Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Diethylcarbamazine
Penggunaan diethylcarbamazine pada kehamilan tidak direkomendasikan. Obat ini termasuk dalam kategori X menurut FDA. Pada ibu menyusui, belum diketahui apakah diethylcarbamazine dikeluarkan ke dalam ASI.[1,5,16]
Penggunaan pada Kehamilan
Penggunaan diethylcarbamazine pada ibu hamil termasuk dalam kategori X menurut FDA. Studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya risiko terhadap janin atau abnormalitas terhadap janin. Obat dalam kategori ini dikontraindikasikan pada wanita yang sedang hamil atau wanita yang memiliki kemungkinan untuk hamil.[5]
Menurut TGA, diethylcarbamazine masuk dalam kategori B2. Ini berarti bahwa obat hanya digunakan oleh sedikit wanita hamil dan wanita usia reproduktif tetapi tidak ada laporan peningkatan frekuensi malformasi atau efek merugikan (secara langsung maupun tidak langsung) pada janin. Studi pada binatang masih terbatas tetapi data yang ada tidak menunjukkan bukti peningkatan kerusakan janin.[6]
Pada pedoman profilaksis massal untuk filariasis, wanita hamil umumnya dieksklusikan dari pemberian diethylcarbamazine. Keamanan penggunaan obat ini pada kehamilan masih belum bisa dipastikan, sehingga penggunaannya pada ibu hamil harus menimbang rasio manfaat dan risiko secara seksama. Pastikan untuk menggunakan obat hanya jika manfaat melebihi potensi risiko untuk ibu dan janin.[1,16]
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Tidak diketahui pasti apakah diethylcarbamazine dikeluarkan ke ASI atau tidak. Dengan menimbang bahwa risiko pada neonatus atau bayi belum bisa dipastikan, maka penggunaan obat ini pada ibu menyusui tidak dianjurkan.[1]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha