Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Melioidosis annisa-meidina 2025-08-26T09:50:46+07:00 2025-08-26T09:50:46+07:00
Melioidosis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Melioidosis

Oleh :
dr. Putri Kumala Sari
Share To Social Media:

Melioidosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Burkholderia pseudomallei. Penyakit ini dapat menyerang manusia melalui paparan langsung dengan tanah atau air yang terkontaminasi, baik melalui inhalasi droplets, inokulasi perkutan, atau ingesti.[1,2]

Diagnosis melioidosis ditegakkan melalui identifikasi Burkholderia pseudomallei pada pemeriksaan laboratorium. Secara klinis, anamnesis faktor risiko dapat membantu mengarahkan diagnosis, sedangkan tanda dan gejala klinis melioidosis tidak spesifik. Didukung adanya faktor risiko, melioidosis dapat dicurigai bila pasien menunjukkan gejala luas tanpa diagnosis lain yang lebih mungkin, khususnya bila disertai demam, gejala pernapasan, lesi kulit, abses organ dalam, atau gejala neurologis, yang tidak membaik dengan terapi empiris standar.[1,3,4]

Melioidosis Sumber: WIkimedia Commons, 2008.

Tata laksana melioidosis bertujuan untuk mencapai stabilisasi klinis, mengatasi infeksi aktif, serta mencegah rekurensi penyakit. Tata laksana diberikan dalam dua fase, yaitu fase intensif dengan terapi antibiotik intravena selama 2-8 minggu, dan dilanjutkan fase eradikasi dengan antibiotik oral selama 3-6 bulan. Tata laksana juga meliputi perawatan intensif pada sepsis, drainase bedah pada abses, dan kontrol kondisi predisposisi seperti diabetes melitus, penyakit ginjal, dan imunosupresi.[1-3]

Prognosis melioidosis tergantung pada derajat keparahan penyakit dan keberhasilan terapi. Tanpa terapi adekuat, kasus akut dapat berujung pada kematian dalam waktu 24-48 jam akibat sepsis fulminan. Namun, dengan tata laksana yang tepat, prognosis pasien dapat membaik secara signifikan dan risiko kekambuhan dapat ditekan.[1,2]

Edukasi dan promosi kesehatan mengenai melioidosis memegang peran penting dalam upaya pencegahan penyakit dan kekambuhan, terutama pada individu yang memiliki faktor risiko tinggi.[1,4]

Referensi

1. Centers for Disease Control and Prevention. Melioidosis. 2024. https://www.cdc.gov/melioidosis/hcp/clinical-overview/index.html
2. Karunanayake P. Melioidosis: clinical aspects. Clin Med (Lond). 2022 Jan;22(1):6-8. doi: 10.7861/clinmed.2022-0014
3. Northern Territory Government. NT Melioidosis Guideline. 2024.

Patofisiologi Melioidosis
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 6 jam yang lalu
Bell's Palsy
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, mohon masukan utk terapi bell's palsy....bagaimana dosis dan tapp off kortikosteroidnya ya? Terimakasih
Anonymous
Dibalas 1 jam yang lalu
Serumen telinga
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Dok, untuk telinga yg penuh serumen, apa yg bs kita lakukan? krn penuhnya bikin pasien ga nyaman. Jika pake cotton bud atau korek kuping bs membuatnya...
Anonymous
Dibalas 30 Desember 2025, 08:06
Permohonan Pendapat Mengenai Fee Non Hands-On Vaksinasinasi
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO DokterMohon izin bertanya kepada rekan-rekan sejawat.Saya mendapat tawaran menjadi PJ di salah satu faskes di wilayah Jawa Barat. Faskes tersebut...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.