Terapi Antibiotik Jangka Pendek vs Jangka Panjang pada Pneumonia Komunitas

Oleh :
dr.Nurfanida Librianty, Sp.P, FAPSR

Durasi terapi yang paling efektif untuk tata laksana pneumonia komunitas masih menjadi kontroversi. Terapi jangka pendek dan jangka panjang masih sama-sama banyak digunakan oleh praktisi. Antar pedoman klinis yang ada pun masih terdapat perbedaan rekomendasi, baik pada pedoman tata laksana pasien dewasa maupun anak.[1-3]

Durasi Terapi Pneumonia Komunitas Saat Ini

Rekomendasi penggunaan antibiotik pada pneumonia komunitas umumnya didasarkan pada tingkat keparahan penyakit, patogen penyebab, pola resistensi mikroba, dan profil keamanan obat. Namun, durasi terapi antibiotik yang paling optimal hingga kini masih menjadi perdebatan.

shutterstock_1674963973-min

Regimen antibiotik jangka pendek diduga memiliki efikasi yang serupa dengan regimen jangka panjang, memiliki profil keamanan lebih baik, mampu mengurangi risiko resistensi bakteri, mengurangi risiko efek samping (termasuk infeksi C. Difficile), menurunkan biaya pengobatan, dan meningkatkan kepatuhan pasien dalam berobat. Tetapi, belum banyak praktisi ataupun pedoman klinis yang merekomendasikan pemberian dengan durasi pendek ini.[2,4]

Pada tahun 2007, the Infectious Diseases Society of America (IDSA) dan American Thoracic Society (ATS) merekomendasikan pemberian antibiotik pada pneumonia selama setidaknya 5 hari, serta baru dapat dihentikan jika pasien bebas demam setidaknya 48-72 jam dan tidak memiliki lebih dari 1 tanda instabilitas klinis pneumonia komunitas. Terapi antibiotik disarankan untuk dilanjutkan jika antibiotik yang digunakan di awal diketahui tidak aktif terhadap patogen yang diidentifikasi atau jika pasien mengalami komplikasi ekstrapulmonal seperti meningitis atau endokarditis.[2]

Sementara itu, durasi yang disarankan oleh British Thoracic Society adalah 7 hari untuk pasien rawat jalan dan sebagian besar pasien rawat inap dengan derajat penyakit ringan-sedang atau tanpa komplikasi. Rekomendasi ini ditingkatkan menjadi 7-10 hari pada pasien dengan derajat penyakit berat atau pneumonia yang tidak terbukti secara mikrobiologi. Durasi terapi disarankan lebih panjang lagi, jika pasien dicurigai mengalami infeksi Staphylococcus aureus atau bakteri gram negatif.

Di lain pihak, the European Respiratory Society with the European Society of Clinical Microbiology and Infectious Diseases dengan tegas menyatakan bahwa pemberian antibiotik seharusnya tidak lebih dari 8 hari pada pasien yang berespon terhadap pengobatan.[1]

Bukti Ilmiah Terkait Efikasi Antibiotik Jangka Pendek vs Jangka Panjang

Tansarli et al melakukan tinjauan sistematik untuk mengetahui apakah terapi antibiotik jangka pendek berkaitan dengan luaran yang lebih baik pada pasien pneumonia komunitas. Mereka melakukan analisis pada 21 uji klinis, dengan total jumlah subjek studi mencapai 4861 pasien. Regimen jangka pendek didefinisikan sebagai penggunaan antibiotik ≤6 hari, sedangkan jangka panjang adalah penggunaan ≥7 hari.

Hasil studi menunjukkan bahwa regimen jangka pendek memiliki efikasi dan tingkat kekambuhan yang serupa dengan pemberian terapi jangka panjang. Pemberian terapi jangka pendek menunjukkan mortalitas yang lebih rendah dan efek samping terapi yang berat pun didapatkan lebih sedikit.[1]

Studi lain oleh Gundersen et al mencoba menginvestigasi apakah pemberian antibiotik jangka pendek (5 hari) memiliki efikasi sebanding dengan jangka panjang (≥ 7 hari) pada pneumonia komunitas. Mereka memasukkan 6 randomized controlled trials (RCT) dalam analisis dan menemukan bahwa keberhasilan klinis terapi jangka pendek berkisar 87-95%, sedangkan terapi jangka panjang berkisar 88-94%. Eradikasi bakteri patogen ditemukan sebesar 100% pada terapi jangka pendek, dan 95-100% pada terapi jangka panjang. Tidak ada perbedaan bermakna terkait munculnya efek samping.[5]

Kesimpulan

Durasi pemberian terapi antibiotik pada pneumonia komunitas sampai saat masih menjadi kontroversi. Bukti ilmiah yang ada sekarang menunjukkan bahwa pemberian antibiotik jangka pendek sama efektif dan aman dengan antibiotik jangka panjang. Sebuah tinjauan sistematik bahkan menemukan bahwa pemberian antibiotik jangka pendek pada pneumonia komunitas berkaitan dengan mortalitas yang lebih rendah dan risiko timbulnya efek samping berat yang lebih ringan. Masih dibutuhkan RCT dengan desain dan jumlah sampel yang lebih baik sebelum kesimpulan lebih lanjut dapat ditarik.

Referensi