi dosis kedua. Penilaian efikasi dan keamanan jangka panjang yang ideal seharusnya dilakukan selama 2 tahun.

Probabilitas penelitian ini untuk mendeteksi lebih dari 1 efek samping adalah >83%. Namun, persentase ini tidak cukup besar untuk mendeteksi efek samping yang kurang umum dengan andal.

Penelitian ini juga tidak membahas apakah vaksinasi dapat mencegah COVID-19 yang asimtomatik. Selain itu, vaksin ini tidak mengikutkan kelompok populasi remaja, anak, dan wanita hamil, sehingga keamanan dan efikasi terhadap kelompok tersebut tidak diketahui.

Aplikasi Penelitian di Indonesia

Berdasarkan penelitian ini, ditemukan bahwa vaksin BNT162b2 dapat memproteksi 95% terhadap COVID-19 pada individu yang berusia 16 tahun ke atas. Vaksin ini juga cukup aman digunakan. Reaksi efek samping yang dapat terjadi adalah reaksi lokal, yaitu nyeri dan bengkak pada lokasi penyuntikan; dan reaksi sistemik, yaitu kelelahan dan nyeri kepala selama 1–2 hari setelah vaksinasi. Vaksin diberikan dalam dua dosis dengan jarak 21 hari.

Penyimpanan dan transportasi vaksin dapat menjadi keterbatasan dalam distribusinya, mengingat suhu ideal penyimpanan vaksin ini adalah -70℃. Stabilitas vaksin setelah dikeluarkan dari suhu tersebut juga perlu dipastikan.

Dengan demikian, ketersediaan vaksin ini diharapkan dapat memaksimalkan upaya pencegahan terhadap COVID-19.

Referensi