Perlu Tidaknya Vaksinasi HPV pada Laki-laki

Oleh dr. Hunied Kautsar

Vaksin HPV tidak hanya direkomendasikan untuk perempuan. Pada laki-laki, vaksinasi HPV juga direkomendasikan untuk mencegah kutil kelamin dan kanker anus. Walau demikian, studi cost analysis menunjukkan bahwa lebih efektif untuk memfokuskan usaha vaksinasi pada perempuan karena cakupan imunisasi wanita yang tinggi juga akan memberikan efek protektif yang sama pada pria.

Pada pria, 92% kasus kanker anus, 63% kasus kanker penis dan 89% kasus kanker rongga mulut atau kanker oropharyngeal dikaitkan dengan HPV tipe 16 dan 18. [1] Lebih dari 90% kasus kutil kelamin disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11.[2]

Depositphotos_205914052_s-2019_compressed

 

Terdapat beberapa jenis vaksin HPV yang sudah dipatenkan dan digunakan secara luas yakni vaksin HPV bivalen yang memberikan proteksi terhadap virus HPV tipe 16 dan 18, vaksin HPV quadrivalen (HPV tipe 6, 11, 16, dan 18), dan vaksin HPV 9-valen (HPV 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58). Tidak hanya wanita yang mendapatkan manfaat dari vaksinasi HPV, pria yang divaksinasi HPV juga mendapatkan manfaatnya. Berdasarkan uji klinis, vaksin HPV quadrivalen (HPV4) terbukti aman dan efektif terhadap infeksi virus HPV tipe 6 dan 11 yang persisten pada populasi wanita dan pria.[3]

Penelitian lain yang diadakan oleh Giuliano et al. terhadap 4.065 laki-laki berusia 16-26 tahun dari 18 negara dengan metode uji acak terkendali (placebo-controlled, double-blind trial) membuktikan bahwa vaksinasi HPV quadrivalen mengurangi insidensi dari lesi genital eksternal yang berkaitan dengan HPV tipe 6, 11, 16 dan 18 hingga 90% jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menerima plasebo dan memiliki nilai efikasi sebesar 65%. [4] Penelitian selanjutnya yang diadakan oleh Godstone et al terhadap 4.065 laki-laki juga menunjukkan hasil yang sama bahwa vaksinasi HPV quadrivalen terbukti dapat melindungi pria dari HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. [5]

Rekomendasi Vaksinasi HPV pada Pria

Rekomendasi vaksinasi HPV quadrivalen pada pasien pria dikeluarkan pada tahun 2009. Pada mulanya, vaksinasi HPV quadrivalen untuk pria diindikasikan sebagai proteksi terhadap virus HPV tipe 6 dan 11 yang merupakan penyebab dari kutil kelamin. Kemudian pada tahun 2010, ditambahkan indikasi pemberian vaksin HPV quadrivalen sebagai pencegahan kanker anus bagi pasien pria dan wanita. [6]

Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) pada tahun 2011 merekomendasikan vaksinasi HPV pada anak laki-laki sejak usia 11-12 tahun. Vaksin dapat diberikan lebih dini, terutama pada anak yang memiliki latar belakang sebagai korban kekerasan seksual. Pada kondisi seperti ini, ACIP merekomendasikan vaksinasi HPV diberikan pada usia 9 tahun. Vaksin direkomendasikan diberikan pada usia 11-21 tahun, tetapi juga dapat diberikan pada laki-laki berusia 22-26 tahun, terutama bagi laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki. Untuk populasi transgender, ACIP memberikan rekomendasi vaksinasi HPV rutin untuk semua remaja dan dewasa hingga usia 26 tahun.[7]

Dosis Vaksin HPV untuk Pria

Bagi pasien yang menerima dosis pertama vaksin HPV sebelum umur 15 tahun maka dosis yang direkomendasikan adalah 2 dosis. Dosis kedua sebaiknya diberikan 6-12 bulan setelah dosis yang pertama. Bagi pasien yang menerima dosis pertama vaksin HPV setelah umur 15 tahun maka dosis yang direkomendasikan adalah 3 dosis. Dosis kedua sebaiknya diberikan 1-2 bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

Tidak ada perbedaan rekomendasi dosis dari vaksin HPV bivalen, quadrivalen maupun 9-valen. Vaksin HPV 9-valen dapat diberikan sebagai dosis kedua atau ketiga bagi pasien yang sudah mendapatkan dosis pertama berupa vaksin HPV bivalen atau quadrivalen. Bagi pasien yang sudah mendapatkan dosis vaksin HPV bivalen atau quadrivalen sesuai dengan rekomendasi ACIP, tidak ada rekomendasi tambahan untuk menambahkan vaksin HPV 9-valen ke dalam rangkaian vaksinasi tersebut. Jika jadwal dari vaksinasi HPV terganggu, tidak perlu diulang dari dosis pertama lagi, cukup dilanjutkan ke dosis kedua atau ketiga sesuai dengan rekomendasi. [7]

Untuk populasi yang memiliki kondisi imunokompromais karena penyakit tertentu, misalnya infeksi HIV atau akibat obat misalnya azathioprine, ACIP memberikan rekomendasi 3 dosis vaksin HPV karena respons imun terhadap vaksinasi mungkin dilemahkan. [7]

Efektivitas Vaksinasi HPV pada Laki-laki

Pada tahun 2013, Australia menjadi negara pertama yang menerapkan program vaksinasi HPV untuk populasi laki-laki. Penelitian dilakukan untuk memperkirakan hasil dari program vaksinasi ini jika sudah selesai dijalankan selama 6 tahun. Hasil dari penghitungan tersebut adalah kemungkinan penurunan insidensi kutil kelamin sebanyak 65% pada populasi laki-laki. Lebih lanjut lagi, pada tahun 2030 diperkirakan penurunan dapat mencapai 90%. [8]

Hasil dari sebuah penelitian yang diadakan di Norwegia menyatakan bahwa program vaksinasi bagi populasi laki-laki terbukti bermanfaat, namun meningkatkan cakupan vaksinasi pada populasi perempuan terbukti memiliki efektivitas yang sama, ekonomis dan dapat mencegah kanker pada pria yang diasosiasikan dengan HPV sama banyaknya melalui kekebalan komunitas. [9] Penelitian lain di Kanada membuktikan bahwa mengikutsertakan populasi laki-laki ke dalam program vaksinasi HPV diperkirakan akan menjadi cost-effective hanya jika cakupan imunisasi pada populasi perempuan kurang dari 50%. [1]

Strategi Vaksinasi HPV di Indonesia

Melihat dari hasil penelitian di Norwegia dan Kanada tersebut, maka langkah Kementerian Kesehatan Indonesia untuk menambahkan vaksin HPV ke dalam program imunisasi nasional melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sudah tepat. Program ini dimulai dengan imunisasi HPV pada populasi siswi perempuan kelas 5 SD (dosis pertama) dan kelas 6 SD (dosis kedua). Pada bulan Oktober 2016, pemberian vaksinasi HPV dimulai dengan daerah percontohan yang memiliki angka prevalensi kanker serviks yang tinggi dan dinilai memiliki kesiapan dalam melaksanakan program vaksinasi HPV, yakni DKI Jakarta. Daerah lain akan menyusul secara bertahap mengingat harga vaksin HPV yang cukup tinggi.

Harga vaksin HPV yang cukup tinggi juga membuat strategi untuk fokus pada populasi wanita ini lebih efektif dari segi biaya dibandingkan juga memberikan vaksinasi HPV pada pria.[10]

Kesimpulan

Vaksinasi HPV pada laki-laki memberikan manfaat yang nyata sesuai dengan hasil penelitian yakni memberikan proteksi terhadap virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Virus HPV 6 dan 11 merupakan penyebab dari sebagian besar kutil kelamin sedangkan virus HPV tipe 16 dan 18 diasosiasikan dengan kanker penis, kanker anus, kanker mulut serta kanker orofaring.

Untuk dosis dari vaksinasi HPV pada pria, tidak ada perbedaan dengan dosis HPV pada wanita, yakni 2 dosis jika dosis pertama diberikan sebelum usia 15 tahun dan 3 dosis jika dosis pertama diberikan setelah usia 15 tahun.

Jika dilihat dari sisi ekonomi, mengacu pada penelitian yang diadakan di Norwegia dan Kanada, strategi vaksinasi HPV lebih efektif jika memfokuskan hanya pada wanita saja karena cakupan imunisasi pada wanita yang tinggi juga akan memberikan efek proteksi pada populasi laki-laki. Walau demikian, jika tujuan program vaksinasi HPV adalah untuk mengeradikasi virus HPV, strategi vaksinasi yang fokus hanya pada populasi wanita saja kemungkinan besar tidak akan cukup efektif untuk tujuan ini.

Referensi