Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi dan Promosi Kesehatan Prostatitis karyanti 2020-10-09T09:01:05+07:00 2020-10-09T09:01:05+07:00
Prostatitis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Komplikasi
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Edukasi dan Promosi Kesehatan Prostatitis

Oleh :
dr. Khrisna Rangga Permana
Share To Social Media:

Edukasi dan promosi kesehatan pada pasien prostatitis bertujuan untuk mencegah rekurensi penyakit dan progresivitas penyakit. Edukasi dapat berupa saran diet yang mungkin perlu dihindari, saran melakukan hubungan seksual yang terproteksi, serta saran cara menjaga higienitas genitalia untuk menghindari faktor risiko infeksi.

Edukasi Pasien

Makanan yang perlu dihindari karena dapat menyebabkan iritasi saluran kemih adalah alkohol, jus lemon, minuman berkarbonasi, makanan pedas, kopi, makanan asam, dan coklat. Respon terhadap makanan ini bervariasi terhadap masing-masing pasien sehingga pasien sebaiknya diinstruksikan untuk mencatat reaksi yang muncul terhadap konsumsi makanan tersebut.

Pada pasien dengan faktor risiko prostatitis (hubungan seksual bebas tanpa pengaman, diabetes mellitus, merokok, riwayat infeksi saluran kemih, atau riwayat benign prostatic hyperplasia) dokter perlu menyampaikan edukasi mengenai gejala prostatitis. Anjurkan pasien untuk segera menemui dokter jika merasakan gejala prostatitis.

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Dokter perlu menyarankan pasien untuk menggunakan kondom ketika berhubungan seksual, menghindari berganti-ganti pasangan seksual, dan menjaga higienitas genitalia dengan baik untuk mencegah infeksi. Pasien juga disarankan untuk minum 2 liter air setiap harinya agar urinasi terjadi secara lancar dan mencegah akumulasi bakteri di saluran kemih.[8,19]

 

Direvisi oleh: dr. Irene Cindy Sunur

Referensi

8. Yoon BI, Han DS, Ha US, et al. Clinical courses following acute bacterial prostatitis. Prostate Int. 2013;1:89.
19. Breyer BN, Van den Eeden SK, Horberg MA, et al. HIV status is an independent risk factor for reporting lower urinary tract symptoms. J Urol. 2011;185(5):1710-5.

Prognosis Prostatitis
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 11 April 2026, 21:11
Penyakit Kulit di leher, mulanya seperti jerawat dan melebar sejak 1 minggu
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO DokterIzin berdiskusi dokter.Pasien anak perempuan usia 3 tahun, datang ke klinik dengan keluhan sakit kulit di leher (seperti digambar). Keluhan...
Anonymous
Dibalas 09 April 2026, 20:35
Kecukupan SKP ranah C
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, untuk kecukupan SKP ranah C pengabdian masyarakat apakah boleh misalnya melakukan penyuluhan di sekolah? Adalah format sertifikat yang harus kita...
Anonymous
Dibalas 10 April 2026, 07:45
Jamaah haji riwayat suntik kb 1 bulan dan ingin menunda haid sekaligus mempercepat haid
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Mohon izin bertanya dok, calon jamaah haji usia 41 tahun mau tidak haid full selama di Madinah Makkah. *Riwayat suntik kb 1 bulan, terakhir...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.