Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Grover Disease annisa-meidina 2026-03-06T14:08:55+07:00 2026-03-06T14:08:55+07:00
Grover Disease
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Grover Disease

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Grover disease (GD) adalah penyakit erupsi kulit langka dengan ciri khas papul dan vesikel edematosa, diskret, dan pruritik yang muncul pada area badan dan ekstremitas. Pada kebanyakan kasus, Grover disease bersifat swasirna. Rerata durasi terjadinya erupsi kulit yaitu 2-4 minggu.[1,2]

Dahulu, Grover disease dianggap sebagai suatu dermatosis akantolitik transien. Meski begitu, penggunaan istilah ini kini menjadi kurang tepat karena telah didapatkan kasus persisten dan morfologi selain akantolisis, sehingga penggunaan istilah Grover disease lebih tepat.[1]

Grover Disease

Etiologi Grover disease belum dipenuhi sepenuhnya. Beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap munculnya lesi penyakit ini adalah cuaca panas dan berkeringat, udara kering dan dingin, kondisi medis kronis, kondisi dermatologis lain, dan induksi obat. Koinsidensi kejadian Grover disease dengan berbagai kondisi medis lainnya menunjukkan bahwa penyakit ini bersifat polipatogenik.[1-5]

Diagnosis Grover disease merupakan suatu diagnosis klinis. Meski demikian, pemeriksaan histopatologis menjadi baku emas untuk dapat membedakan Grover disease dari penyakit akantolisis lain. Ciri histopatologis khas pada Grover disease adalah akantolisis fokal dan diskeratosis dengan derajat bervariasi.[1,3]

Tata laksana awal Grover disease yaitu dengan membatasi faktor pencetus, termasuk keringat berlebihan, suhu tinggi, tirah baring lama, dan xerosis, yang dapat ditangani dengan penggunaan emolien. Bila keluhan menetap, kortikosteroid topikal dapat diberikan terutama pada bentuk erupsi sementara atau lesi terbatas.[2]

Pada kasus yang lebih berat dan persisten, terapi dapat dikombinasikan dengan retinoid sistemik atau kortikosteroid sistemik jangka pendek. Isotretinoin oral umumnya diberikan dengan dosis 40 mg/hari selama beberapa minggu hingga tercapai remisi, kemudian dosis diturunkan secara bertahap. Alternatif lain adalah acitretin dengan dosis sekitar 0,5 mg/kgBB/hari atau dosis yang lebih rendah.[2]

Referensi

1. Aldana PC., Khachemoune A. Grover disease: review of subtypes with a focus on management options. International Journal of Dermatology. Blackwell Publishing Ltd; 2020. pp. 543–550.
2. Bellinato F., Maurelli M., Gisondi P., Girolomoni G. Clinical features and treatments of transient acantholytic dermatosis (Grover’s disease): a systematic review. JDDG - Journal of the German Society of Dermatology. Wiley-VCH Verlag; 2020. pp. 826–833.
3. Lacarruba F., Boscaglia S., Nasca MR., Caltabiano R., Micali G. Grover’s disease: dermoscopy, reflectance confocal microscopy and histopathological correlation. Dermatology Practical & Conceptual. Mattioli1885; 2017; 7(3): 51–54.
4. Nedelcu R., Dobre A., Turcu G., Andrei R., Balasescu E., Pantelimon F., et al. Grover’s Disease Association with Cutaneous Keratinocyte Cancers: More than a Coincidence? International Journal of Molecular Sciences. Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI); 2024.
5. Gantz M., Butler D., Goldberg M., Ryu J., McCalmont T., Shinkai K. Atypical features and systemic associations in extensive cases of Grover disease: A systematic review. Journal of the American Academy of Dermatology. Mosby Inc.; 2017. pp. 952-957.e1.

Patofisiologi Grover Disease

Artikel Terkait

  • 5 Lesi Kulit pada Neonatus
    5 Lesi Kulit pada Neonatus
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 23 Mei 2025, 13:39
Apa diagnosis gatal kulit pada anak yang tepat?
Oleh: Anonymous
6 Balasan
Alo Dokter. Selamat siang dok, terdapat pasien usia 5 tahun keluhan gatal dan pada kulit sejak 2 minggu. Pasien sering makan sosis. Gatal bertambah saat...
dr.Simon Andri Sihombing
Dibalas 03 April 2025, 16:50
Apakah ada tatalaksana lain untuk miliaria crystalina yang hilang timbul selama 3 bulan selain antihistamin, dexa, dan krim antibiotik?
Oleh: dr.Simon Andri Sihombing
6 Balasan
Alo dokter, saya ada pasien anak laki-laki usia 6 tahun dengan diagnosa miliaria crystallina di bagian dada kanan dan lutut kanan sudah 3 bulan hilang...
dr.Risa
Dibalas 16 Juli 2024, 07:23
Bercak putih seluruh wajah pada pasien 70 tahun
Oleh: dr.Risa
2 Balasan
Alo dokter. Izin berdikusi pasien saya wanita usia 70 th muncul bercak putih di wajahnya. Pasien mengatakan keluhan ini timbul sudah lama (tidak mengingat...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.