Prognosis Grover Disease
Prognosis Grover disease (GD) sangat baik karena mayoritas kasus bersifat swasirna. Komplikasi dapat berupa lesi kulit sekunder akibat pruritus, seperti ekskoriasi dan krusta.[2,14]
Komplikasi
Laporan mengenai Grover disease yang menyebabkan komplikasi jarang ditemukan. Meski begitu, lesi sekunder akibat garukan sering dijumpai berupa ekskoriasi atau krusta eritematosa sekunder. Selain itu, komplikasi lain yang mungkin terjadi yaitu infeksi sekunder oleh bakteri maupun parasit.
Terdapat laporan kasus jarang mengenai koinfeksi kulit pada pasien Grover disease yaitu pediculosis pubis. Dalam literatur lain ditemukan tiga kasus koinfeksi skabies pada pasien Grover disease.[2,14]
Prognosis
Prognosis Grover disease umumnya baik, karena penyakit ini bersifat jinak dan tidak mengancam jiwa, dengan sebagian pasien mengalami remisi spontan atau respons yang memadai terhadap terapi simptomatik. Meski demikian, perjalanan penyakit sering kronik rekuren, sehingga dapat menyebabkan morbiditas jangka panjang berupa pruritus persisten dan penurunan kualitas hidup.[2]