Indikasi dan Dosis Diethylcarbamazine
Indikasi utama diethylcarbamazine adalah untuk terapi filariasis, termasuk filariasis limfatik yang dikenal dengan kaki gajah. Obat ini juga dapat digunakan untuk terapi loiasis, eosinofilia pulmonari tropika, mansonellosis, dan larva migrans viseral. Dosis diethylcarbamazine yang diberikan akan tergantung pada indikasi penyakitnya.[1,5]
Filariasis
Pada filariasis limfatik tanpa koinfeksi filaria lain, diethylcarbamazine merupakan terapi pilihan dengan dosis 6 mg/kgBB per hari selama 12 hari, yang bertujuan membunuh mikrofilaria dan mengurangi beban cacing dewasa. Doxycycline 200 mg per hari selama 6 minggu dapat ditambahkan untuk meningkatkan hasil terapi dan membantu mengurangi derajat limfedema.[14]
Dosis Program Pencegahan Massal Filariasis
Diethylcarbamazine juga digunakan untuk pencegahan massal filariasis. Dalam program mass drug administration (MDA) untuk eliminasi filariasis limfatik, diethylcarbamazine diberikan dengan dosis tunggal 6 mg/kgBB pada daerah endemis yang tidak memiliki koinfeksi onchocerciasis maupun loiasis. Obat ini umumnya dikombinasikan dengan obat lain, misalnya albendazol 400 mg.
Tujuan pemberian massal ini adalah menurunkan kadar mikrofilaria dalam populasi hingga transmisi penyakit tidak dapat dipertahankan. Karena diethylcarbamazine terutama bekerja terhadap mikrofilaria dan memiliki efek terbatas pada cacing dewasa, pemberian MDA harus dilakukan secara berulang, umumnya setahun sekali, selama beberapa tahun hingga rantai penularan terputus.[15,16]
Perhatian Khusus:
Perlu dicatat bahwa pemilihan regimen MDA bergantung pada keberadaan filariasis lain yang hidup berdampingan di suatu wilayah. diethylcarbamazine tidak boleh digunakan pada daerah yang endemis onchocerciasis atau loiasis karena dapat menimbulkan reaksi merugikan yang serius.
Selain itu, terdapat beberapa kelompok yang tidak diikutsertakan dalam MDA berbasis diethylcarbamazine, yaitu wanita hamil, pasien dengan penyakit berat, dan anak usia di bawah 2 tahun.[16]
Loiasis
Pada pasien loiasis simtomatik dengan hasil pemeriksaan mikrofilaria <8.000/mL darah, berikan diethylcarbamazine dengan dosis 8–10 mg/kgBB/hari yang dibagi menjadi 3 dosis dan diberikan selama 21 hari. Dosis ini berlaku untuk anak-anak maupun dewasa.
Bila diethylcarbamazine diberikan untuk profilaksis dan bukan untuk terapi, dosis yang diberikan adalah 300 mg, 1 kali per minggu.[17]
Eosinofilia Pulmonari Tropika
Dosis dewasa yang digunakan untuk eosinofilia pulmonari tropika (tropical pulmonary eosinophilia) adalah 6 mg/kgBB, yang dibagi menjadi 3 pemberian per hari. Terapi ini diberikan selama 14 hari.[5]
Mansonellosis
Dosis diethylcarbamazine untuk pengobatan mansonellosis streptocerca adalah 6 mg/kgBB, sekali sehari, yang diberikan selama 14 hari.[5]
Larva Migrans Viseral
Pada kasus larva migrans viseral, dosis diethylcarbamazine adalah 6 mg/kgBB/hari, yang dibagi menjadi 3 dosis. Terapi ini diberikan selama 7–10 hari.[5]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha