Suplemen Serat Kental (Viscous Fiber) untuk Diabetes Mellitus

Oleh :
dr. Nathania S. Sutisna

Should Viscous Fiber Supplements Be Considered in Diabetes Control? Results From a Systematic Review and Meta-analysis of Randomized Controlled Trials.

Jovanovski E, Khayyat R, Zurbau A, Komishon A, Mazhar N, et al. Diabetes Care, 2019. PMID : 30617143

Abstrak

Tujuan : Bukti dari studi acak terkontrol mengindikasikan adanya manfaat konsumsi serat kental (viscous fiber) terhadap kontrol glikemik, dan oleh karenanya memperbaiki profil risiko penyakit kardiovaskular. Tujuan penulis adalah untuk melakukan kajian sistematis dan meta analisis dari studi acak terkontrol untuk melihat efek terapeutik suplementasi serat kental terhadap kontrol glikemik pasien diabetes mellitus tipe 2.

Desain Penelitian dan Metode : Studi dari MEDLINE, Embase, dan Cochrane Central Register of Controlled Trials dicari hingga per tanggal 15 Juni 2018. Peneliti mengikutsertakan uji acak terkontrol dengan durasi ≥ 3 minggu yang menilai efek dari serat kental terhadap penanda kontrol glikemik pada diabetes mellitus tipe 2. Dua pengulas independen melakukan ekstraksi data. Data dikelompokkan menggunakan metode generic inverse variance dan disajikan sebagai mean differences (MD) dengan CI 95%. Heterogenitas dinilai (statistik Cochran Q) dan dikuantifikasi (statistik I2). Pendekatan Grading of Recommendations Assessment, Development, and Evaluation (GRADE) digunakan untuk mengevaluasi kepastian dari data yang ada.

Hasil : Peneliti mengidentifikasi 28 studi (n = 1.394). Serat kental  diberikan dalam dosis rerata ~13.1 gram per hari secara signifikan menurunkan HbA1c, glukosa darah puasa, dan HOMA-insulin resistance (IR), dibandingkan dengan kontrol dan sebagai penambahan terapi standar. Kepastian dari bukti dinyatakan sedang untuk HbA1c, glukosa darah puasa, insulin puasa, dan HOMA-IR, tetapi rendah untuk fruktosamin.

Kesimpulan : Suplemen serat kental mampu memperbaiki penanda kontrol glikemik konvensional, di tambah perawatan standar. Modalitas ini dapat dipertimbangkan sebagai manajemen dari diabetes mellitus tipe 2.

viscous fiber

Ulasan Alomedika

Jurnal ini meninjau hasil uji klinis acak terkontrol mengenai efek pemberian suplemen serat kental (viscous fiber) terhadap kontrol glikemik pada diabetes mellitus tipe 2. Serat kental (viscous fiber) adalah bagian dari serat larut air yang ditemukan memiliki banyak keuntungan medis.

Pedoman tata laksana diabetes di seluruh dunia telah menekankan pentingnya konsumsi serat untuk pasien diabetes. Namun asupan harian sesuai rekomendasi sulit dicapai dari makanan saja, sehingga diperlukan suplementasi.

Ulasan Metode Penelitian

Studi ini meninjau uji acak terkontrol yang melibatkan pasien diabetes mellitus tipe 2 yang mendapat suplementasi serat kental selama lebih dari 3 minggu dan bagaimana efeknya terhadap salah satu dari indikator kontrol glikemik (HbA1c, glukosa darah puasa, insulin puasa, HOMA-IR, dan fruktosamin). Suplemen serat kental yang dianalisis adalah beta glukan, guar gum, konnyaku, psyllium, pektin, xanthan gum, locust bean gum, alginat, dan agar.

Studi ini menganalisis 27 uji klinis (n = 1394) dengan 28 perbandingan yang memenuhi kriteria inklusi. Indikator kontrol glikemik yang paling banyak diteliti adalah glukosa puasa (n = 1.394), HbA1c (n=1.148), HOMA-IR (n = 652), insulin puasa (n = 228) dan fruktosamin (n = 23).

Ulasan Hasil Penelitian

Studi ini melaporkan bahwa serat kental 10,9 gram per hari selama 8 minggu mampu menurunkan HbA1c secara signifikan. Suplementasi serat kental 13,1 gram per hari selama 8 minggu dapat menurunkan glukosa puasa 14,77 mg/dL. Serat kental 10,5 gram per hari selama 6 minggu mampu menurunkan HOMA-IR. Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara kadar insulin puasa dan fruktosamin dengan suplementasi serat kental.

Kelebihan Penelitian

Penelitian ini merupakan meta analisis pertama yang meninjau uji acak terkontrol mengenai pengaruh suplementasi serat makanan terhadap kontrol glikemik pada diabetes mellitus tipe 2. Total jumlah sampel cukup besar, yaitu 1.394, dan melibatkan berbagai negara. Sebagian besar penelitian yang diikutsertakan menggunakan indikator kontrol glikemik sebagai primary endpoint dan kualitasnya diuji dengan pendekatan GRADE (Grading of Recommendations Assessment, Development, and Evaluation).

Limitasi Penelitian

Salah satu limitasi penelitian ini adalah jumlah penelitian yang menggunakan fruktosamin sebagai kontrol kurang dari jumlah optimal untuk dianalisis.

Penelitian ini juga menggunakan HbA1c sebagai salah satu indikator dari kontrol glikemik. HbA1c mencerminkan glukosa darah dalam 3 bulan terakhir, sementara sebagian besar durasi yang digunakan dalam penelitian adalah 8 minggu.

Selain itu, terdapat ketidakseragaman keparahan penyakit, medikamentosa yang digunakan, dan profil diet subjek studi antar uji klinis, sehingga dapat menjadi faktor perancu hasil meta analisis.

Aplikasi Hasil Penelitian di Indonesia

Di Indonesia, diabetes mellitus masih menjadi masalah kesehatan yang banyak ditemukan. Riskesdas tahun 2018 melaporkan bahwa prevalensi diabetes mellitus didapatkan tertinggi di DKI Jakarta (3,4%), dan terendah di Nusa Tenggara Timur (0,9%). Prevalensi ini mungkin saja masih di bawah angka sebenarnya, misal karena banyak pasien yang tidak terdiagnosis atau terdata.

Penelitian ini dapat menjadi modal bukti ilmiah bagi praktisi di Indonesia, bahwa suplementasi serat kental sebagai adjuvan terapi standar dapat meningkatkan kontrol glikemik pasien. Dosis suplemen perlu menyesuaikan dengan populasi Indonesia, yaitu dengan mempertimbangkan banyaknya serat dari diet dan pola makan orang Indonesia. Sediaan serat kental yang ada di Indonesia adalah psyllium husk, agar, dan konnyaku.

Referensi