Skabies – Panduan E-Prescription Alomedika

Oleh :
dr. Ghifara Huda, SE

Panduan e-prescription pada skabies ini dapat digunakan Dokter Umum pada saat akan memberikan terapi medikamentosa secara online.

Skabies atau kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau  sarcoptes scabiei var hominis. Penyakit ini berhubungan dengan suatu kondisi higiene yang buruk, dan terjadi lebih banyak pada daerah padat atau sosioekonomi rendah.

Tanda dan Gejala

  • Gatal di malam hari (pruritus nocturnal), atau saat pasien berkeringat.
  • Terdapat kesamaan keluhan pada orang yang kontak erat dengan pasien, seperti anggota keluarga lain, teman sekamar di asrama, panti, atau tempat lainnya
  • Lesi kulit bisa berupa terowongan (kanalikuli) berbentuk garis lurus atau berkelok, berwarna putih atau abu-abu, dengan ujung papul atau vesikel
  • Lesi dapat disertai infeksi sekunder, seperti pustul dan ekskoriasi
  • Daerah predileksi adalah area dengan stratum korneum tipis, seperti sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar, lipat ketiak, areola mamae, umbilikus, bokong, dan siku
  • Pada bayi, lesi dapat terjadi pada wajah, telapak tangan, dan telapak kaki[1-4]

Peringatan

Segera rujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan bila gejala dan tanda tidak membaik dengan pengobatan yang adekuat selama 1 bulan. Komplikasi skabies dapat menyebabkan infeksi bakteri sekunder, seperti Streptococcus pyogenes dan Staphylococcus aureus yang jika tidak ditangani secara tepat akan memicu septikemia, gangguan jantung, dan penyakit ginjal kronis.[1-3,5]

Perhatian pada pemberian medikamentosa adalah:

  • Krim topikal dapat menyebabkan efek samping lokal, seperti pruritus, eritema, gatal, hingga kulit terasa terbakar, hati-hati pada daerah sekitar mulut, mata, dan lipatan
  • Krim permethrin tidak untuk bayi di bawah 2 bulan,
  • Krim sulfur aman pada anak-anak, bahkan pada bayi di bawah usia 2 bulan
  • Emulsi benzil benzoat sebaiknya tidak untuk anak usia kurang dari 2 tahun
  • Segera setelah menggunakan krim topikal, cuci tangan untuk menghilangkan obat yang tersisa[6-9]

Medikamentosa

Pilih salah satu obat topikal di bawah ini:

  • Krim permetrin 5%: dioleskan pada lesi di seluruh tubuh kecuali wajah, perhatikan daerah lipatan, biarkan selama 8‒14 jam lalu cuci bersih, dapat dilakukan selama 7 hari dan kemudian 2 kali seminggu hingga terbukti bebas infeksi
  • Krim Sulfur 5‒10%: dioleskan seluruh tubuh, biarkan selama 24 jam, bilas/mandi secara menyeluruh sebelum mengoleskan ulang, harus digunakan selama 3 malam berturut-turut
  • Emulsi Benzil Benzoat 20‒25%: cara penggunaan sama dengan krim sulfur[1-8]

Obat sistemik yang dapat diberikan di antaranya:

  • Antihistamin untuk mengurangi gatal, seperti klorfeniramin (CTM) dan difenhidramin yang memiliki efek sedasi
  • Antibiotika hanya jika ada infeksi sekunder[1-5]

Lama pemberian obat topikal sesuai cara penggunaan. Sedangkan pemberian obat sistemik antihistamin hingga keluhan gatal hilang, dan antibiotik sesuai pilihan dan dosis obat.

Pilihan Terapi pada Kehamilan

  • Permethrin (kategori FDA: B), aman digunakan oleh ibu hamil
  • Sulfur dan Benzil Benzoat (kategori FDA: C), tidak disarankan untuk ibu hamil[6-10]

 

Referensi