Penggunaan Knee Brace pada Osteoarthritis Lutut

Oleh dr. Josephine Darmawan

Penyangga lutut (knee brace) diperkirakan dapat memperbaiki keluhan nyeri, stabilitas sendi, dan limitasi pergerakan pada osteoarthritis lutut.

Osteoarthritis (OA) merupakan salah satu penyakit kronis muskuloskleletal yang paling sering dan merupakan penyebab utama disabilitas. Prevalensi osteoarthritis semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan terus meningkat sebanyak 40% pada tahun 2025, khususnya OA lutut. Sebanyak 80% dari seluruh kasus osteoarthritis merupakan OA lutut. Osteoarthritis lutut dapat sangat mengganggu kualitas hidup penderitanya dalam berbagai aspek. Sebanyak 80% penderita OA lutut mengalami gangguan fungsi gerak dan sebanyak 25% dari pasien tersebut tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, naik tangga, melakukan pekerjaan rumah, dan kesulitan duduk atau berdiri karena nyeri. Hal ini sangat mengurangi kualitas hidup penderita OA lutut serta memberikan dampak negatif secara psikologis.[1,2]

Oleh karena itu, manajemen OA lutut perlu dilakukan dengan baik. Beberapa modalitas terapi dilakukan untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi lutut, seperti pemakaian penyangga lutut (knee brace). Penyangga lutut diperkirakan dapat memperbaiki nyeri, stabilitas lutut, dan limitasi aktivitas. [3-6]

knee brace

Peran dan Jenis Penyangga Lutut pada Manajemen Osteoarthritis

Penggunaan penyangga lutut (knee brace) dapat bermanfaat pada pasien-pasien osteoarthritis dan merupakan salah satu modalitas terapi non operatif dan non farmakologi yang cukup penting. Knee brace dapat bermanfaat mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi lutut, sehingga dapat memperbaiki aktivitas dan kualitas hidup pasien OA lutut. Knee brace memiliki efek biomekanik terhadap pergerakan adduktor dan gait. Pengurangan gerakan adduktor dapat mengurangi beban kompartemen lutut pada saat bergerak, sehingga memperbaiki gait dan alignment. Knee brace juga diperkirakan dapat mengurangi kontraksi otot-otot yang digunakan saat bergerak.[7,8]

Tiap jenis knee brace memiliki fungsi dan efek samping yang berbeda-beda. Jenis knee brace yang dapat digunakan adalah:

Penyangga Sederhana (Knee Sleeve)

Penyangga lutut sederhana (knee sleeve) merupakan alat penyangga lutut yang elastis, non adhesif, dan dapat disesuaikan dengan ukuran kaki masing-masing pasien. Penyangga jenis ini biasanya digunakan tunggal atau bersamaan dengan alat untuk stabilisasi alignment patella atau femorotibial frontal.

Penyangga Unloading

Penyangga unloading merupakan penyangga lutut yang dilengkapi dengan berbagai alat eksternal, seperti batang, engsel, ataupun tali pengikat tertentu yang berfungsi untuk mengurangi beban lutut dan mentransmisikan beban ke arah valgus atau varus dari alat tersebut. Penyangga unloading umumnya menyebabkan rasa tidak nyaman dan memerlukan periode penggunaan yang lebih panjang dibandingkan knee sleeve.[7,9]

Bukti Klinis Efektifitas Knee Brace pada Osteoarthritis

Meta-analisis dari 13 studi dengan total 1356 pasien menunjukkan bahwa efektifitas knee brace dalam mengurangi nyeri, kaku sendi, ataupun memperbaiki fungsi gerak serta kualitas hidup pasien osteoarthritis sangat minimal. Pemakaian knee brace tidak memiliki efek dalam mengurangi nyeri berdasarkan VAS (visual analogue score). Perbaikan fungsi lutut dan kualitas hidup pada pemakaian knee brace juga sangat minimal dibandingkan tanpa knee brace (1% dan 4%). Akan tetapi, penggunaan knee brace ini tidak menyebabkan efek samping yang signifikan.[9] Studi literatur sistematik di Jepang juga menunjukkan hasil serupa, dimana penggunaan knee brace dalam mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi lutut dapat bermanfaat tetapi bukti klinisnya masih sangat minimal.[4]

Salah satu studi uji klinis acak terbaru pada 126 pasien OA menunjukkan bahwa pemakaian penyangga patellofemoral menghasilkan penurunan skala VAS etelah 6 minggu. Studi ini juga menyimpulkan bahwa pemakaian knee brace patellofemoral dapat mengurangi lesi pada sumsum tulang sehingga dapat mengurangi nyeri lutut.[6]

Studi serupa pada 204 pasien juga menunjukkan bahwa penggunaan knee brace patellofemoral dan tibiofemoral dapat memperbaiki skor nyeri, tetapi perbaikan yang ditimbulkan tidak berbeda signifikan dibandingkan tanpa penggunaan penyangga.[10]

Studi lain menunjukkan bahwa pemakaian soft brace dapat mengurangi nyeri secara langsung pada saat berjalan, stabilitas sendi, dan waktu yang dibutuhkan untuk berjalan 10 meter dibandingkan tidak menggunakan penyangga. Penggunaan soft brace ketat juga ditemukan lebih baik dalam mengurangi waktu pada tes jalan 10 meter.[3]

Meta-analisis dari 6 uji klinis acak pada pasien osteoarthritis lutut medial menunjukkan bahwa knee brace valgus dapat memperbaiki nyeri dan fungsi lutut dibandingkan yang tidak. Meskipun demikian, kepatuhan pasien dalam menggunakan knee brace bervariasi mulai dari 45%-100%. [11]

Studi literatur menunjukkan hasil serupa bahwa penggunaan unloading valgus brace dapat memperbaiki nyeri secara efektif pada OA lutut medial. Akan tetapi, hasil perbaikan fungsi dan kaku lutut yang dihasilkan tidak signifikan.[12]

Rekomendasi Penggunaan Knee Brace pada Osteoarthritis

Modalitas terapi operatif, farmakologis, dan non farmakologis dapat dilakukan. Penggunaan knee brace merupakan satu terapi non farmakologis dan non operatif yang dapat dipertimbangkan.[5,8,14]

Rekomendasi terbaru dari American Academy of Orthopedics Surgeon tahun 2013 penggunaan knee brace masih belum disarankan untuk osteoarthritis lutut karena bukti klinis yang masih sangat minimal dan inkonklusif. Bukti klinis yang ada masih melibatkan sampel yang kecil dan kualitas rekomendasi rendah. Dokter disarankan untuk mempertimbangkan manfaat dan risiko yang dapat ditimbulkan, serta melibatkan preferensi pasien dalam hal penggunaan knee brace.[8,14] Hal ini dikarenakan, kepatuhan pasien dalam menggunakan knee brace cukup rendah karena faktor estetik dan kenyamanan (poor fitting).[5]

Pemilihan jenis knee brace yang digunakan serta kepatuhan pasien akan sangat menentukan efektifitas penyangga yang digunakan. Dari studi yang ada, penggunaan unloading brace dengan transmisi valgus umumnya lebih baik dalam mengurangi nyeri. Namun demikian, knee brace tidak dapat dijadikan terapi tunggal dan tetap harus dikombinasikan dengan modalitas terapi lain untuk menangani gejala OA. Selain itu, dokter juga harus mempertimbangkan faktor biaya dan tipe OA yang diderita pasien sebelum merekomendasikan knee brace. Terapi OA dengan knee brace sebaiknya dilakukan atas rekomendasi dokter spesialis ortopedi dan sesuai karakteristik masing-masing pasien.[5,8,13,14]

Kesimpulan

Penggunaan knee brace untuk osteoarthritis lutut dapat dipertimbangkan apabila dinilai perlu oleh dokter spesialis ortopedi dan pasien memiliki kepatuhan terapi yang baik. Akan tetapi, efektifitas pemakaian knee brace pada osteoarthritis lutut masih menunjukkan hasil yang inkonklusif. Perbaikan nyeri, fungsi gerak, dan kualitas hidup pasien yang didapatkan dari knee brace sangat minimal dan beberapa penelitian yang ada menyatakan tidak signifikan secara statistik, walaupun tidak dilaporkan adanya risiko efek samping yang serius. Hasil statistik ini dapat terjadi karena derajat keparahan osteoarthritis yang berbeda, jenis penyangga yang digunakan, durasi pemakaian, dan kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi. Pemakaian knee brace juga tidak dapat digunakan sebagai modalitas terapi utama.

Referensi