Keuntungan Perawatan Luka Kronis dengan Balutan Hidrokoloid

Oleh :
dr. Sonny Seputra, Sp.B, M.Ked.Klin, FINACS

Balutan hidrokoloid merupakan salah satu pilihan dalam perawatan luka kronis. Luka kronis merupakan diskontinuitas jaringan yang proses penyembuhannya tidak mengikuti proses penyembuhan luka secara normal.  Penyembuhan luka kronis umumnya memakan waktu lebih dari 8 minggu. Luka kronis lebih berisiko mengalami gagal healing dan memiliki tingkat kekambuhan yang cukup tinggi.[1]

Kendala dalam Perawatan Luka Kronis

Contoh dari luka kronis adalah ulkus akibat penekanan (pressure ulcer) atau sering disebut juga sebagai ulkus dekubitus, yaitu cedera lokal dari kulit hingga jaringan di bawah kulit akibat penekanan tulang yang prominen. Contoh lain luka kronis yang cukup sering juga adalah ulkus kaki diabetik, yaitu suatu komplikasi kaki akibat penyakit diabetes melitus. Ulkus kaki diabetik berdampak serius pada kualitas hidup seseorang dan berisiko tinggi memerlukan amputasi.[1-3]

Keuntungan Perawatan Luka Kronis dengan Balutan Hidrokoloid-min

Luka kronis memakan waktu yang lama untuk sembuh. Telah dilaporkan bahwa rerata luka kronis memakan waktu 1 tahun untuk sembuh, serta ada beberapa kasus yang dapat bertahan hingga hitungan dekade. Luka kronis juga memiliki angka rekurensi yang tinggi, yaitu antara 60‒70%. Selain itu, luka kronis juga sangat rentan mengalami komplikasi. Ini tentunya akan menurunkan kualitas hidup dan fungsi secara signifikan, serta memerlukan beban biaya medis yang tinggi.[1,4]

Peran Balutan Hidrokoloid dalam Perawatan Luka Kronis

Berbagai upaya mempercepat penyembuhan luka digunakan dalam praktik klinis untuk terapi luka kronis. Di antara bermacam-macam teknik yang digunakan, balutan hidrokoloid dapat digunakan sebagai terapi lokal.

Hidrokoloid adalah balutan interaktif, terdiri dari lapisan luar poliuretan dan lapisan internal gelatin, pektin, dan karboksimetil selulosa, yang menghasilkan lingkungan lembab yang ideal di dasar luka, mengontrol eksudat, memfasilitasi debridemen autolitik, berkontribusi pada manajemen nyeri, dan memberikan penghalang bagi mikroorganisme eksternal.[3-5] 

Selain itu, hidrokoloid dapat mempertahankan pH asam di dasar luka yang menghambat pertumbuhan bakteri, serta mempertahankan suhu lokal yang ideal. Hidrokoloid juga merangsang angiogenesis, meningkatkan jumlah fibroblas dermis, mendorong produksi jaringan granulasi, dan meningkatkan sintesis kolagen, yang semuanya penting dalam proses penyembuhan luka.[3-5]

Kelebihan Balutan Hidrokoloid

Balutan hidrokoloid tersedia dalam bentuk lembaran dan gel. Kelebihan balutan hidrokoloid adalah dapat dikenakan selama beberapa hari sebelum diganti, sehingga dapat menurunkan biaya, lebih praktis, dan menghindari trauma lokal saat dilakukan penggantian. Hidrokoloid juga dapat digunakan pada berbagai macam jenis luka, termasuk abrasi, luka pasca operasi, ulkus, luka bakar, ataupun lokasi donor graft.[3]

Kekurangan Balutan Hidrokoloid

Kekurangan dari hidrokoloid adalah berisiko menyebabkan dermatitis kontak. Balutan hidrokoloid juga memproduksi gel kekuningan dengan bau tidak sedap pada sisi bawahnya, atau sering disebut gel and smell.[3]

Bukti Ilmiah Efikasi Balutan Hidrokoloid pada Perawatan Luka Kronis

Sebuah studi oleh Juric Vukelic et al mencoba mengevaluasi hubungan antara balutan hidrokoloid dengan perawatan luka kronis dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini melibatkan 33 pasien rawat jalan dengan penyakit vaskular. Dilakukan pengamatan dengan kuesioner untuk menilai tingkat gangguan fungsional harian dan kualitas hidup. Partisipan menilai tingkat nyeri, tingkat penurunan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, tingkat gangguan tidur, kesulitan menjaga kebersihan, dan tingkat bau akibat luka kronis.

Perbedaan signifikan ditemukan pada semua aspek gangguan luka kronis dengan kualitas hidup pasca aplikasi balutan hidrokoloid, yaitu perbaikan nyeri, kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, kebersihan, dan bau tidak sedap. Menurut penilaian klinis, luka kronis yang dirawat dengan balutan hidrokoloid secara signifikan meningkatkan kondisi pasien pada 84,8% kasus.[6]

Dalam sebuah tinjauan sistematik dan meta analisis, dievaluasi efikasi balutan hidrokoloid terhadap ulkus dekubitus. Meski demikian, hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara penggunaan balutan hidrokoloid dengan penggunaan balutan lain dalam hal penyembuhan luka.[2]

Hasil serupa juga ditemukan dalam sebuah tinjauan sistematik dan meta analisis lain. Studi ini mengevaluasi hasil dari 8 studi lain dengan total partisipan 679 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa balutan hidrokoloid tidak superior dibandingkan kontrol. Balutan hidrokoloid juga tidak berkaitan dengan kecepatan penyembuhan yang lebih baik ataupun risiko efek samping yang lebih rendah.[7]

Kesimpulan

Secara teori, balutan hidrokoloid dapat bermanfaat dalam perawatan luka kronis dengan meningkatkan kecepatan penyembuhan luka. Meski demikian, bukti ilmiah yang tersedia saat ini memiliki hasil yang saling bertentangan. Bukti ilmiah yang ada juga masih memiliki kualitas rendah, sehingga tidak dapat menyimpulkan dengan kuat apakah hidrokoloid bermanfaat atau tidak pada perawatan luka kronis. Uji klinis acak terkontrol dengan jumlah sampel lebih banyak masih diperlukan untuk mengetahui apakah balutan hidrokoloid memiliki kelebihan dibandingkan jenis balutan luka lainnya. 

Referensi