Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Formulasi Pyridoxine general_alomedika 2026-09-10T13:27:53+07:00 2026-09-10T13:27:53+07:00
Pyridoxine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Formulasi Pyridoxine

Oleh :
dr. DrRiawati MMedPH
Share To Social Media:

Formulasi pyridoxine atau vitamin B6 dapat berupa sediaan oral dan injeksi. Penyimpanan sediaan oral dianjurkan dalam suhu 15–30°C, sedangkan sediaan injeksi dianjurkan disimpan dalam suhu 20–25°C.[5,7]

Bentuk Sediaan

Di Indonesia, pyridoxine tersedia dalam bentuk tablet 10 mg dan 25 mg, serta bentuk injeksi 50 mg/ml. Sediaan sirup, dan injeksi biasanya berupa kombinasi sebagai multivitamin, atau dengan obat lainnya, seperti isoniazid.[5,8]

Cara Penggunaan

Sediaan oral pyridoxine merupakan rute pemberian yang paling umum digunakan karena obat ini memiliki absorpsi yang baik melalui saluran cerna, terutama di jejunum. Pemberian oral digunakan untuk profilaksis maupun terapi defisiensi vitamin B6, termasuk pencegahan neuropati perifer pada pasien yang menjalani terapi isoniazid.

Tablet atau kapsul pyridoxine dapat diberikan dengan atau tanpa makanan sesuai kebutuhan pasien. Rute oral dipilih pada sebagian besar kasus karena mudah digunakan, aman, dan efektif dalam mempertahankan kadar vitamin B6 yang adekuat dalam tubuh.

Sediaan injeksi digunakan apabila pemberian oral tidak memungkinkan, misalnya pada pasien dengan gangguan absorpsi, muntah berat, penurunan kesadaran, atau kondisi klinis lain yang menghambat penggunaan rute oral.

Pyridoxine injeksi dapat diberikan melalui injeksi intramuskular (IM), intravena (IV), atau subkutan (SC). Pemilihan rute IM, IV, atau SC bergantung pada tingkat urgensi terapi, kondisi vena pasien, serta pertimbangan klinis lain.[1,7]

Cara Penyimpanan

Sediaan pyridoxine tablet harus disimpan dalam kemasan yang kedap udara, pada tempat yang kering dan sejuk, dengan suhu berkisar 15-30°C. Temperatur tidak boleh melebihi 40°C. Obat jangan dibekukan, jangan disimpan dalam kamar mandi, dan terlindung dari cahaya.

Sediaan pyridoxine injeksi dianjurkan untuk disimpan dalam rentang suhu 20–25°C. Terlindung dari paparan cahaya.[7]

Kombinasi dengan Obat Lain

Umumnya, suplemen pyridoxine dikombinasikan dengan vitamin B lainnya menjadi vitamin B kompleks. Selain itu, pyridoxine  juga sering dikombinasikan dengan vitamin dan mineral lain sebagai pelengkap nutrisi bagi seseorang yang tidak dapat memenuhi kebutuhan vitamin ini melalui diet harian.

Lebih lanjut, suplementasi pyridoxine 25-50 mg/hari dengan obat antituberkulosis, isoniazid (INH), diberikan untuk mencegah perkembangan neuropati perifer.[1-3]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. National Center for Biotechnology Information (2026). PubChem Compound Summary for CID 1054, Pyridoxine. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Pyridoxine.
2. The World Health Organization. WHO Model List of Essential Medicines Application. 2021. https://www.who.int/publications/i/item/WHO-MHP-HPS-EML-2021.02
3. Combs, G.F., The Vitamins: Fundamental Aspects in Nutrition and Health. 2008, Elsevier Academic Press: USA
5. BPOM. Cek BPOM. 2026. https://cekbpom.pom.go.id/
7. Drugs.com. Pyridoxine. 2026. https://www.drugs.com/monograph/pyridoxine.html
8. Cazzola, M. and L. Malcovati, Diagnosis and treatment of sideroblastic anemias: from defective heme synthesis to abnormal RNA splicing. Hematology Am Soc Hematol Educ Program, 2015. 2015: p. 19-25

Farmakologi Pyridoxine
Indikasi dan Dosis Pyridoxine

Artikel Terkait

  • Rasionalisasi Pemberian Antiemetik pada Hiperemesis Gravidarum
    Rasionalisasi Pemberian Antiemetik pada Hiperemesis Gravidarum
  • Multivitamin Prenatal dan Risiko Emesis Gravidarum
    Multivitamin Prenatal dan Risiko Emesis Gravidarum
  • Red Flag Mual Muntah pada Ibu Hamil
    Red Flag Mual Muntah pada Ibu Hamil
Diskusi Terkait
dr.Rahayu Mentari
Dibalas 14 Maret 2025, 09:52
Apa terapi dispepsia yang tepat pada ibu hamil usia kehamilan 9-10 minggu?
Oleh: dr.Rahayu Mentari
6 Balasan
Alo Dokter. Px usia 26 th G1A0P0 usia khamilan 9-10 minggu..Mengeluhakan peruh terasa penuh, nyeri uluhati, menyesak, kmbung, mual,susah tuk sndawa dan buang...
Anonymous
Dibalas 11 Desember 2024, 15:41
Penanganan ibu hamil mual muntah, usia kehamilan 3 bulan
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Di PKM hanya ada ranitidine, omeprazoleMuntah: ada domperidoneApakah ibu hamil 3 bulan boleh minum domperidone?
dr.I Kadek Jaya Santika, S.Ked.
Dibalas 27 Juni 2023, 02:53
Kombinasi ondansetron dan metoclopramide untuk penanganan hiperemesis gravidarum
Oleh: dr.I Kadek Jaya Santika, S.Ked.
4 Balasan
Alo dokter. Izin bertanya. Saya ada pasien perempuan 29 tahun dengan hipermesis gravidarum. Sudah minum ondansetron 3x8 mg io, lansoprazole 2x1 tab io,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.