Konsumsi Probiotik untuk Profilaksis Diabetes Mellitus Gestasional – Telaah Jurnal

Oleh dr. Nathania S.

Probiotics for the Prevention of Gestational Diabetes Mellitus in Overweight and Obese Women: Findings From the SPRING Double-Blind Randomized Controlled Trial.

Callaway LK, McIntyre HD, Barrett HL, Foxcroft K, Tremellen A, Lingwood BE, et al. Diabetes Care, 2019. PMID : 30659070

Abstrak

Objektif

Probiotik yang diberikan saat kehamilan diduga dapat mencegah terjadinya diabetes mellitus (DM) gestasional karena peran mikrobiota usus pada regulasi metabolisme. Teori ini belum pernah diteliti pada kelompok wanita hamil risiko tinggi dengan berat badan berlebih dan obesitas sebelumnya. Peneliti bertujuan untuk menentukan apakah probiotik (Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium animalis subspesies lactis [BB-12]) yang diberikan pada trimester dua pada wanita hamil dengan berat badan lebih dan obesitas dapat mencegah DM gestasional yang diukur dengan tes toleransi glukosa oral (TTGO) pada minggu gestasi ke-28. Luaran sekunder yang dianalisis adalah komplikasi maternal dan neonatal, tekanan darah ibu dan indeks massa tubuh, serta komposisi tubuh bayi.

Desain dan Metode Penelitian

Uji acak terkontrol tersamar ganda yang menguji probiotik vs placebo pada wanita hamil dengan berat badan berlebih dan obesitas di Brisbane, Australia.

Hasil

Penelitian ini dilakukan pada 411 wanita. DM gestasional terjadi pada 12,3% (25 dari 204) kelompok placebo dan 18,4% (38 dari 207) kelompok probiotik. Dari hasil TTGO, rata-rata glukosa puasa lebih tinggi pada kelompok probiotik (79,3 mg/dL) dibandingkan dengan placebo (77,5 mg/dL). Pengukuran glukosa satu dan dua jam tidak jauh berbeda. Preeklampsia terjadi pada 9,2% wanita kelompok probiotik dibandingkan dengan 4,9% kelompok placebo. Peningkatan berat badan berlebih didapatkan pada 32,5% wanita pada kelompok probiotik (55 dari 169) dibandingkan dengan 46% pada kelompok placebo (81 dari 176). Angka kejadian kecil masa kehamilan (< persentil 10) adalah 2,4% pada kelompok probiotik (5 dari 205) dan 6,5% pada kelompok placebo (13 dari 199). Tidak ada perbedaan pada luaran sekunder lainnya.

Kesimpulan

Probiotik yang digunakan pada penelitian ini tidak mencegah DM gestasional pada wanita hamil berat badan berlebih dan obesitas.

dm gestational

Ulasan Alomedika

Berat badan berlebih dan obesitas adalah faktor risiko independen dari diabetes gestasional. Probiotik saat ini banyak diteliti manfaatnya, salah satunya untuk regulasi glukosa darah. Penelitian ini mencari apakah ada hubungan antara pemberian probiotik pada wanita hamil berat badan berlebih dan obesitas, dengan kejadian diabetes gestasional.

Ringkasan Metode Penelitian

Studi ini menggunakan desain uji acak terkontrol tersamar ganda prospektif pada ibu hamil usia kehamilan <20 minggu dengan berat badan berlebih dan obesitas. Intervensi yang diberikan adalah pemberian probiotik atau placebo. Salah satu kriteria eksklusi adalah adanya gangguan pada glukosa darah puasa, toleransi glukosa terganggu, dan konsumsi obat-obatan yang mempengaruhi glukosa darah.

Probiotik yang diberikan mengandung Lactobacillus rhamnosus (LGG) dan Bifidobacterium animalis spp lactis (BB-12) diberikan sekali sehari dari sejak perekrutan hingga kelahiran. Kepatuhan berobat dinilai secara subjektif dari interview dan secara objektif menggunakan PCR pada subjek studi yang bisa memberikan sampel feses di usia kehamilan 28 minggu.

Luaran primer yang dianalisis adalah timbulnya diabetes gestasional yang diukur melalui TTGO (75-gram glukosa) pada usia kehamilan 28 minggu. Luaran sekunder diukur dari sisi ibu dan bayi, antara lain peningkatan berat badan selama kehamilan, preeklampsia, hipertensi gestasional, sectio caesarea, usia gestasi saat kelahiran, admisi NICU, berat lahir bayi, kelahiran mati, anomali kongenital, dan komposisi tubuh neonatus.

Ringkasan Hasil Penelitian

Studi ini menunjukkan bahwa konsumsi probiotik pada wanita hamil dengan berat badan berlebih dan obesitas tidak mencegah terjadinya diabetes gestasional. Pada studi ini didapatkan angka kejadian diabetes gestasional lebih tinggi pada kelompok probiotik, tetapi tidak berbeda bermakna secara statistik (18,4% vs 12,3%, p = 0,10).

Perbedaan glukosa darah puasa bermakna secara statistik, dan didapatkan lebih tinggi pada kelompok probiotik dibandingkan kelompok placebo (79,3 mg/dL vs 77,5 mg/dL, p = 0,049). Tetapi, perbedaan ini tidak signifikan secara klinis karena masih dalam rentang glukosa darah puasa normal.

Kenaikkan berat badan berlebih lebih banyak ditemukan pada kelompok plasebo (46% vs 32,5%, p = 0,01). Tetapi, rerata pertambahan berat badan tidak berbeda antara kedua kelompok.

Neonatus kecil masa kehamilan lebih banyak didapatkan pada kelompok placebo (6,5% vs 2,4%, p = 0,042). Luaran sekunder lainnya tidak berbeda bermakna.

Kelebihan Penelitian

Metode yang digunakan dalam studi ini merupakan salah satu kelebihan, yaitu uji acak terkontrol placebo dan tersamar ganda. Jumlah sampel yang diikutsertakan merupakan yang terbanyak hingga studi diterbitkan.

Kelebihan lainnya adalah pemilihan subjek studi. Studi ini fokus pada kelompok dengan risiko tinggi diabetes gestasional, yaitu kelompok berat badan berlebih dan obesitas.

Hal lain yang perlu dicatat adalah keberanian penulis dalam mempublikasikan hasil studi walaupun hipotesis awal mereka tidak berhasil dibuktikan. Berbeda dengan kebanyakan studi lain yang kebanyakan hanya mempublikasikan studi dimana hipotesis mereka terbukti benar.

Limitasi Penelitian

Pada studi ini terdapat perubahan protokol kriteria inklusi karena lambatnya perekrutan subjek studi. Kriteria inklusi diubah dari usia gestasi 16 minggu menjadi 20 minggu, sehingga paparan sampel terhadap probiotik berkurang 1-4 minggu. Selain daripada itu, jumlah akhir subjek studi lebih kecil daripada yang direncanakan.

Aplikasi Hasil Penelitian di Indonesia

Penelitian ini dilakukan di Australia dengan mayoritas sampel adalah etnis Kaukasia yang merupakan etnis minoritas di Indonesia. Walaupun hasil studi ini kurang mendukung manfaat probiotik dalam mencegah diabetes gestasional, perlu dilakukan studi lebih lanjut dengan populasi yang lebih mewakili Indonesia.

Referensi