Menghadapi Permintaan Saran Medis Informal dari Teman atau Keluarga

Oleh dr. Hunied Kautsar

Tidak jarang seorang dokter dihampiri dan dimintai saran atau pendapat yang berhubungan dengan dunia medis ketika sedang menghadiri acara keluarga, atau sekedar kumpul santai dengan teman-teman. Seorang dokter tidak akan pernah berhenti menjadi dokter walaupun sudah keluar dari klinik atau rumah sakit. Sejauh manakah sebaiknya seorang dokter menanggapi permintaan saran medis dari teman atau keluarga ketika tidak sedang menjalani praktik di klinik atau rumah sakit?

Depositphotos_19846927_m-2015_compressed

Konteks Permintaan Saran Medis

Untuk dapat menanggapi permintaan saran medis dengan tepat, seorang dokter harus dapat memahami konteks dari permintaan tersebut.[1] Berikut adalah contoh beberapa kategori dari permintaan saran medis atau pertanyaan seputar dunia medis yang sering ditemui;

Pertanyaan mengenai fakta medis suatu penyakit

  • Contoh: Apakah ciri-ciri dari penyakit diabetes? Apakah benar vaksin HPV efektif untuk mencegah kanker serviks?

Permintaan rekomendasi mengenai dokter yang ahli di suatu bidang tertentu

  • Contoh: Kenal dokter spesialis paru yang bagus tidak?

Pertanyaan mengenai informasi medis tertentu dan penilaian terhadap kondisi tersebut

  • Contoh: Kalau gula darah sewaktu diatas 180 mg/dL itu artinya apa? Lalu apa yang harus dilakukan kalau gula darah sewaktunya diatas 180 mg/dL?

Permintaan untuk berkomunikasi dengan dokter yang sedang menangani kasus teman/keluarga yang bertanya

  • Contoh: Saya tidak mengerti penjelasan dokter yang kemarin, boleh tolong bantu bicara sama dokternya tidak?

Pertanyaan mengenai keadaan medis tertentu dan tindakan yang harus dilakukan berdasarkan kondisi tersebut

  • Contoh: Di leher saya timbul bintik-bintik merah dan gatal sejak beberapa hari lalu, kira-kira penyebabnya apa? Obat apa yang bisa dipakai untuk menghilangkan bintik-bintik dan rasa gatalnya?

Pertanyaan seputar tindakan medis yang dilakukan oleh dokter yang sedang merawat teman atau keluarga tersebut (penanya)

  • Contoh: Kemarin saya ke dokter dan ternyata usus buntu saya meradang, dokter bilang harus dioperasi. Memangnya harus langsung dioperasi ya? Tidak bisa minum obat dulu?

Permintaan bantuan untuk memperoleh fasilitas kesehatan

  • Contoh: Saya dengar Anda praktik di rumah sakit ini ya? Bisa tidak tolong masukan nama saya ke antrian fisioterapi? Soalnya minggu ini sudah penuh antriannya.

Permintaan untuk memotivasi pihak ketiga untuk memeriksakan dirinya ke dokter

  • Contoh: Anaknya tante sudah dua minggu batuk-batuk tidak berhenti tapi tidak mau ke dokter, tolong bantu kasih tahu Nina ya supaya mau periksa ke dokter.

Aspek Legal dan Etika dalam Memberikan Saran Medis Secara Informal

Di dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran maupun Kode Etik Kedokteran Indonesia tidak terdapat larangan untuk memberikan saran medis secara informal. [2,3] Saran medis yang diberikan kepada teman atau keluarga di luar jam kerja klinik atau rumah sakit sifatnya tidak mengikat dan sebagai dokter tidak bisa dituntut karena tidak ada hubungan dokter-pasien yang tercipta (tidak ada informed consent, tidak ada rekam medis dan tidak ada imbalan jasa). [2]

Namun harus diperhatikan bahwa dalam memberikan saran medis harus sesuai dengan kompetensi dokter umum maupun dokter spesialis dan harus menjaga nama baik rekan sejawat (bila dimintai pendapat mengenai tindakan atau pengobatan yang sedang dilakukan oleh dokter yang sedang merawat penanya).

Bila saran yang diminta adalah mengenai obat-obatan, maka yang disarankan hanya obat-obatan yang dijual bebas disertai dengan penjelasan bahwa pada umumnya obat-obatan tersebut hanya meringankan gejala, tidak menghilangkan penyebab. Untuk mendapatkan obat yang dapat menghilangkan penyebab (seperti antibiotik) harus berobat langsung ke tempat praktik dokter dan mendapatkan resep.

Rekomendasi Dalam Menanggapi Permintaan Saran Medis Informal

  1. Memahami ekspektasi yang dimiliki oleh orang yang bertanya dan juga ekspektasi diri sendiri sebagai seorang dokter. [1] Apakah penanya hanya membutuhkan fakta medis, penilaian medis atau sampai membutuhkan peran serta dokter dalam kasus tersebut. Jika kondisi tidak memungkinkan untuk menanggapi permintaan tersebut, sampaikan alasannya dengan jelas.

Untuk menetapkan ekspektasi penanya, dapat digunakan kalimat:

  • "Saya pastikan terlebih dahulu, saya mengerti pertanyaan anda."
  • "Saya dengan senang hati akan membantu tapi tolong dipahami bahwa saya bukan dokter yang menangani anda dan belum memeriksa kondisi anda secara menyeluruh."
  • "Saya bukan dokter Anda, namun jika gejala yang ditunjukkan mengarah kepada ... "
  • "Karena saya tidak bisa memeriksa keadaan Anda secara menyeluruh dan tidak bisa mendapatkan latar belakang medis yang lengkap, Anda sebaiknya tidak bergantung sepenuhnya pada saran medis yang saya berikan."
  • "Saya (teman, sudara atau keponakan) Anda yang kebetulan seorang dokter, namun saya menghargai jika Anda dapat memahami bahwa saya bukan dokter Anda. Saran medis yang saya berikan sifatnya terbatas karena tidak disertai dengan pemeriksaan yang lengkap."
  • "Saya tidak bisa memberikan diagnosis untuk lesi ini karena membutuhkan pemeriksaan klinis yang menyeluruh."

  1. Walaupun interaksi dengan teman atau keluarga yang meminta saran medis tidak dilakukan di klinik, seorang dokter harus memperlakukan penanya selayaknya sedang memperlakukan pasien. Interaksi dapat disimpan dalam bentuk catatan pribadi, akan berguna jika komunikasi berlanjut di kemudian hari. [1]

  1. Jika saran medis yang diminta membutuhkan pemeriksaan fisik maka anjurkan penanya datang langsung menemui dokter di klinik atau rumah sakit karena dibutuhkan pemeriksaan yang lebih lanjut untuk dapat memberikan saran yang tepat.

  1. Menghargai otonomi dan menjaga kerahasiaan status medis teman atau keluarga yang bertanya. Jika dimintai saran atau bantuan untuk pihak ketiga maka harus dijelaskan bahwa seorang dokter harus menghargai otonomi dari pihak ketiga tersebut. Seorang dokter tidak bisa memberikan saran jika tidak ada persetujuan dari pihak ketiga.

  1. Menjaga nama baik rekan sejawat dengan tidak berkomentar langsung mengenai pengobatan atau tindakan yang dilakukan oleh rekan sejawat terhadap teman atau keluarga yang bertanya. Rekan sejawat yang sedang merawat teman tersebut memiliki informasi latar belakang medis yang lebih lengkap yang tidak kita ketahui, sehingga komentar atau saran yang akan diberikan menjadi tidak tepat.

  1. Memahami potensi konflik yang mungkin sehubungan dengan peran Anda anggota keluarga atau teman dan sebagai dokter. Penilaian profesional Anda sebagai dokter dapat dipengaruhi oleh penilaian emosional Anda sehingga menjadi kurang objektif.

  1. Umumnya teman atau keluarga yang bertanya hanya membutuhkan sepasang telinga untuk mendengarkan keluhannya. Jika memang tidak memungkinkan untuk memberikan saran medis, seorang dokter tetap bisa menunjukkan empati dengan bertanya lebih lanjut mengenai keluhan penanya dan memotivasi penanya untuk memeriksakan dirinya ke dokter.[4]

Referensi