Perbandingan Efektivitas dan Efek Samping Topikal Asam Salisilat dengan Asam Mandelat pada Tatalaksana Akne Vulgaris

Oleh :
dr. Fresa Nathania Rahardjo, M.Biomed, Sp.KK

Akne vulgaris dapat ditangani secara efektif dengan asam salisilat dan asam mandelat  sebagai agen terapi topikal. Mekanisme kerjanya dalam penanganan akne vulgaris antara lain sebagai keratolitik yang berfungsi untuk mencegah pembentukan komedo, memiliki efek anti bakteri ringan, dan mengurangi produksi sebum yang kita ketahui merupakan patogenesis akne vulgaris. Kedua agen ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga penting untuk dipahami sebagai bahan pertimbangan klinis sesuai kondisi kulit pasien dalam penanganan akne vulgaris.[1-4]

Pengelupasan Epidermis pada Akne Vulgaris

Akne vulgaris atau jerawat adalah masalah kulit yang banyak dialami berbagai lapisan masyarakat pada usia remaja sampai dewasa muda. Derajat keparahan akne vulgaris bisa digolongkan menjadi derajat ringan, sedang, dan berat, tergantung dari jumlah lesi komedo, pustula, dan nodul. Secara umum akne vulgaris disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain produksi kelenjar sebum berlebih, penyumbatan muara folikel kelenjar sebasea, inflamasi, dan kolonisasi organisme patogen.[1,2]

peelingcomp

Dengan memahami patofisiologi akne vulgaris, maka penanganannya dapat berupa:

  • Mengurangi produksi kelenjar sebum
  • Membuka muara folikel kelenjar sebasea
  • Mengobati gejala inflamasi
  • Mencegah kolonisasi organisme patogen [1,2]

Salah satu cara untuk penanganan akne vulgaris seperti tersebut di atas adalah pemberian agen topikal yang berefek pengelupasan epidermis. Bisa berupa krim, serum, pembersih, ataupun dengan chemical peeling. Agen yang sering digunakan untuk chemical peeling antara lain asam salisilat, asam glikolat, asam trikloroasetat, asam laktat, dan asam mandelat. Masing-masing senyawa memiliki kelebihan dan kekurangannya masing–masing. Chemical peeling dibagi berdasarkan kedalaman penetrasinya, yaitu superfisial (epidermis-papila dermis), medium (papilla dermis-retikulare dermis) dan dalam (mid retikulare dermis). Pada penanganan akne vulgaris biasanya digunakan kedalaman superfisial. Fungsi chemical peeling pada pengobatan akne vulgaris adalah untuk memecah korneosom dengan cara eksfoliasi, menginduksi keratolisis dan komedolisis. Selain itu juga mengurangi produksi sebum, antiinflamasi dan efek antibakterial.[1-5]

Asam Salisilat

Asam salisilat topikal memiliki senyawa kimia 2-asam hidroksi benzoat yang sering terdapat pada berbagai agen topikal, bisa digunakan sebagai bahan aktif dalam serum, pembersih, krim, maupun chemical peeling dalam pengobatan akne vulgaris dengan derajat keparahan ringan, sedang, dan berat.[1,2]

Efektivitas asam salisilat dalam penatalaksanaan akne vulgaris cukup baik. Mekanisme kerja asam salisilat antara lain:

  • Membantu pengelupasan sel epidermis sehingga dapat membebaskan sumbatan kelenjar
  • Membantu mempercepat regenerasi kulit
  • Memiliki efek anti inflamasi
  • Memiliki sifat lipofilik yang dapat mempenetrasi lapisan kulit dengan cepat, dan masuk ke dalam kelenjar sebum, sehingga mencegah terjadinya sumbatan dan kolonisasi bakteri [1,2]

Adapun efek samping yang sering dialami saat penggunaan asam salisilat antara lain:

  • Kulit kering sampai terjadinya iritasi kulit
  • Penyerapannya yang mudah ke dalam kulit juga perlu diwaspadai, karena dapat terjadi penyerapan sistemik. Efek samping sistemik yang dapat terjadi adalah salisilisme (tinnitus, nausea, takipnea, stroke)

Pada wanita hamil, penggunaan asam salisilat topikal termasuk kategori C menurut FDA. Peeling dengan asam salisilat tidak dianjurkan selama kehamilan, karena bisa menyebabkan salisilisme, abortus, atau komplikasi perdarahan.[1,2]

Asam Mandelat

Asam mandelat topikal merupakan senyawa aromatik Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang sering digunakan dalam pengobatan akne vulgaris  derajat ringan dan sedang. Fungsi asam mandelat antara lain:

  • Menginduksi pengelupasan epidermis dengan melonggarkan ikatan antar korneosit secara perlahan
  • Memiliki efek antibakterial
  • Membantu regenerasi epidermis [1,3]

Efek samping dari penggunaan asam mandelat dapat berupa iritasi namun sangat jarang ditemui, tapi efektivitasnya terhadap akne vulgaris memang tidak sekuat asam salisilat.[1,3]

Keunggulan dari senyawa ini adalah jarang mengakibatkan iritasi karena efek pengelupasan yang ditimbulkan juga lemah, namun cukup baik untuk tatalaksana akne vulgaris derajat ringan sampai sedang. Asam mandelat termasuk dalam senyawa asam alfa hidroksi sehingga tergolong aman untuk digunakan pada kehamilan (termasuk kategori B menurut FDA).[1,3,4]

Kesimpulan

Agen yang sering digunakan dalam tatalaksana akne vulgaris antara lain asam salisilat dan asam mandelat. Asam salisilat dianggap sebagai gold standard dalam penanganan akne vulgaris derajat ringan sampai sedang, juga efektifitasnya cukup baik untuk derajat berat. Namun, asam salisilat lebih sering menimbulkan efek samping berupa kulit kering dan iritasi pada kulit. Senyawa ini juga dapat diserap secara sistemik dan memiliki efek samping jika digunakan pada ibu hamil. Sedangkan asam mandelat direkomendasikan dalam tatalaksana akne vulgaris ringan sampai sedang. Asam mandelat lebih jarang menimbulkan efek samping berupa kulit kering dan iritasi, tapi efektifitasnya juga kurang baik dibanding asam salisilat dalam penanganan akne vulgaris. Senyawa ini juga aman digunakan selama kehamilan.[1,2,4,5]

Menurut Jartarkar et al yang membandingkan efektivitas antara asam salisilat dengan asam mandelat ditemukan bahwa efektivitas asam salisilat lebih baik dari asam mandelat dalam penanganan akne vulgaris tipe inflamatorik maupun non inflamatorik. Namun efek samping yang ditimbulkan berupa iritasi, rasa terbakar sampai terjadinya hiperpigmentasi pasca inflamasi lebih sering dialami pada penggunaan asam salisilat.[1,6]

Referensi