Diagnosis Grover Disease
Diagnosis Grover disease (GD) merupakan suatu diagnosis klinis, yang ditandai oleh lesi berupa papul dan vesikel edematosa, diskret, dan pruritik yang muncul pada area badan dan ekstremitas. Pemeriksaan histopatologi menjadi baku emas untuk membedakan Grover disease dari penyakit akantolisis lain. Ciri histopatologi khas pada Grover disease adalah akantolisis fokal dan diskeratosis dengan derajat bervariasi.[1,3]
Anamnesis
Pada anamnesis didapatkan pasien dengan keluhan ruam papulovesikular. Gejala utama yang dirasakan pasien adalah pruritus, yang pada beberapa kasus dapat berat dan tidak sebanding dengan gambaran klinis lesi kulit, sementara sisanya tidak bergejala. Erupsi dapat berkembang cepat menjadi krusta serta erosi keratotik.[1,2]
Berdasarkan tinjauan sistematik, keterlibatan batang tubuh merupakan temuan yang sangat umum dijumpai, mencapai 93% kasus. Area batang tubuh yang paling sering terkena yaitu punggung (78%), dada (69%), dan abdomen (53%). Area yang lebih jarang yaitu ekstremitas atas (23%), ekstremitas bawah (22%), kepala (12%), leher (5%), punggung tangan (1%) dan kaki (1%). Mukosa umumnya tidak terlibat, meskipun terdapat laporan kasus yang melibatkan mukosa (3%).[1,2]
Lesi biasanya menghilang secara spontan dalam beberapa minggu hingga bulan. Namun, telah dilaporkan perjalanan penyakit yang kronis bahkan persisten, dengan kekambuhan musiman, terutama pada musim dingin dan panas. Durasi penyakit berkorelasi dengan usia, di mana usia lebih tua cenderung mengalami erupsi yang lebih luas dan lebih lama.[1]
Pemeriksaan Fisik
Lesi khas pada Grover disease yaitu erupsi kulit monomorfik akut atau subakut, berupa papula atau papulovesikel berwarna kecokelatan pucat hingga eritematosa, sering disertai edema ringan, dan jarang bersifat keratotik. Pada sebagian besar kasus, lesi ditemukan di batang tubuh, meskipun dapat meluas ke ekstremitas.[2]
Sebuah tinjauan sistematik melaporkan morfologi lesi yang paling sering dijumpai yaitu papula edematosa diskret (60%) dan papula-vesikel (32%). Lesi yang lebih jarang yaitu komponen keratotik berupa lesi papuloskuamosa (16%), serta ekskoriasi atau krusta eritematosa sekunder (9%).[2]
Beberapa kasus melaporkan lesi menyerupai pseudoherpetik (3%), pustula (2%), bula (1%), lesi plak eritematosa (1%), serta nodul. Lesi dapat muncul secara tunggal maupun kombinasi. Selain pola klasik lesi yang berupa diskret tersebar, terdapat pula distribusi lesi yang tidak lazim, seperti linear, blaskoid, dan zoteriform (1%).[2]
Pemeriksaan dermoskopi menunjukkan pola sentral berwarna coklat berbentuk seperti bintang, disertai pembuluh darah linear yang dikelilingi halo keputihan pada subtipe Darier-like. Sementara itu, subtipe spongiotik menunjukkan latar belakang kekuningan-kemerahan dengan skuama putih.[1,3]
Diagnosis Banding
Diagnosis banding Grover disease terutama penyakit kulit dengan ciri histologis akantolisis dan diskeratosis, seperti penyakit Darier, Hailey-Hailey, pemphigus vulgaris, dan Galli-Galli.[1]
Penyakit Darier
Penyakit Darier merupakan kelainan kulit autosomal dominan yang secara klinis dan histologis menyerupai Grover disease. Gambaran khasnya berupa akantolisis dan keratinisasi abnormal, yang menimbulkan papula dan plak verukosa pada batang tubuh, area fleksura, kulit kepala, disertai pit palmoplantar serta kelainan pada kuku. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi gen ATP2A2, yang tidak ditemukan pada Grover disease, sehingga pemeriksaan imunohistokimia dapat digunakan untuk membedakan keduanya.[1]
Penyakit Hailey-Hailey
Penyakit Hailey-Hailey juga merupakan dermatosis autosomal dominan yang ditandai oleh erosi nyeri, vesikel, dan krusta, terutama di area leher, aksila, lipat paha, dan perineum. Secara histologis, penyakit ini menunjukkan pembentukan celah atau vesikulasi epidermis dengan akantolisis yang luas, yang menjadi ciri pembeda dengan Grover disease yang bersifat lebih fokal dan terbatas.[1]
Pemfigus Vulgaris
Pemfigus vulgaris merupakan penyakit autoimun berat yang disebabkan oleh autoantibodi terhadap komponen desmosom epitel, sehingga menimbulkan akantolisis dan pembentukan bula pada kulit serta mukosa oral. Lesi pemphigus vulgaris berupa bula flasid dan ulkus nyeri yang sulit sembuh, dan dapat dibedakan dari Grover disease dengan pemeriksaan imunofluoresensi.[1]
Penyakit Galli-Galli
Penyakit Galli-Galli adalah varian langka dari penyakit Dowling-Degos yang bermanifestasi sebagai hiperpigmentasi retikuler disertai papula berskuama dan pruritik pada batang tubuh dan ekstremitas proksimal. Penyakit ini umumnya melibatkan area tubuh yang lebih luas dari Grover disease, dan secara histologis menunjukkan protrusi rete ridge berbentuk digit yang memanjang ke bawah.[1]
Pemeriksaan Penunjang
Sebetulnya, Grover disease adalah diagnosis klinis. Meski demikian, pemeriksaan histopatologi masih menjadi baku emas dalam memastikan diagnosis Grover disease.
Pemeriksaan Histopatologi
Pemeriksaan histopatologi merupakan standar baku emas dalam menegakkan diagnosis Grover disease. Ciri histopatologi khas pada Grover disease adalah akantolisis fokal dan diskeratosis dengan derajat bervariasi. Secara klasik, terdapat empat subtipe histologis yang dapat dijumpai secara terpisah maupun bersamaan dalam satu sampel jaringan:
- Subtipe Darier-like: paling sering menunjukkan akantolisis suprabasal pada keratinosit dengan diskeratosis yang tersebar di epidermis, dan ditemukan grains dan corps ronds, serta hiperkeratosis, akantosis, dan parakeratosis.
- Subtipe PV-like: ditandai dengan akantolisis suprabasal dominan, dengan keratinosit basal tetap melekat pada membran basal sehingga membentuk Gambaran khas ‘tombstone’.
- Subtipe spongiotik: menunjukkan edema epidermis, yang memungkinkan visualisasi jembatan interseluler antar keratinosit.
- Subtipe Hailey-Hailey-like: menunjukkan akantolisis suprabasal di seluruh lapisan epidermis tanpa diskeratosis yang bermakna, menghasilkan gambaran ‘dilapidated brick wall’.[1,3]
Subtipe Darier-like dan PV-like paling sering dilaporkan. Sementara beberapa pola histologis tambahan selain keempat di atas telah diidentifikasi. Terdapat lima subtipe tambahan yang diperkenalkan, yaitu prokeratotik, lentiginosa, vesikular, likenoid, dan dismaturatif. Peneliti lain juga melaporkan pola menyerupai pemfigus foliaseus, di mana akantolisis dan diskeratosis terjadi antara lapisan granular dan lapisan tanduk.[1]
Temuan lain pada Grover disease meliputi hiperplasia epitel sedang dan parakeratosis. Sering dijumpai infiltrat dermal limfosit, eosinofil, dan neutrofil, serta tanda-tanda kerusakan vaskular berupa edema dan ekstravasasi eritrosit.[1]
Pemeriksaan Reflectance Confocal Microscopy (RCM)
Penggunaan RCM telah dilaporkan dalam diagnosis penyakit vesikubulosa lain, meskipun belum banyak digunakan secara spesifik pada Grover disease. Pada laporan kasus, RCM memungkinkan identifikasi secara in vivo gambaran histopatologis khas pada penyakit Grover disease.[3]
Gambaran yang dijumpai pada RCM yaitu berupa ruang gelap intraepidermal yang merepresentasikan celah intra-epidermal, sel bulat dengan reflektansi tinggi yang tampak di tepi maupun di dalam ruang tersebut yang sesuai dengan keratinosit akantolitik, serta area epidermal poligonal tanpa struktur yang mencerminkan hiperkeratosis.[3]
Selain itu, ditemukan sel menyerupai target dengan pusat gelap dan halo yang sangat reflektif, yang berkorelasi dengan sel diskeratotik. Keberadaan sel-sel ini membantu menyingkirkan diagnosis banding penyakit akantolitik lain.[3]